S,Yusup,S. #SahabatKPK!, “JOMBANG AKAN DIISI RIBUAN GAJAH PURBA !?”

S,Yusup,S.

#SahabatKPK! 
“JOMBANG AKAN DIISI RIBUAN GAJAH PURBA!?”
Bumi Jombang tiba-tiba bergetar hebat kemarin (29/7). Dari balik kabut tebal hutan purba Ngusikan dan petilasan Ngoro, muncullah sesosok makhluk raksasa dengan gading melengkung sepanjang tiga meter. Beliau adalah Raden Gajah Purba, generasi ke-11 dari dinasti Gajah Purba (Stegodon dan Elephas) yang telah mendiami tanah ini sejak 500.000 tahun lalu.
Raden Gajah Purba bukan sembarang satwa. Cicit-cicitnya adalah pahlawan perang legendaris yang menghibahkan hidup mereka sebagai kendaraan tempur, simbol kemakmuran, dan pilar kekuatan militer dalam masa keemasan Kerajaan Majapahit abad ke-13 hingga 15. Namun malam itu, sang Raden terpaksa ‘turun gunung’ dengan wajah merah padam, disertai teman-temannya yang juga makhluk purba. Jantungnya berdegup kencang melihat tanah warisannya kini tenggelam oleh keserakahan makhluk berkaki dua.
Nestapa di Tiga Sektor Rimba
Sambil menghentakkan kakinya, Raden Gajah Purba Cs itu sudah berdiri di depan halaman rumah.
“Hai Yusup, kamu yang dari Koranjokowi.com, keluar sini!” suaranya bergema. Saya tersentak kaget. Walaupun suaranya menggelegar seperti petir, istri dan anak-anak yang sedang tidur seolah tidak mendengarnya. Saya pun bergegas keluar rumah.

“Nama saya RADEN GAJAH PURBA! Saya hanya mengingatkan kalian, jangan sampai terjadi lagi kasus banjir bandang di Jombang. Karena akan terjadi lagi banjir besar yang lebih parah dari Desember 2024. Kalau kalian hanya diam, jangan salahkan kami dan Tuhan! Karena 21 kecamatan di Jombang semuanya akan kena akibatnya! Kemudian belalainya menunjuk ke langit, entah apa maksudnya.
Yang saya ingat, memang selama ini banjir bandang rutin melanda 3 kecamatan utama:
    • Kecamatan Kesamben: Wilayah hilir yang paling merana. Sekitar 800 hingga 1.000 Kepala Keluarga (KK) harus terendam air setinggi satu meter karena aliran air mampet. Padahal, kecamatan ini adalah rumah bagi 63 ribu jiwa.
    • Kecamatan Peterongan: Dari total 68 ribu penduduknya, sebanyak 300 hingga 500 KK di Dusun Wonokerto, Rejoso, dan Budug dipaksa berteman dengan genangan setinggi setengah meter.
    • Kecamatan Jogoroto: Rumah bagi 71 ribu jiwa, di mana 200 hingga 300 KK di Sambirejo dan Corogo ikut tenggelam dalam nestapa.

“Lebih menyedihkan lagi,” ratap Raden Gajah Purba, melihat ribuan makhluk di tiga kecamatan itu hidup dalam bayang-bayang kemiskinan. Di Jogoroto, Peterongan, dan Kesamben, masih ada lebih dari 1.100 orang yang menganggur, luntang-lantung mencari kerja.
Kini, jangankan mendapat pekerjaan, sawah-sawah tempat mereka mengadu nasib pun puso. Modal tanam Rp5 juta per hektare amblas dibilas air. Lebih tragis, musang-musang tengkulak memanfaatkan situasi dengan mencekik harga gabah petani yang basah; dari HPP Rp6.500 per kilogram dijatuhkan paksa menjadi Rp4.000 saja.
“Jadi lebih mulia di zaman Jombang Purba! Semua bahagia, tidak ada kemiskinan dan pengangguran, apalagi banjir. Tidak ada itu, Yusup!” suara Raden mendingin, membuat bulu kuduk berdiri.
Sayembara Rp1 Miliar: Mengubah Petaka Jadi PAD
“Nah, tugasmu sekarang adalah meminta redaksi koranjokowi.com mengumumkan jika kami, para leluhur hewan purba Jombang, akan menyelenggarakan Lomba Pengerukan Sungai Antar-Kecamatan dan menatanya menjadi pusat wisata air se-Kabupaten Jombang. Seharusnya Pemkab dan masyarakat Jombang malu karena daerah lain lebih mampu melaksanakannya. Lihat Sungai Maron di Kab. Pacitan, Sungai Asahan di Sumatera Utara, atau Sungai Palayangan di Kabupaten Bandung. Mereka berhasil menarik banyak pengunjung karena kebersihan, keindahan alam, serta aktivitas rekreasi yang menarik, dari yang awalnya sungai tidak produktif. Kalau Pemkab dan DPRD mau studi banding, cari yang lebih bermanfaat, bukan hanya refreshing ugal-ugalan!” kata Raden lagi, masih dengan nada dingin.
“Sekarang sudah bulan Juli 2026, maka kami berharap ini terlaksana sebelum tahun baru 2027. Konsepnya sederhana namun revolusioner. Sungai-sungai yang dangkal dikeruk, kemudian disulap menjadi Pusat Wisata Air Bersih. Kecamatan yang paling kreatif dan bersih dalam mengelola sungai akan kami berikan hadiah Rp1 miliar! Saya malu dicemooh makhluk purba provinsi lain. Jika memang ada 302 BUMDes, mengapa angka kemiskinan Jombang masih 8,3% atau sekitar 107.000 orang? Jombang itu punya 42 aliran sungai, dan 5 di antaranya yang terbesar berujung di Kali Brantas. Libatkan CSR swasta secara tepat, bukan sekadar CSR untuk seremonial. Mengapa potensi sungai ini dilupakan? Jangan begitulah, Yusup!” Hewan purba yang lain ikut berteriak, “Huuuuuuu…!!”
“Mengapa Raden menyalahkan saya? Itu urusan Pemkab Jombang, bukan saya!” jawab saya, nada suara mulai meninggi karena kesal terus disalahkan.
“Kamu memang bukan Pemkab, tapi kamu sebagai relawan punya hak untuk mengingatkan mereka terus! Dan kamu tahu apa risikonya jika masyarakat dan Pemkab tidak mau menjalankan Lomba Pengerukan Sungai itu, Yusup?”
“Apa, Raden?!”
“Akhir tahun 2026 nanti, kami akan usir semua keluar dari Jombang! Biar kami kembali yang mengurus tanah ini seperti 500.000 tahun yang lalu. Jumlah kami lebih banyak dari penduduk Jombang saat ini yang hanya 1,3 juta jiwa. Kami berjumlah 5 juta hewan purba! Jangan main-main Yusup, ini ancaman serius untuk kalian. Ngurus begini aja kok repot!” hardik Raden, disertai teriakan “Huuuuuu!” dari kawanannya.
Saya hanya bisa terdiam.
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini,Kamis, Tgl. 30  Juli 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

#SahabatKPK!, “RESHUFFLE KABINET JULI 2026”

“ONE BLOOD: POLRI, KPK, DAN KEJAKSAAN”

===============

#SahabatKPK!, “TARZAN SIAP BENAHI HUTAN BETON DI 4 DAERAH !?”

Tentang Koran Jokowi 4392 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan