#RepublikFabeliano, “AHAHAHA, SEKARANG MAU APA LAGI !?”

#RepublikFabeliano,

“AHAHAHA, SEKARANG MAU APA LAGI !?”

.

PN Jakarta Timur, Tgl. 5 November 2026.
Kepada Yth ,
Para Relawan Republik Fabeliano & Koranjokowi.com
Cc. -Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni
-Redaksi Koranjokowi.com
di tempat
.
Kami, Saya –  Nona Anoaoni , Anoa (Bubalus sp.) atau kerbau kerdil asal Sulawesi  dan pulau Buton selaku Kadiv Media Istana  Fabeliano  dan  Harising  – Peranakan Harimau Bali (Panthera tigris balica) dan Singa -(Panthera leo) asal India yang juga selaku   Wakadiv Media Istana Fabeliano  saat ini masih di area PN Jakarta Timur mungkin malam ini kami akan kembali menginap dirumah family di   Taman Margasatwa Ragunan , Jakarta selatan yang luasnya > 127 hektar dan berpenghuni lebih dari 2.281 ekor hewan,  melaporkan sbb:
.
Sampai dilokasi kami kaget karena hadir pula ribuan para relawan dari Republik Fabeliano dan mereka tertib diluar gedung sedangkan kami harus kedalam sesuai idcard pengunjung. “Nanti malam kita kumpul di Ragunan ya”, kata mereka kami mengangguk dan bergegas kedalam gedung.
Berikut laporan kami atas liputan sejak pagi hingga pkl.21.22

Pada hari Kamis, 5 November 2026, pkl.08.30 – Presiden ke-7 RI Joko Widodo hadir  di PN Jakarta Timur untuk memberikan keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait tuduhan ijazah palsu. 
.

Berikut detail persidangan yang berlangsung hari ini:

Terdakwa: Persidangan ini melibatkan dua terdakwa dalam berkas terpisah, yaitu Roy Suryo (sidang pagi pukul 09.00 WIB) dan dr. Tifauzia Tyassuma / Dokter Tifa (sidang siang pukul 14.00 WIB). 

Agenda Sidang: Jokowi datang untuk membuktikan keaslian dokumen pendidikannya dengan menunjukkan langsung seluruh ijazah aslinya mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga ijazah S1 dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di hadapan majelis hakim

Mantan rawa
Sebelum berkembang menjadi pusat pemerintahan, sebagian besar kawasan Penggilingan dan Cakung secara historis merupakan daerah dataran rendah yang didominasi oleh persawahan, rawa-rawa (seperti Rawa Bebek atau Rawa Badung), serta lahan kosong.“Bahkan leluhur kami, para buaya rawa dan monyet owa banyak yang berasal dari sana. Disana juga banyak siluman lain yang telah ada sejak   ribuan tahun. Itu wilayah suci maka setiap siapapun yang membawa amarah maka akan cilaka”, demikian Bang Bura – Sesepuh Buaya Rawa yang juga Utusan Presiden Urusan Hewan Era Batavia Republik Fabeliano malam saat bertemu di Ragunan.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) berakar dari pemekaran wilayah hukum peradilan di DKI Jakarta sejak thn.1970 hingga  23 Maret 1978. Momen inilah yang menandai berdirinya PN Jakarta Timur secara independen. Setelah berpisah, PN Jaktim sempat menempati gedung di Jalan Jenderal Ahmad Yani No. 1, Pulomas (yang kini menjadi Graha Mahkamah Agung).
.
Sebagai salah satu pengadilan di ibu kota, PN Jaktim kerap menggelar persidangan kasus-kasus besar berskala nasional yang melibatkan pejabat, mantan menteri, hingga tokoh politik. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1.Roy Suryo (Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga)
Waktu Sidang: Akhir 2024 (Kasus Meme Stupa) & November 2026 (Kasus Ijazah). Kasus: Selain menjadi terdakwa dalam sidang ijazah palsu melawan Jokowi hari ini, Roy Suryo beberapa tahun sebelumnya (2022-2023) juga pernah disidang di PN Jakarta Timur atas kasus unggahan meme patung stupa Borobudur yang menyerupai Jokowi, di mana ia divonis bersalah atas dakwaan menyebarkan informasi yang memicu permusuhan suku, ras, dan agama (SARA).
2.Habib Rizieq Shihab (Tokoh Politik / Eks Pimpinan FPI).
Waktu Sidang: Maret – Juni 2021.Kasus: PN Jakarta Timur menjadi pusat perhatian nasional saat menggelar rentetan sidang perkara pelanggaran kekarantinaan kesehatan pasca-kepulangan Rizieq Shihab dari Arab Saudi. Kasus yang disidangkan meliputi kerumunan massa di Petamburan, kerumunan di Megamendung, hingga kasus penyebaran berita bohong terkait hasil tes usap (swab) di RS Ummi Bogor.
3.Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti (Aktivis HAM & Tokoh Publik).
Waktu Sidang: April 2023 – Januari 2024.Kasus: Kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. Kasus ini bermula dari pembahasan video podcast mengenai kajian bisnis militer di Blok Wabu, Papua. Sidang ini berakhir dengan vonis bebas bagi kedua aktivis tersebut di tingkat pertama PN Jaktim.

Suara Rakyat yang Pernah Dipercaya

Sebelum gaduh soal kertas, ada fakta yang tak bisa dihapus:

Pilpres 2014 — Jokowi-JK menang dengan 70.997.851 suara (53,15%)

Pilpres 2019 — Jokowi-Ma’ruf Amin menang lebih besar: 85.607.362 suara (55,50%)

Lebih dari 156 juta rakyat Indonesia memilihnya menjadi pemimpin negeri ini. Bukan karena kertas di dinding — melainkan karena kerja nyata yang dilihat rakyat. Namun sebaliknya bagi mereka yang kalah, entah berapa miliar kata dan narasi yang mereka hembuskan diruang publik hingga saat ini. Dan mereka menikmati ‘cuan-cuan’ yang didapat sebagai narasumber di televisi, podcast, youtube dsb. Ahahah.

Dari Mana Bermulanya Keributan?

Isu soal ijazah ini bukan muncul kemarin sore:

2019 — saat masih menjabat, isu mulai berbisik pelan di media sosial, tapi diredam kepercayaan publik

Setelah pensiun 2024 — desas-desus makin keras. Roy Suryo, Eggi Sudjana, Dokter Tifa, dan lainnya mulai menyebarkan narasi ijazah palsu

9 Desember 2024 — laporan dugaan ijazah palsu masuk ke kepolisian dari pihak yang mempertanyakan

30 April 2025 — Jokowi melaporkan balik pihak-pihak yang menyebarkan berita bohong ke Polda Metro Jaya

17 Juli 2025 — Mantan Rektor UGM Sofian Effendi mencabut pernyataannya yang sempat meragukan, memohon maaf dan mengakui kebenaran surat Rektor Ova Emilia

11 Oktober 2022 & berulang kali — Rektor UGM Ova Emilia menegaskan: data akademik lengkap, terdaftar sejak 28 Juli 1980, lulus 23 Oktober 1985, nomor mahasiswa jelas, ijazah sah dan asli

Januari 2026, Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) untuk Eggi Sudjana resmi diterbitkan oleh Polda Metro Jaya.

14 April 2026.Penyidikan terhadap Rismon Sianipar resmi dihentikan melalui penerbitan SP3

Kronologi Menuju Ruang Sidang

Polisi memproses laporan, menetapkan Roy Suryo, Dokter Tifa, Rismon Hasiholan, dan kawan-kawan sebagai tersangka penyebaran berita bohong

Kasus berlanjut ke Pengadilan Negeri Jakarta Timur

Kamis, 5 November 2026 — hari yang ditunggu: Jokowi hadir sendiri sebagai saksi, bukan mengutus orang lain

Momen yang Bicara Sendiri

Jaksa memperlihatkan ijazah ke majelis hakim. Lalu Jokowi meminta izin:

“Kalau diperkenankan, saya mau menunjukkan kepada pengunjung juga, Yang Mulia. Karena saya sudah berjanji untuk menunjukkan ijazah dari SD, SMP, SMA, hingga S1 saya.”

Diizinkan. Ia mengangkatnya tinggi-tinggi — satu per satu, dari SD sampai Sarjana Kehutanan UGM — di hadapan pengadilan, awak media, pengunjung, dan juga Roy Suryo yang berdiri tak jauh dari sana

Roy tertawa. Tapi kertas itu tetap diam, tetap asli, tetap sah.

Lalu Sekarang Mau Apa Lagi?

Rektor UGM sudah menegaskan. Mantan rektor yang meragukan sudah mencabut dan memohon maaf. Polisi sudah memproses. Pengadilan sudah mendengar. Jokowi sudah datang, sudah menunjukkan, sudah membuktikan — sesuai permintaan mereka sendiri. Rakyat sudah memilihnya dua kali, dengan ratusan juta suara. Kini bukti fisik sudah diangkat ke udara, terlihat semua mata.

Lalu sekarang mau apa lagi?

Apakah yang diinginkan bukanlah kebenaran, melainkan sekadar terus membenarkan keributan? Apakah yang dicari bukan jawaban, melainkan alasan untuk terus menuduh?. Ijazah sudah diangkat. Janji sudah ditepati. Pintu sudah dibuka.

Sekarang giliran mereka yang menuduh, bukti apa yang mereka miliki?

[tiba tiba kami melihat ada bayangan misterius berkelebat diruang sidang, apakah ini penampakan dari para leluhur tanah yang kami pijak ?]

‘Cpreett !

Kamera tiba tiba mati

Sementara ini laporan kami, demikian terimakasih.

Ikan hiu muter muter, see you later.

Dari Bandung Kita Lawan!

(Red-01/Foto.ist)

FOTO BICARA INDONESIA

“Ijasah Jokowi & Relawan Yang Mau Makar?”

  “Ijasah Jokowi & Relawan Yang Mau Makar?” “Ijasah Jokowi & Relawan Yang Mau Makar?”

FOTO BICARA INDONESIA

“NASIB SI PEMBURU IJASAH JOKOWI”

“Nasib Si Pemburu Ijasah Jokowi”

EDITORIAL

IJAZAH JOKOWI & 4 KASUS IJAZAH DUNIA

IJAZAH JOKOWI & 4 KASUS IJAZAH DUNIA Di sini kami tidak bicara tentang pro-kontra ijazah Jokowi karena semua masih dalam proses hukum. Mau asli atau tidak pun, kami tetap menggaungkan #2029MenolakJokowiCapreskanPrabowo!, ehehe. Teman-teman relawan di […]

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour 
| #RepublikFabeliano | #Gibranism | #DariBandungKitaLawan! | #Karhutla2026
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl. 5  November  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=

=====

Tentang Koran Jokowi 4583 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan