PEGAWAI KPK MENJARAH EMAS 1,9 KILOGRAM. “SAYANG TIDAK BISA KITA POTONG TANGANNYA, AHAHAHA..”

PEGAWAI KPK MENJARAH EMAS 1,9 KILOGRAM. “SAYANG TIDAK BISA KITA POTONG TANGANNYA, AHAHAHA..”

KoranJokowi.com, Bandung : Entah dosa apa KPK kepada masyarakat sehingga dalam 40 hari ini menjadi viral, diantaranya menghentikan penyidikan kasus dugaan korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka Sjamsul Nursalim, Kesombongan kepada Singapore, dan  kini muncul gosip ada Pegawai KPK yang menjarah Emas hingga 2 Kg.

Dan  rupanya  hal ini dibenarkan oleh KPK , kata KPK bahwa memang benar ada pegawainya yang mencuri dan menggadaikan emas batangan barang bukti kasus korupsi. Pelaku berinisial IGAS itu melakukan aksinya lantaran terbelit utang setelah ‘main’ valuta asing (asing) atau beken disebut Forex (foreign exchange), Total emas yang dicuri pelaku nyaris 2 kilogram (kg), persisnya 1,9 kg.

Memang jika dinilai rupiah, itu tidak lebih dari Rp.1,4 milyar, namun perbuatan itu tercela boss. Orang KPK pula!, hancur minah …..

Sobat KoranJokowi.com dimana saja berada, jika saja bangsa ini menerapkan hukum Islam, maka disana disebut bahwa dalam hukum pidana Islam (al-Fiqh al-Jinai al-Islami) pencurian merupakan suatu bentuk tindak pidana (jarimah/Delik) yang diancam dengan hukuman had, yaitu potong tangan. Hal ini sebagaimana disinyalir
oleh Allah SWT. dalam surat al-Maidah ayat 38: Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Pastinya kami RELAWAN JOKOWI, lebih bangga kepada Suku Dani – Papua yang memotong jari tangan sebagai bagian dari upacara belasungkawa. Budaya potong jari yang dinamakan tradisi ‘Iki Palek’ ini sudah dilakukan sejak dahulu oleh suku tersebut. Terdengar mengerikan memang, pasalnya jari jemari tangan mereka dipotong sungguhan hingga orang tersebut kehilangan jarinya, namun bagi suku tersebut, tradisi ini menggambarkan tentang kesedihan mereka.

Nah seharusnya si IGAS  itu dapat mencontoh, sebagai bentuk malu atau tobat kalau pun kita bukan berdasar hukum Islam atau apapun namanya. Jika ada istilah BUNUH DIRI, maka untuk IGAS harusnya mau POTONG SENDIRI JARI-nya. Atau cukup diperiksa internal saja?

Akan terjadi, KPK memeriksa KPK, ahahaha..

Salam gigit jari’ !
Bandung, 11 April 2021

KordNas Alumni Kongres Relawan Jokowi (AkarJokowi) 2013

Arief P.Suwendi

PAK PRESIDEN, KPK GEGABAH TUDING SINGAPORE SURGA KORUPTOR. MAKA RELAWAN JOKOWI MEMINTA “COPOT KARYOTO SEKARANG JUGA !”

Tentang RedaksiKJ 1045 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan