Ninoy Karundeng : “Jokowi Dengan Strategi ABAS alias Asal Bukan Anis Baswedan !?”

Ninoy Karundeng :

“Jokowi Dengan Strategi ABAS alias Asal Bukan Anis Baswedan !?”

Koranjokowi.com, OPini:

Lama saya telah menyukai karya-karya jurnalistik relawan Jokowi senior ini, ya, namanya Ninoy Karundeng  yang merupakan salah satu dari 13 penulis yang diundang oleh Presiden Joko Widodo ke Istana Negara pada 19 Mei 2015. Namanya semakin viral saat terjadi demo dan kerusuhan Indonesia September 2019, ia diculik, disekap dan dipukuli oleh ‘orang – orang yang tidak menyukainya.

Ninoy Karundeng

Berikut adalah salah-satu tulisannya yang juga maaf ada beberapa yang saya edit untuk menyederhanakan namun semoga  tidak mengurangi ‘pesan’ didalamnya. Check it dot..

Sedang viral efek Koalisi Besar digagas Presiden Jokowi yang disebut ‘upaya ampuh’ menekan  koalisi NasDem, PKS, dan Demokrat dengan capresnya, Anies Baswedan . Ekstrimnya, ini upaya menghentikan Anies Baswedan menang dalam Pilpres 2024. Selain cara lain yakni menyeret Anies Baswedan lewat kegilaan kasus Formula-E, kelebihan bayar dan lain-lain. Yang sayangnya sampai detik ini KPK, Kejaksaan Agung dan Polri tidak berani terhadap Anies Baswedan.

Karena lawan yang dihadapi oleh Ganjar dan Prabowo adalah Anies Baswedan, antek Amerika Serikat. Koalisi pengusung Anies Baswedan juga mengerikan. NasDem representasi kapitalisme dan pragmatisme politik. PKS wakil fundamentalisme Islam Ikhawanul Muslimin dengan kiblat Partai AKP di Turki. Partai Demokrat adalah peternak radikalisme, pembesar ormas teroris FPI dan HTI, hingga menteri Adyaksa Dault pun menjadi bagian HTI.

Jokowi melihat parpol waras dan nasionalis harus bersatu. Perseteruan internal harus dibuang. Soal Israel dan Piala Dunia U-20 akan terkubur; ada prioritas. PDIP diundang menjadi bagian dari kekuatan untuk menghentikan Anies Baswedan.

Ucapan terima kasih Anies Baswedan kepada partai pengusung: Partai Nasdem, Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Terpampang logo ketiga partai tersebut dengan teks di bawahnya: Koalisi Perubahan kini telah memenuhi syarat presidential threshold minimal 20%. Tampak di atas berurutan wajah ketua umum masing-masing partai: Surya Paloh, Agus Harimurti Yudhoyono dan Ahmad Syaikhu, sementara wajah Anies di pojok kanan bawah.

Indonesia jangan sampai jatuh ke tangan Anies Baswedan. Anies Baswedan adalah kaki tangan Amerika; dengan segala aktivitas sejak SMA sampai kuliah. Anies Baswedan satu irama dengan Jeffrey Winters, agen CIA yang suka ngompori kelompok Islam dan kalangan kampus untuk melawan Jokowi.

Pun, makin benderang ketika PKS mulai menghadap ke Washington, gambaran untuk men-syuriahkan Indonesia menjadi lebih jelas. PKS pun rapat kerja di negara berideologi IM, Turki. PKS adalah kembaran AKP di Turki.

Belum lagi Jusuf Kalla di belakang Anies Baswedan. JK ini memiliki kepentingan ekonomi dengan menggunakan ideologi dan jaringannya membangun dukungan terhadap Anies Baswedan. Seperti ketika menjadikan Anies Baswedan Gubernur DKI Jakarta. Politisasi masjid dan agama menjadi alat bagi geng ini. Ini jelas meresahkan.

Di belakang Anies, pendukungnya adalah gerombolan teroris seperti FPI, HTI, Ikhwanul Muslimin (IM), NII, dan Wahabi. Mereka solid mendukung Arab Yaman ini.

Kini, timbul kesadaran untuk capres Ganjar dan Prabowo menjadi isu utama. Gerindra kekueh mencapreskan Prabowo. PDIP akan mencapreskan Ganjar yang telah lulus test; ikut garis partai PDIP dan konstitusi. Prabowo-Ganjar atau Ganjar-Prabowo menjadi isu utama. Demi melawan Anies.

Memang paling praktis adalah menyeret Anies. Atau pada detik akhir, NasDem membuang Anies, lalu NasDem bergabung dengan KIB untuk menciptakan dua pasang capres-cawapres. Yang keduanya all Jokowi men.

[Cek Fakta] Tengku Zul Minta Anies Baswedan Mundur agar Jakarta Bisa Segera Ditata oleh Orang yang Pantas? Ini Faktanya

Namun, jika tidak mampu mengajak Suryo Paloh masuk dalam scenario all Jokowi men, karena Suryo Palog merasa Anies Baswedan dianggap sangat kuat, dan pasti menang, maka Anies harus dihadapi oleh Koalisi Besar.

Kini saatnya PDIP memainkan kekuatan kartu as-nya. Soal Ganjar-Prabowo atau Prabowo Ganjar tidak penting karena keduanya nasionalis. Mahfud MD pun bisa menjadi calon alternatif kompromistis yang kekuatan daya tariknya melebihi Ma’ruf Amin di kalangan Islam. Intinya ABAS alias Asal Bukan Anis Baswedan.

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

 

 

Tentang RedaksiKJ 3837 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan