Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano, “MBG & KOPDES KAB.SIMALUNGUN >RP.384 MILIAR !?”

Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano,

“MBG & KOPDES KAB.SIMALUNGUN >RP.384 MILIAR !?”

Sore tadi saya diminta KordNas Koranjokowi.com untuk meliput wawancara antara  Mama Mirah, – Utusan Presiden Republik Fabeliano Urusan PKK Hewan dan  Si Kembar Babi Tambun (Babun) 1 & 2, yang baru saja mendapat promosi sebagai Menteri Pekerjaan Umum & Khusus  Republik Fabeliano.
“Horas, Ibu Utusan Presiden , Mama Mirah yang kami hormati. Selamat datang di Kab. Simalungun, kabupaten sejuta tandatanya, ahaha. Oh ya bu, sesuai arahan Presiden Miss Pussy Noni di Istana Bandung, kami baru saja turun memantau infrastruktur hilir di Kab.Simalungun hingga perbatasan Asahan,” buka Babun 1 sembari menaruh laporan bersampul merah putih.
.
MENTERI MANTAN PREMAN
“Oh siap bapak menteri, maaf bagaimana saya membedakan mana Babun 1 mana Babun 2 ya?”, tanya Mama Mirah. ….”Babun 1 berkumis, Babun 2 pakai kacamata hitam”, jawab mereka bersamaan. …”Kenapa pakai kacamata hitam, bapak?”, …..”Sebelum direkruit ibu presiden, saya dulu Preman pasar Bosar Maligas, biasa bu, luka perkelahian dengan manusia mirip monyet!”, jawab Babun 2….. “Lah, masalahnya apa?”, ..Babun 2 diam, maka dijawab Babun 1. …. “Kami kembar, masa muda saya, lebih banyak di gereja. Kalau Dia hidup dijalanan, suatu hari ada kontraktor jalan yang curang, ditegur sama dia, saat spek-nya direkayasa agar untung. Kontraktor dan teman temannya melawan, karena terpepet dia angkat drum aspal yang panas itu dilemparkan ke musuh-musuhnya, sayang ada percikan aspal panas kena sebelah matanya. Dan Buta sampai saat ini”, Babun 2 manggut manggut.
Mama Mirah membetulkan duduknya sambil menepuk nepuk bahu Babun 2. “Wow, keren pak. Nanti saya usul ke ibu presiden untuk operasi mata ya. Oke, saya Mamah Mirah  menjabat sebagai Utusan Presiden Republik Fabeliano Urusan PKK Hewan, banyak emak-emak di nagori (desa) terus menerus bertanya kepada saya. Pajak rakyat dikuras triliunan untuk program megah di tahun 2026 ini, tapi kenapa anak-anak muda kita di Simalungun masih banyak yang luntang-lantung di kedai kopi tanpa pekerjaan?”
.
Data Kelam di Balik Megahnya Anggaran
Diskusi demikian hangat disertai sajian singkong rebus, mereka bertiga membedah rapor ketenagakerjaan manusia di Kabupaten Simalungun:

Total Penduduk Simalungun: Kini menembus 1.067.499 jiwa.

Kantong Kemiskinan: Bertahan di angka 8,4% – 8,8% (>76 ribu jiwa).

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berada di angka 5,35% > 53.000 orang yang ironisnya didominasi oleh pengangguran usia muda (angkatan kerja produktif lulusan baru).

“Ini ironis, Mama Mirah, Rekan sejawat kami di kabinet, Mbah Rebon selaku Menteri MBG & KopDes, punya gelontoran dana raksasa. Namun, mari kita hitung pakai kacamata investigasi, seberapa besar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) ini benar-benar menyerap pemuda lokal Simalungun, atau jangan-jangan medianya saja yang terlalu silau oleh angka proyek?!”
Simulasi Rantai Pasok Dapur Gizi (SPPG)
Mama Mirah mengetuk meja. “Mari kita buka skema teknis milik kementerian Mbah Rebon. Di Kabupaten Simalungun terdapat 32 Kecamatan. Artinya, idealnya akan berdiri 32 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mari kita hitung penyerapan tenaga kerja formalnya:”
Jika 1 Unit SPPG mampu menyerap 3 – 5 orang tenaga kerja manajerial. Total Penyerapan Teknis: 5 orang × 32 unit SPPG = 160 orang.

“Ternyata angkanya sangat terbatas, Mama Mirah!” Babun 1 terperangah.
“Bukan cuma terbatas, Babun,” sahut Mama Mirah tajam. “Sistem pengadaan di pusat menetapkan bahwa posisi-posisi strategis di SPPG itu diprioritaskan ketat bagi lulusan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI)  atau akademi bersertifikasi khusus. Anak-anak daerah Simalungun yang tidak punya akses ke sana, paling jauh hanya diserap sebagai buruh kasar harian lepas/relawan. Itu pun kalau pasokan logistiknya tidak disunat oknum satgas manusia!”.
.
Ilusi Ketenagakerjaan di Kopdes Merah Putih
Babun 2 kemudian membeberkan cetak biru Koperasi Desa (Kopdes). “Simalungun ini luas, kita punya sekitar 413 nagori/desa dan kelurahan. Jika di setiap desa berdiri 1 unit Kopdes, maka total ada 413 unit Kopdes.”
“Ayo kita kalikan lagi, Pak Menteri,” ajak Mama Mirah.
1 Unit Kopdes secara organik hanya dikelola oleh 3 – 4 orang pengurus inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara).. Total Penyerapan Inti: 4 orang × 413 unit Kopdes = 1.652 orang.

“Dan ingat,” tambah Mama Mirah, “Pengurus Kopdes itu pun harus lolos sertifikasi sistem digital nasional seperti SIMKopdes dan lagi-lagi mengutamakan lulusan terafiliasi pembinaan khusus atau SPPI Kopdes. Jika ditotal ,  penyerapan tenaga kerja formal terdidik lokal dari perkawinan MBG dan Kopdes di Simalungun sesungguhnya ‘belum atau tidak mampu’ menampung ledakan ribuan pengangguran usia muda di tanah ulayat ini!”
Jeritan dari Lapisan Hilir
Mendengar paparan itu, taring Si Kembar Babun 1 &2 bergesekkan geram. “Asal tahu saja, selama ini media manusia cuma sibuk pamer foto seremonial potong pita gedung dapur gizi dan bagi-bagi wadah makanan. Beda dengan Koranjokowi.com, yang vulgar namun berbasis data dan fakta. Ini yang disukai publik. Maka wajar jika viewersnya > 475.000 dalam dan LN”, kata Babun 1. “Ya bedalah lae ku, karena isinya para relawan, gak ada gaji, gak ada investor, enteng saja tulisannya tapi sakitnya tuh disini untuk para koruptor, ahaha, gitu kan bu Mirah?”
“Benar, biar Tuhan yang membalas ibadahnya . Kembali ke diskusi kita. Kecuali jika regulasi lokal berani dikunci demi mewajibkan kuota 80% tenaga kerja lokal non-sertifikasi masuk ke ekosistem hilir—mulai dari petani penyuplai sayur di Saribudolok, peternak ayam lokal, pekerjanya , materialnya dari desa setempat bukan dari konglomerasi yang tinggal di ujung dunia, dsb. Maka proyek triliunan ini  memang bermanfaat bagai masyarakat. Etika dan budaya adat jangan dilupakan, jika semua dilakukan oleh warga desa sekitar maka akan terhindar dari korupsi dan pemborosan anggaran. Ingat ini bukan produk kampanye Pilpres 2029 ya, belum lagi masih ada ratusan siswa yang keracunan MBG, bingung kita semua sebagai hewan!”
Diskusi break, karena Babun 2 pamit ke toilet,
namun hingga 15 menit lamanya Babun 2 belum kembali maka Babun 1 dan petugas studio pun menyusulnya ke toilet. Apa yang terjadi?, alamak Babun 2 tidur di toilet. “Bagaimana si Lae bisa tidur di toilet?”, tanya Babun 1 setelah duduk kembali keruang studio. “Maklumlah kami ini biasa dihutan, dingin kali AC  toiletnya “,jawab Babun 2. Sontak Mama Mirah dan Babun 1 sama berteriak “Mak!, toilet pun ada AC-nya, penghamburan anggaran. Jangan jangan fitness center didepan itu juga pakai anggaran negara!?Kulapor KPK nanti ini!”, ancam ke-2nya kepada petugas studio menyindir Fitness-center di Kemendagri senilai Rp.3,8 miliar.. “Ahahaha,…Kalian lupa ini  studio bukan milik pemerintah ini milik swasta, milik relawan Koranjokowi.com”, jawab kordinator studio. Mereka pun tertawa.
“Oke kembali ke laptop, Jadi, jika jumlah tenaga kerja lokal—khususnya usia muda—di Kabupaten Simalungun dengan adanya SPPG dan Kopdes maksimal hanya mampu menampung sekitar 1.812 orang tenaga kerja, sedangkan jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di daerah ini masih menembus angka hulu di atas 53.000 jiwa, lalu sisanya siapa yang bertanggung jawab? Ini yang seharusnya dijawab tegas dan jujur oleh Bupati Simalungu menuju thn.2029 yad!” pungkas Mama Mirah sembari menutup lembaran dokumen.
Babun 1 menyelak, “Jika hitungan penyerapan tenaga kerjanya bikin nangis, mari kita lihat berapa triliun uang pajak rakyat yang digelontorkan untuk membiayai bangunan fisik dan operasional mereka di Simalungun!. Ini semua kubuat rinci”, kemudian menyerahkan kopi dokumen kepada mereka berdua.
    • Anggaran 1 Unit Dapur SPPG: Untuk pembangunan fisik dan standardisasi satu unit dapur pelayanan gizi dibutuhkan dana sekitar Rp4,5 Miliar /unit.

      Total Anggaran SPPG Simalungun: Rp4,5 Miliar x 32 Kecamatan = Rp144.000.000.000 (Rp144 Miliar!).

    • Anggaran Pembiayaan 1 Unit Kopdes Merah Putih: Jika dirata-rata berdasarkan pagu alokasi penataan nasional, pembiayaan pembangunan dan modal awal jaringan Kopdes mencapai kisaran Rp580 Juta per unit.

      Total Anggaran Kopdes Simalungun: Rp580 Juta x 413 Nagori/Desa = Rp239.540.000.000 (Rp239,5 Miliar!).

      Maka,

Total Gabungan Anggaran SPPG + Kopdes di Simalungun:
Rp144 Miliar + Rp239,5 Miliar =
Rp383.540.000.000 (Rp384 MILIAR!).
“Angka angka ini kita buat halal, tidak ada korupsi ya!”, tutup Babun 2.
.
‘Brukk, brukk… !!,
Mama Mirah dan Babun 1 pingsan.
Ikan Hiu muter-muter, See U Later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano

(Seluruh karakter hewan dalam tulisan  ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis, Tgl. 3 September  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===================

============
Tentang Koran Jokowi 4450 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan