Suratman,#SahabatKPK!,
“JAS MERAH BUPATI PERTAMA BATANG HARI – JAMBI?”
Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah!
Menyongsong Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-81
Sebuah refleksi mendalam untuk tidak melupakan fondasi awal yang berdarah-darah di Bumi Serentak Bak Regam, Kabupaten Batang Hari. Setiap kali riuh bendera merah putih berkibar menyambut HUT RI ke-81, ingatan kita sering kali terpaku pada gemerlap pembangunan masa kini. Namun, sejarah adalah rantai yang tak boleh putus. Kalimat legendaris Bung Karno, “JAS MERAH” (Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah), adalah alarm bagi kita semua agar tidak amnesia terhadap sosok-sosok sunyi yang babak belur membangun fondasi awal daerah kita.

Di Kabupaten Batang Hari, nama Nurdin (Bupati pertama, periode 1950–1952) sering kali luput dari ingatan, tertimbun oleh nama-nama besar suksesornya. Banyak yang lupa bahwa ia adalah seorang martir sejarah yang memimpin bukan di atas karpet merah, melainkan di atas puing-puing sisa perang.
Berikut adalah sisi kemanusiaan, geopolitik, dan realitas pahit perjuangan Bupati Nurdin yang jarang ditulis di buku sejarah sekolah:
## 1. Memimpin di Tengah “Trauma Sosial” Pasca-Agresi Militer Belanda
Saat Nurdin menerima mandat pada tahun 1950, luka masyarakat Batang Hari masih sangat basah. Wilayah ini baru saja keluar dari neraka Agresi Militer Belanda II (1948–1949).
* Kondisi ekonomi hancur lebur, infrastruktur lumpuh, dan stabilitas keamanan sangat rapuh.
* Masyarakat lokal saat itu dilanda ketakutan, trauma psikologis mendalam, dan krisis kepercayaan yang akut terhadap aparatur pemerintahan baru.
* Tugas terbesar Nurdin kala itu bukanlah mengetok palu regulasi atau membangun gedung, melainkan menjadi “penyembuh sosial”. Ia harus meyakinkan rakyat yang trauma bahwa negara Indonesia ini nyata, aman, dan berpihak pada mereka.
## 2. Jabatan “Nomaden” Tanpa Ibu Kota yang Pasti
Banyak orang membayangkan seorang bupati pertama langsung bekerja dengan nyaman di kantor pemerintahan Muara Bulian. Realitasnya sangat kontras: Bupati Nurdin memimpin tanpa memiliki pusat pemerintahan (ibu kota) yang pasti.
* Pada masa jabatannya, status legalitas pusat komando Daerah Tingkat II Batang Hari masih mengambang dan belum menetap.
* Beban psikologisnya luar biasa. Beliau adalah “Bupati Musafir” yang harus mengurus administrasi wilayah yang luas di Jambi, mengonsolidasikan rakyat, namun secara fisik posko kepemimpinannya sendiri belum memiliki rumah legal yang tetap.

3. Pemimpin di Daerah yang “Belum Punya Hak Otonom”
Dari sudut pandang hukum tata negara, posisi Nurdin sangat menjebak. Ia dideklarasikan sebagai bupati pertama, tetapi memimpin daerah yang secara yuridis belum memiliki otonomi penuh.
* Undang-undang pembentukan daerah otonom Batang Hari yang mapan baru diakui secara kuat bertahun-tahun setelah beliau turun jabatan.
* Artinya, setiap kali ingin mengambil kebijakan taktis, Nurdin harus berhadapan dengan birokrasi berlapis dan selalu tunduk di bawah bayang-bayang otoritas Residen Jambi serta Provinsi Sumatera Tengah. Beliau mendayung di tengah ketiadaan payung hukum independen yang kuat untuk wilayahnya sendiri.
## 4. Menghadapi Pusaran “Ego Wilayah” Sumatera Tengah
Pada era 1950–1952, Karesidenan Jambi (termasuk Batang Hari) masih dipaksa bergabung di bawah payung besar Provinsi Sumatera Tengah.
* Posisi Nurdin secara politik sangat terjepit. Beliau harus memutar otak dan berdiplomasi dengan sangat keras agar anggaran pembangunan dari pusat bisa menetes ke Batang Hari.
* Kala itu, alokasi dana dan perhatian politik didominasi oleh wilayah Sumatera Barat dan Riau yang menjadi poros kekuatan Sumatera Tengah. Keberhasilan Nurdin menjaga Batang Hari tidak mati kelaparan dan tetap berjalan di masa transisi ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa sunyi.

Bupati Nurdin bukanlah seorang pejabat yang menikmati fasilitas negara, melainkan seorang pionir penanggung beban sejarah. Beliau menanggung beban paling berat: membangun fondasi dari sesuatu yang belum berwujud demi masa depan Batang Hari yang kita nikmati hari ini.
Namun hingga saat ini tidak ada upaya maksimal dari 14 Bupati sesudahnya untuk mengoreksi situs Wikipedia yang ‘tidak’ memuat foto beliau, hanya berupa siluet kosong (anonymous icon).Jas Merah! Jangan-jangan, kita tidak hanya melupakan sejarahnya, tapi kita memang sudah masa bodoh dengan esensi terkecil dari rasa hormat itu sendiri. Mari kita tuntut diri kita sendiri untuk mencari tahu, karena bangsa yang besar tidak akan membiarkan wajah pahlawannya menjadi kolom kosong yang terlupakan!
“SEMOGA DI ERA BUPATI SAAT INI, MUHAMMAD FADHIL ARIEF,SE. foto beliau dapat ditemukan bagaimana pun caranya. Apalagi saat ini jumlah PNS + PPPK Pemkab > 10.000 dan APBD > Rp.1,29 triliun”, tutup KordNas – Arief PS.
Al fatihah untuk beliau, semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT – Tuhan YME. Surgalah tempatnya,
Al fatihah, aamiin yra.
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour







“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan aka ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl.15 Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==========
Suratman, #SahabatKPK!, “MENGAPA DI KAB.BATANG HARI MASIH ADA KORUPSI!?”
- #SahabatKPK! “TIGA KABINET PENGAWAL RAKYAT !?”
- #SahabatKPK!, “WALIKOTA BANDUNG PUSING, RIBUAN BADAK PUTIH PURBA TURUN GUNUNG!?”
- Jumadi/Supran,#SahabatKPK!,”KASUS 44% KORUPSI DI LANGKAT SUDAH DIINGATKAN OPUNG BINTURONG!?”
- #SahabatKPK!, “TAHUN 2029 PRESIDEN SIPIL ATAU MILITER?”
- #SahabatKPK!, “KOK, MAKSA KAPOLRI DIGANTI. ANEH LU BRO !?”
- #SahabatKPK!, “KAMI MENOLAK LOMBA UNTA !”
- #SahabatKPK!, “MAS BAHLIL GANTENG, KEMANA?”
- #SahabatKPK!, “MEMBANGUN KOPDES KONSEP RAMAH OMELAN !?”
- Gusmar,A. #SahabatKPK!, “INI SI PENYEBAB BANJIR SOLOK!?”
- Ali,M/Mawardi,N#SahabatKPK!, “SETELAH CAFE JORING, LANJUT KE PETI KAB.MADINA?”
Be the first to comment