” Saat Sumpah di Bawah Kitab Suci Kalah oleh Kilau Rupiah”
Koranjokowi.com, #Sahabat KPK!:
Pernah nggak sih kalian liat video pelantikan pejabat? Vibes-nya sakral banget, kan? Jas rapi, muka serius, terus ada momen kitab suci ditaruh di atas kepala sambil mereka janji bakal amanah dan nggak korupsi. Tapi plot twist-nya, data KPK tahun 2025 kemarin justru bikin kita geleng-geleng: ada 118 tersangka korupsi baru yang sebagian besar adalah ASN/PNS.
Total uang rakyat yang berhasil diselamatkan KPK emang nggak main-main, nyampe Rp1,5 triliun! Tapi jujur, angka triliunan itu sebenernya “red flag” besar buat moralitas birokrasi kita. Kenapa sih, kilau rupiah bisa secepat itu bikin orang lupa sama sumpah yang mereka ucapin atas nama Tuhan?
Buat Gen Z, integritas itu basic. Tapi buat oknum-oknum ini, sumpah jabatan kayaknya cuma dianggap disclaimer formalitas atau “konten” seremonial doang. Pakta integritas yang ditandatangani di atas materai pun cuma jadi kertas pajangan yang nggak ada harganya dibanding tumpukan uang di bawah meja. Masalahnya, korupsi di kita itu seringnya “mabar” alias berjamaah. Jadi kalau ada satu orang yang pengen jujur, malah sering dianggap aneh atau “nggak asik”. Akhirnya, rasa takut sama Tuhan kalah sama rasa takut dikucilkan sirkel atau takut nggak dapet “cuan” tambahan buat gaya hidup.
KPK emang udah keren bisa narik balik uang negara triliunan rupiah, tapi kita nggak bisa cuma ngandelin penangkapan doang. Kita butuh perubahan sistem yang nggak ngasih celah buat orang jadi “toxic”. Sumpah di bawah kitab suci harusnya jadi benteng terakhir, bukan malah jadi hiasan pas foto pelantikan doang. Kalau janji atas nama Tuhan aja udah dianggap angin lalu, terus kita mau percaya sama siapa lagi? Udah saatnya jabatan itu dijadiin amanah, bukan ladang buat nyari kekayaan instan. Karena pada akhirnya, korupsi itu bukan cuma “nyolong” uang negara, tapi juga ngerampok masa depan generasi kita.
Stay clean, stay woke!
Udah ah segini aj, besok kita lanjut lagi, okeh?
(Red-01/Foto.ist)
============
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, tgl. 6 Juni 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment