#RepublikFabeliano, “SOAL IJASAH GIBRAN DI MK, MANA YANG BENAR ?”

#RepublikFabeliano,
“SOAL IJASAH GIBRAN DI MK, MANA YANG BENAR ?”
.
Meski jatuh pada hari libur (10/10), jurnalis Istana Negara Republik Fabeliano tidak lantas surut. MALA, sang jurnalis peranakan Merpati Mahkota Biru (Goura cristata) asal Papua- burung Merak Jawa Barat, bersama kameramen andalannya, Bang Orhut, si Orangutan tambun asal Jambi, tetap  ke Ibu kota Jakarta menemui  Hasyim Asy’ari, Ketua KPU RI periode Pemilu 2024. Yang akrab dipanggil  ‘Bang Hasyim’ ini di sebuah foodcourt dekat kawasan Tugu Monas, Jakarta Pusat.
.
“Oke, saya hanya ada waktu 15 menit saja karena ini hari libur, family-time,” buka Bang Hasyim sembari merapikan posisi duduknya. Mala dan Bang Orhut pun dengan sigap mempersiapkan segala perlengkapan liputan.
.
Dari hasil wawancara eksklusif imajiner,dapat disimpulkan:

Menolak Keras Manipulasi Sekilas: Bang Hasyim menolak mati-matian tudingan miring mengenai adanya praktik “manipulasi , perselingkuhan atau penyelundupan” sepihak terkait materi rumusan Pasal 18 ayat (3) PKPU Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Capres dan Cawapres.

.

Serangan Balik Terbuka: Pernyataan ini menjadi pukulan telak yang mementahkan pemberitaan media sebelumnya mengenai statemen Ketua Komisi II DPR RI saat itu, Ahmad Doli Kurnia, yang mendadak mengaku ‘tidak pernah ikut’ membahas revisi pasal kontroversial tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Melawan Amnesia Publik: Bang Hasyim menekankan dengan tegas bahwa ingatan publik jangan sampai dikaburkan oleh narasi atau klaim sepihak. Ia membeberkan kronologis kuat bahwa seluruh jajaran penyelenggara pemilu (KPU, Bawaslu, DKPP), pihak Pemerintah, hingga para wakil rakyat di DPR RI hadir secara fisik dan terlibat penyusunan atas hal itu. 

Menyodorkan Bukti Autentik:  Bang Hasyim menyodorkan salinan berkas fisik lembar persetujuan resmi kesimpulan RDP pembahasan draf PKPU 19/2023 tersebut.

.

“Nah, ini kopinya, boleh kalian pegang dan periksa sendiri. Ini dokumen autentik berisi tanda tangan persetujuan kesimpulan RDP tersebut, yang telah ditandatangani oleh pimpinan dan anggota RDP, termasuk di dalamnya tanda tangan Ketua Komisi II DPR waktu itu, Ahmad Doli Kurnia Tandjung. Bahkan, saat rapat itu berlangsung, hadir juga Asrul Sani sebagai anggota Komisi II DPR RI yang kini  menjabat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Semua setuju, tidak ada tuh nota keberatan,” urai Bang Hasyim seraya mempersilakan Mala dan Bang Orhut untuk meminum pesanan mereka.
“Jadi, tidak benar tuduhan  mereka  tersebut. Jangan gitulah. Pada kesempatan ini, melalui media kalian, kembali saya ingin menyerukan kepada semua pihak: lupa boleh, munafik jangan!“ pungkas Hasyim menyudahi wawancara kemudian  pamit melangkah menuju area parkir. Mala dan Bang Orhut mengantarnya, setelah Bang Hasyim berlalu tidak sengaja mereka berjumpa KordNas Koranjokowi.com.
Langsung saja Mala mengajukan pertanyaan, “Apa tanggapan Kak KordNas tentang hasil sidang MK lalu?”, ..“Hahahaha.., hari libur begini, maka mari kita libur juga bicara politik”, mereka pun tertawa kemudian  pamit karena ada giat lain.
.
Saat menuju meja makan tadi,  Bang Orhut penggemar Bon Jovi ini  berbisik kepada Mala, “Kak Mala, memang  bagaimana sih ceritanya, maklum selama ini aku kan kameramen pariwisata, jadi nggak ngerti soal politik”, 
.
Mala tersenyum ,“Begini, Bang…. Ini buntut dari pernyataan Hakim Konstitusi – Arsul Sani dalam sidang sengketa (PHPU)  2 Oktober 2026 lalu terkait dugaan persyaratan pendidikan serta ijazah Wapres Gibran. Di dalam ruang sidang yang padat diliput jurnalis, Asrul entah sebagai pribadi atau hakim melontarkan pernyataan kepada Bang Hasyim, ..
 “‘Sehat Pak Hasyim ya? Walaupun pertanyaannya berat-berat, saya yakin ini masih jauh lebih ringan daripada pertanyaan Munkar dan Nakir di alam kubur nanti, Pak Hasyim. Anggap aja ini panasan (pemanasan) saja lah, pada akhirnya nanti kita semua akan ditanya Munkar-Nakir.’“
.
“Kami dan para jurnalis lain heran kok narasinya begitu, Saat ditanya Jurnalis, Bang Hasyim pun menjawab , ‘Apakah mereka (Doli dan Arsul) bakal berani menjawab jujur di hadapan Munkar dan Nakir nanti bahwa mereka sebenarnya ikut duduk di ruangan, hadir, dan ikut mengetok persetujuan Pasal 18 PKPU 19/2023 saat masih di parlemen dulu?’“ jelas Mala sambil menuju kasir.
Bruukk… !!
Bang Orhut pingsan
Ikan Hiu muter muter, see you later!
Dari Bandung Kita Lawan !
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin, Tgl. 12 Oktober 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

===

Tentang Koran Jokowi 4531 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan