PAK PRESIDEN, …. SUMATERA UTARA FOOD ESTATE  ‘HANYA MIMPI’ BAGI PETANI PERCUT SEI TUAN DELI SERDANG PROV.SUMUT !?

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 80

PAK PRESIDEN, …. SUMATERA UTARA FOOD ESTATE  ‘HANYA MIMPI’ BAGI PETANI PERCUT SEI TUAN DELI SERDANG PROV.SUMUT !?

KoranJokowi.com, Sumut :  Panen padi impian para petani seperti itulah yang dirasakan masyarakat desa Cinta Damai dan beberapa desa di kecamatan Percut sei tuan , kabupaten Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara DENGAN HASIL YANG BAIK MAKA KESEJAHTRAAN DAN EKONOMO PARA PETANI DESA PUN AKAN TERCAPAI.

Tapi apalah daya program pemerintah belum total berpihak bagi para petani, seperti yang dirasakan B.Sinaga, seorang ibu warga desa setempat,  ketika waktu panen dari hasil sawah  10 rante hanya 30 satu goni/karung padi yang pergoni rata-rata 70 kilogram dan harga gabah basah  Rp.4300,-

Kalau dilihat dari hasil tidak sesuai dengan biaya untuk mengelola persawahan mulai dari benih sampai panen ditambah langkanya pupuk urea bersubsidi dan mangkraknya saluran irigasi  selama 25 tahun sepanjang 4 KM belum lagi adanya penyakit kresek.

Sepertinya dinas pertanian Kab.Deli Serdang maupun dinas pengairan Provinsi Sumatra utara tidak perduli?, yang jelas saat KoranJokowi .com melihat langsung saat panen padi di desa itu raut wajah para petani termasuk B.Sinaga kurang puas dengan hasil panen padi dari  10 rante hanya 30 satu karung.

“Saya mengerjakan sawah 5 rante di desa Pematang lalang kecamatan Percut seituan dengan hasil panen hanya 13 goni/karung padi dan per-goni  70 kilo gram dengan sewa per-rante Rp.300.000. Rugi saya bang, tolong bantu kami bang “, ucap Tomson Purba-32 tahun kepada kami.

Oh ya ada yang terlewat, Penyakit kresek/hawar adalah penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Xanthomonas sp. yang menyerang tanaman padi. Gejalanya : daun mengering seperti melepuh. Mulai dari ujung daun kemudian meluas hingga tengah daun. Bila serangan sudah akut maka seluruh helaian daun bisa mengering seluruhnya. Dan tanaman akhirnya mati. Biasanya tanaman yang berumur muda, sangat mungkin terserang penyakit kresek dengan gejala akut.

Dalam bahasa Inggrisnya,  Penyakit kresek/hawar disebut sebagai  Bacterial Leaf Blight. Penyakit hawar daun bakteri. Bila menyerang tanaman muda yang berumur dibawah 30 hst disebut kresek. tapi bila sudah memasuki stadia lanjut disebut hawar daun.

Dalam beberapa sumber disebutkan,  penambahan bahan organik dan pemberian pupuk hayati yang mengandung berbagai mikro organisme yang menguntungkan sangat diperlukan. Tujuannya, agar bisa menggeser mikroorganisme jahat yang merugikan tsb.

Menghindari lingkungan lembab yang menyebabkan bakteri ini dapat berkembang dengan baik. Solusinya adalah dengan pemberian/penyemprotan pestisida nabati/alami seperti bawang putih, jahe, dll secara serius dan ‘berkesinambungan’ sebagai antisipasi awal sangat dianjurkan. Tujuannya agar tercipta kondisi yang hangat di areal persawahan tsb. Dengan demikian, laju perkembangbiakan bakteri ini bisa dikurangi. Dan penambahan pupuk hayati setelah itu sangat dianjurkan.

Pertanyaannya, sudahkan Dinas Pertanian Pemkab Deli Serdang atau Pemprov Sumut melakukan ini dengan baik dan rutin?. Jadi bagai mana akan tercipta program  “Sumatra Utara  Food Estate’,sementara dilapangan banyak persoalan yang tidak pernah ada solusi termasuk membasmi Penyakit Kresek dan Mafia Pupuk Bersubsidi. ‘Mainkan Pak Presiden , kami menunggu langkah bapak. Salam hormat dari warga Kab. Deli Serdang untuk Bapak, Ibu dan seluruh keluarga….  (H.Manullang/Foto.ist)

Tentang RedaksiKJ 901 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan