(Koordinator Rusa Seluruh Istana Presiden & Pakar Public Speaking Republik Fabeliano)



-
- Prinsip: Sebelum membuka mulut di depan podium, pastikan kepala Anda sudah penuh dengan data, fakta, dan solusi nyata.
- Pelajaran dari Manusia: Jangan seperti burung beo manusia yang asal bunyi demi dipuji netizen, asal ‘nyohor di medsos, dsb. Tapi kosong isinya. Pejabat hewan harus bicara karena ada kebijakan penting yang harus disampaikan, bukan karena ingin mencari panggung.

-
- Prinsip: Gaya bicara di depan kamera harus selaras dengan kinerja nyata di lapangan. Autentisitas adalah kunci kepercayaan publik.
- Pelajaran dari Manusia: Banyak pejabat manusia yang di media sosial bicaranya manis bak madu dan merakyat, tapi aslinya angkuh. Ketidakselarasan ini pasti akan tercium oleh publik. Jadilah pejabat hewan yang berwibawa karena integritas, bukan karena editan video yang terstruktur.

-
- Konteks Kasus: Saat itu beredar foto semi bugil di internet yang diduga mirip Putri Indonesia 2004, Artika Sari Devi. Sebagai pakar telematika/multimedia, dia sangat yakin dan menyebarkan di medsos bahwa foto itu asli (bukan rekayasa teknologi). Namun belakangan terungkap dalam penyelidikan bersama bahwa wanita di foto tersebut ternyata seorang model transgender/waria. Kasus ini memicu riuh klarifikasi di media.
- Catatan Nona Rusarosi untuk ASN-Hewan: “Jangan pernah menepuk dada mengklaim diri sebagai pakar jika hanya ingin buru-buru tampil di media massa demi popularitas. Komunikator publik yang ‘cemen akan mendahulukan panggung sebelum validitas data beres 100 persen. Taruhannya adalah kredibilitas abadi. Kecuali kalau tida punya malu!”‘Cemen dan malunya tuh disini !.”

-
- Konteks Kasus: Saat merebaknya wabah virus demam babi Afrika (ASF) di Sumatera Utara. Muncul polemik besar dan gelombang demonstrasi dari masyarakat yang tidak terima akibat adanya simpang siur informasi mengenai rencana pemusnahan massal (stamping out) ternak babi. Sang Gubernur akhirnya harus bolak-balik melakukan klarifikasi ke publik dan DPRD bahwa dirinya tidak berniat membantai atau melarang ternak babi.
- Catatan Nona Rusarosi untuk ASN-Hewan: “Ketika krisis atau wabahatau bencana melanda wilayah Anda, sampaikan peta jalan mitigasi secara jernih dan terukur sejak awal. Gaya komunikasi publik yang kasar dan tidak sensitif pada ekonomi rakyat hanya akan melahirkan drama kepanikan publik yang melelahkan.”‘Cemen dan malunya tuh disini !.”

-
- Konteks Kasus: Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya surat resmi berkop kementerian dan berstempel Kemendes RI dimana Yandri adalah Mendesnya untuk mengundang para kepala desa hingga kader posyandu dalam acara pribadi keluarga, yaitu haul ibundanya. Setelah dikritik habis-habisan oleh publik , sang menteri buru-buru mengklarifikasi bahwa itu murni kekeliruan administrasi dan tidak memakai uang negara.
- Catatan Nona Rusarosi untuk ASN-Hewan: “Ini dasar dari segala dasar birokrasi: Kop surat dinas adalah simbol marwah publik, bukan milik nenek moyang Anda! Komunikator publik yang baik tahu batasan tegas mana aset negara dan mana hajat keluarga. Klarifikasi setelah melanggar etika birokrasi itu sangat ‘Cemen dan malunya tuh disini !.”

-
- Konteks Kasus: Fadli Zon memicu kontroversi nasional setelah mengeluarkan pernyataan publik yang meragukan terjadinya peristiwa pemerkosaan massal terhadap perempuan etnis Tionghoa pada tragedi kerusuhan Mei 1998. Ia berdalih bahwa data peristiwanya tidak pernah konklusif secara hukum dan menilainya hanya berdasarkan rumor. Pernyataan ini dinilai melukai hati para korban serta aktivis kemanusiaan. Akibat gelombang kecaman yang masif, ia terpaksa merilis klarifikasi berlapis dan akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka.
- Catatan Nona Rusarosi untuk ASN-Hewan: “Hati-hati bermain diksi ketika berbicara soal luka sejarah kolektif sebuah bangsa! Ketika seorang pejabat publik dengan entengnya menyebut penderitaan kemানুsiaan masa lalu sebagai ‘rumor’, ia tidak hanya gagal sebagai komunikator publik, melainkan telah kehilangan empati terdalamnya sebagai seorang pemimpin.”‘Cemen dan malunya tuh disini !.”

-
- Konteks Kasus: Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, melayangkan lima poin kritik tajam di ruang publik mengenai tingginya frekuensi dan anggaran kunjungan kerja Presiden ke luar negeri. Kritik terbuka ini langsung dijawab secara formal melalui video klarifikasi ala GenZ di akun media sosial resmi oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Ia menepis tudingan penghamburan anggaran dan membeberkan bahwa kelebihan biaya operasional ditanggung langsung oleh kocek pribadi sang Presiden.
- Catatan Nona Rusarosi untuk ASN-Hewan: “Di era transparansi, ruang digital akan selalu diisi oleh debat saling serang data. Ketika institusi Anda dikritik oleh sesama mantan pejabat atau pakar, respons terbaik bukanlah resistensi penuh emosi, melainkan penjabaran transparansi data kinerja secara objektif dan berkepala dingin.”‘Cemen dan malunya tuh disini !.”

-
- Konteks Kasus: Nama Menteri Kehutanan Raja Juli terseret dalam pusaran kasus dugaan gratifikasi pengurusan lahan alih fungsi hutan setelah Bupati Kuansing ditangkap KPK. Publik dikejutkan oleh pengakuan sang Menteri yang melakukan klarifikasi terbuka bahwa sang Bupati memang sempat meninggalkan sebuah amplop berisi dolar Singapura di dalam map di meja kerjanya. Walaupun sang Menteri mengklaim sudah langsung memerintahkan ajudannya untuk mengembalikan amplop tersebut, pengembalian yang dinilai terlambat belasan hari ini memicu polemik hukum berkepanjangan.
- Catatan Nona Rusarosi untuk ASN-Hewan: “Pelajaran terpenting bagi seluruh pejabat hewan! Jika ada oknum yang meninggalkan barang apapun atau amplop mencurigakan di ruang kerja Anda, bersikaplah tegas saat itu juga di depan kamera atau langsung laporkan ke lembaga antirasuah. Jangan biarkan barang itu menginap berhari-hari di area Anda hingga akhirnya berujung pada drama klarifikasi hukum.”‘Cemen dan malunya tuh disini !.”









“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis,Tgl. 10 September 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==
=============
- #Republik Fabeliano, ” KEREN!, LURAH YOGYAKARTA TUNDA BAST KDMP!?”
- Budi D,Ginting.#RepublikFabeliano, “LAPORAN DARI RAPAT DPRRI 09092026?”
- #RepublikFabeliano, ” WAHAI 8 JURNALIS, DOA KAMI BERSAMAMU!”
- #RepublikFabeliano “UNTUNG RUGINYA LETUSAN KRAKATAU BAGI HEWAN !?”
- Vien J.Siregar,#RepublikFabeliano. “KESAKSIAN MAKAR DI KEK SEI MANKEI, KAB. SIMALUNGUN”
- Jumadi, Supran. #RepublikFabeliano, ” PEGAWAI PEMKAB LANGKAT & PEMPROV.SUMUT TIDAK BOLEH LEWAT !?”
- Ali M, Mawardi.#Republik Fabeliano, “9 MARGA UTAMA KAB.MANDAILING NATAL?”
- #RepublikFabeliano, “50 JUTA MASKER UNTUK KARHUTLA & KRAKATAU!?”
- Tarzuki i’o. #RepublikFabeliano, “PENTINGKAH KABUPATEN CIREBON TIMUR?”
- S.Yusup S #RepublikFabeliano, “ROMO COENRAD & AKULTURASI BUDAYA JAWA DI JOMBANG 1827”
Be the first to comment