Feri Manurung, #RepublikFabeliano. ” Hibah Rp10 Triliun Danau Siombak Terancam Batal!”

Feri Manurung, #RepublikFabeliano.
” Hibah Rp10 Triliun Danau Siombak Terancam Batal!”
Medan Marelan, #RepublikFabeliano (4/11/2026) – Suasana di tepi Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Kec. Medan Marelan, Kota Medan – sore ini mendadak tegang. Aroma kopi Mandailing yang sedianya dinikmati santai oleh Opung Badak Purba di sebuah warung pondok bambu, mendadak terasa hambar. Di hadapannya, berdiri tegap seorang wanita berbusana kimono moderen abu-abu dengan tatapan mata setajam silet.
Dia adalah Nona Serow, ajudan khusus berdarah dingin yang diutus langsung oleh Kembar Samurai Jepang. Sebagai seekor Japanese Serow (kambing-antelop) asli yang terbiasa hidup tangguh di hutan pegunungan terjal Honshu, Nona Serow bukanlah tipe birokrat hewan yang bisa diajak kompromi. Kedatangannya ke Medan Marelan hanya membawa satu misi: menagih kejelasan terkait Poin Ke-4 dalam draf investasi agro-wisata tempo hari.
“Opung Badak,” suara Nona Serow terdengar dingin, memecah kesunyian riak Danau Siombak. “Bos saya, Kembar Samurai, mengendus ada yang tidak beres di atas tanah ini. Kami mendengar kabar bahwa masyarakat sekitar danau menjerit karena  lahan mereka  yang terkena dampak pembangunan tanggul Danau Siombak, tapi ganti rugi tanahnya mandek, tidak transparan, dan saling lempar tanggung jawab antara BPN dan Pemko Medan! Kalian memang sadis!”
.
Opung Badak Purba langsung tersedak pisang goreng. Kulit badaknya yang tebal mendadak keringat dingin. “Tenang dulu, Nona Serow… Itu kan urusannya para manusia , bukan urusan kita sebagai hewan” kilah Opung Badak sambil mencoba tersenyum ramah.
Nona Serow menggebrak meja kayu hingga cangkir kopi bergetar. “Tidak bisa begitu, Opung!. Sebagaimana kesepakatan dengan bos kami ke-2 samurai waktu lalu disini, kami akan hibah Rp.10 triliun untuk renovasi danau siombak ini asal kesejahtraan masyarakat sekitar terjamin. Termasuk rencana membangun instalasi pupuk organik komunal dan konsep Agro Eco Tourism  yang dipercayakan nanti kepada  Sdr. Ferianto Manurung! Tapi bagaimana kami bisa menanamkan modal dan membangun kejayaan ekonomi di sini jika urusan dasar seperti hak atas tanah warga saja masih digerogoti ketidakpastian hukum dan mentalitas rawan korupsi? Ingat, skor SPI Kota Medan kalian masih tertahan di angka rentan!”, mata nona Serow tajam menatap Opung dan mengeluarkan selembar dokumen resmi berstempel Kekaisaran Honshu.
.
“Ini peringatan terakhir. Jika masalah ganti rugi lahan tanggul warga ini benar-benar menjadi ajang bancakan atau tidak diselesaikan secara jujur dan transparan, maka Rencana Hibah Total Rp10 Triliun untuk Danau Siombak resmi KAMI BATALKAN! Kami tidak sudi uang hibah kami mengalir ke kantong-kantong manusia serakah,” ancam Nona Serow tegas.
Opung Badak Purba terdiam. Angin Danau Siombak berhembus kencang membawa kecemasan. Jika hibah ini gagal, maka mimpi masyarakat Marelan untuk memiliki transportasi LRT, boulevard Nippon Raya yang mulus, amfiteater apung sekelas Marina Bay, hingga sekolah vokasi maritim gratis bagi anak-anak nelayan akan sirna seketika. Warga sekitar danau yang sangat membutuhkan perubahan ekonomi dan pembebasan dari kelangkaan pupuk kimia akan tetap terjebak dalam kubang lumpur kemiskinan yang sama.
“Dasar manusiaaa!, tidakah mereka diam dan bekerja baik, kalau sudah seperti ini akhirnya masyarakat juga yang repot”, teriak Opung hingga suaranya mengejutkan hewan hewan air danau siombak, Nona Serow menunduk diam.
.
Opung Purba keluar warung menghadap danau siombak, wajahnya tegang, kemudian berteriak lagi dengan lebih keras, 
“Boi do hamu tektek (serakah), alai unang ma susahi halak na torop (masyarakat)! Bidang do tabo molo ianggap halak Medan Marelan on kotor, gale manajemen birokrasi, jala parrapot hukum na rari. Maila hita! Ndang dope salpu harian i taringot tu na diondingkon sahalak parsingkola na matua (78 taon) di RSU Eshmun Medan Marelan. Ro muse barita sipaingot banjir pesisir na naeng ro alai didok halak hoaks, jala ro muse barita taringot tu na rari judi ikan di Dalan Speksi, Kelurahan Rengas Pulau. Saonari, ro muse parsoalan ganti rugi tano di humaliang Danau Siombak. Ale Tuhan, marpamuati ma roham di hami!“

“…. Kalian boleh serakah namun jangan merugikan masyarakat, wajar jika Medan Marelan bagi daerah lain itu dianggap kumuh dan lemah manajemen birokrasi dan penegakan hukumnya. Ini memalukan. Belum kemarin muncul kasus  penelantaran seorang pasien lansia (78 tahun) di RSU Eshmun Medan Marelan. Muncul lagi kasus Peringatan banjir pesisir yang akan datang yang dianggap hoaks, , muncul lagi berita maraknya judi ikan di Jalan Speksi, Kelurahan Rengas Pulau, Sekarang soal  ganti rugi tanah sekitar danau siombak. Tuhan maafkan kami!”

Tentang Koran Jokowi 4580 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan