Nusron Wahid, “Menanti Jokowi – Hj.Megawati Bersatu lagi?”

Nusron Wahid,

“Menanti Jokowi – Hj.Megawati Bersatu lagi?”

Koranjokowi.com, OPINi:

Salah satu politisi muda yang saya idolakan sejak lama adalah KH, Nusron Wahid (NW) , mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor dari 2010 – 2015 dan mantan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) (2014–2019) yang kini masih aktif di DPRRI dari fraksi Golkar. Sepanjang pengamatan saya, NW  kerap tampil ‘santuy namun selalu menang ditikungan. Baik dalam acara debat formal atau tidak, diruang tertutup dan terbuka. 

Nusron Tantang Anies Soal Kecurangan Pemilu: Jangan Cuma Menuduh, Buktikan!

Mau bukti?,

Saya masih ingat saat Ahok dihajar habis-habisan tahun 2016 karena dianggap menistakan Al Quran, NW tampil kedepan membela Ahok, baik langsung maupun melalui media. Kata NW saat itu,  Dari rekaman utuh satu jam itu, kata dia, tidak ada satu pun rangkaian kalimat yang menyatakan Ahok melakukan penistaan terhadap Al Quran. “Ahok justru memberikan edukasi kepada rakyat agar memilih secara cerdas. Ahok mengedukasi warga agar jangan mau dibohongi oleh orang yang memolitisasi agama. Jadi, yang dituju atau dimaksud Ahok adalah orang yang membohongi. Bukan berarti ayat Al Maidah yang bohong. Justru Ahok menempatkan ayat suci secara sakral dan adilihung. Bukan alat agitasi dan kampanye yang mendeskreditkan, Video itu direkayasa, dipotong. “ ujar NW.

Yang ke-2,  saat NW menjabat sebagai Sekretaris Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Gibran, dia berani ‘mendamprat’ TimSes Anies Baswedan – Cak Imin yang kerap mengatakan ‘curang ,” Curang, curang, curang !, kecurangan pemilu merupakan bagian dari tindak pidana. Sehingga pembuktian merupakan hal yang penting, itu saja. Punya nggak buktinya?”

Saat ini NW juga masih menjadi trending di sosial media karena selalu menganjurkan dan mendukung adanya  rekonsiliasinya antara Presiden Jokowi dan Hj.Megawati demi bangsa dan negara besar ini diwaktu mendatang. Sekaligus NW juga mengkritisi Sekjen PDI Perjuangan –  Hasto Kristiyanto  yang masih sibuk ‘menyerang Jokowi, NW menyatakan bahwa  Hasto dianggap  terlalu berlebihan. “Ini sudah berlebihan. Dosisnya kelebihan, pertemuan antara Jokowi dan Megawati adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari. Titik-titik pertemuan kepentingan antara Pak Jokowi dan Bu Mega ini akan terjadi. Setiap orang termasuk Mas Hasto Kristiyanto memiliki rasa sakit hati,” katanya.

Meskipun demikian NW yakin bahwa akhirnya kebaikan bersama untuk bangsa dan negara akan memandu untuk memungkinkan pertemuan tersebut terjadi. Dalam konteks lebih luas, bahkan akan indah waktunya. “Pak Prabowo pasti membutuhkan mayoritas yang kuat dalam pemerintahan, akan lebih lengkap jika ada dukungan dari Ibu Mega dan Jokowi”, ungkapnya.

(Red-01/Foto.ist)

Lainnya,

@koranjokowi.com

@koranjokowi

“TAPERA UPAYA LENGSERKAN JOKOWI-PRABOWO?”

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan