#RepublikFabeliano, “KORANJOKOWI & REPUBLIK FABELIANO KE PAPUA SELATAN !?”

#RepublikFabeliano,

“KORANJOKOWI & REPUBLIK FABELIANO KE PAPUA SELATAN !?”

(MENGAPA PAPUA TERLUKA !?”)

.

Kemarin (21/9) tanpa publikasi menyolok  pesawat kecil rombongan Istana Republik Fabeliano telah mendarat disebuah bukit kecil Boven Digul, Kab.Papua Selatan. Mereka adalah; Presiden – Miss Pussy Noni, Presiden UNA – United Nations Of Animals, Prof.DR.Yakagawa yang juga Kord.Penasehat Presiden, dan Nona Kucanreng Wallace Menteri Keuangan & Utusan Presiden Khusus Hewan Tersisihkan Garis Wallace.

Sedangkan kami dari Koranjokowi.com yang difasilitasi 10 helikopter istana sudah sejak semalam ada disana, yaitu;  KordNas & Istri, Budi D.Ginting-Sumut, Arie Kurniawan-Bengkulu, Vien J.Siregar-Sumut, Suratman-Jambi, Feri Manurung-Sumut, Jumadi Sembiring-Sumut, Nasution Bersaudara-Sumut (Ali Monang & Mawardi), Trio Sihombing -Jabar Banten (Mawerdi, Jeck, Nerko), Supran Toreh-Sumut, Gusmar Adnan-Sumbar, S.Yusup S-Jatim, Jabar II;  (Tarzuki i’o, Febri R, Saalid), I Nyoman Parta Adi-Bali, Ariefluthfi- Edo Jabar III, Tim Jakarta : (Anggiat S dan  Sonny Irwansyah), Maluku (Rigel B, Riva Hukom), Samidi (Kab.OKI,Sumsel) , Sinto-NTT, dan  Penasehat : Maydin RHS.Sijabat , Agus Nur Ismail, Sonny Irwansyah & Ahmad Fahmi) . Adapun yang lain berhalangan hadir karena ada tugas ddaerah masing-masing.

Kami memang ‘banyakan karena akan berlanjut ke Sumatera, Aceh , Kalimantan, Jatim, Jambi, Jabar, Sumbar, dsb. Menemani Presiden Miss Pussy mengintip kerja satgas Karhutla 2026, bencana longsor Sumatera – Aceh  thn.2025, Banjir Kab.Solok 2026,  dsb. Karena ada dugaan manusia masa bodoh terhadap hewan yang menjadi korban dan dugaan korupsi.

Oh ya, Kabupaten Papua Selatan terdiri dari 4 kabupaten yaitu Merauke, Asmat, Boven Digoel, dan Mappi.  Dengan luas sekitar 120.270,11 kilometer persegi dan > 517.623  orang penduduk, menjadikannya provinsi dengan jumlah penduduk paling sedikit di Indonesia.

Rombongan Istana pun masuk  tenda komando , disana telah ada putra Papua yang juga anggota Kabinet Republik Fabeliano; Mister Elang Kapsul — Menteri Pertahanan Udara dan Kembar Kanguru Pohon — Menteri Muda Urusan Papua beserta beberapa tokoh hewan purba lainnya. Juga tampak dikerimbunan pohon hutan sekitar para  perwakilan hewan se-Papua sedang istirahat karena  mereka telah berjalan kaki dari lembah-lembah terpencil beberapa relawan Koranjokowi.com ikut menemani ngobrol disana dengan hangat kalau pun para perwakilan itu berwajah ‘muram menahan marah.

“Kenapa mereka tidak disini bersama kita?”, tanya Presiden. “Ijin ibu, disini sudah perwakilan leluhur mereka, sayang yang lain belum bisa hadir karena tidak mau bertemu manusia”, kata Elang Kapsul. “Waduh apa mereka tidak tahu yang datang itu adalah hewan?”, ..”Sudah saya sampaikan, tapi mereka tetap tidak mau ibu, mereka bilang sudah bosan bertemu manusia yang selalu menipu di tanah Papua”, ….. Miss Pussy terdiam, memahami kekecewaan hewan-hewan purba Papua seperti ini. Kemudian Kembar Kanguru (Kangura-kanguri) memperkenalkan  satu persatu 4 tokoh hewan purba yang  berpakaian formal, yaitu;

1.Ekidna Moncong Pendek (Tachyglossus aculeatus), hidup era dinosaurus > 200 juta tahun lalu

2.Buaya Muara (Crocodylus porosus) dan Buaya Papua (Crocodylus novaeguineae), hidup >50 juta tahun lalu

3.Kasuari Selatan / Kasuari Gelambir Ganda (Casuarius casuarius), hidup sejak 2 juta tahun lalu

4.Labi-Labi Moncong Babi (Carettochelys insculpta), hidup 1 juta tahun lalu.

Miss Pussy kemudian memperkenalkan Yakagawa, Nona dan Koranjokowi.com. Sambil berdiskusi mereka pun mencicipi Sagu Sep yang  terbuat dari campuran tepung sagu dan parutan kelapa muda. Di dalamnya diberi isian potongan daging (seperti ikan, ayam, atau daging buruan lainnya). “Lezat ini !”, kata Yakagawa. “Siap bapak, karena cara memasaknya memang unik ,  Tidak digoreng atau direbus, melainkan dimasak dengan metode bakar batu”, jawab kembar Kanguru lagi. 

“Oke, kemarin kalian email saya ,katanya ada hal urgent yang mau disampaikan, soal apa itu?”, tanya Miss Pussy sambil menghapus remah dimulut dengan tisue, Elang Kapsul dan Kembar Kanguru pun bicara bergantian, ada beberapa hal yang kami  catat diantaranya;

.

A.Wakil Gubernur Papua Selatan,Paskalis Imadawa, ‘ngamuk’ terkait masalah deforestasi, pembukaan lahan yang tak beraturan, serta hilangnya wewenang pemerintah daerah akibat sistem yang dinilai terlalu sentralistis yang disampaikan saat acara pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) lumbung pangan (food estate) serta perkebunan tebu dan sawit di wilayahnya.
B.Ada tiga poin utama yang kemudian beredar hingga Markas Besar UNA / PBB-nya hewan di Jepang, yaitu;

1. Menteri Kehutanan RI – Raja Juli Antoni TIDAK HADIR di acara, ini pastinya juga membuat murka para hewan atas sikap Menhut yang masih gemar pansos dimedsos.
2. Kritik Keras terhadap Deforestasi & Tumpang Tindih Lahan, adanya  tumpang tindih peruntukan kawasan hutan antara proyek komoditas pangan, tebu, sawit, dan peternakan dari pusat yang mengabaikan tata ruang daerah dan hak asasi masyarakat adat setempat.
3. Pemda Hanya Jadi “Perpanjangan Tangan” Tanpa Wewenang,  sistem desentralisasi (otonomi daerah) di Papua saat ini tidak terlihat, melainkan kembali ke sistem sentralisasi. Pemprov Papua Selatan merasa hanya dijadikan alat administratif Jakarta tanpa diberi kewenangan khusus untuk berhadapan dan menyelesaikan masalah agraria secara langsung dengan masyarakat adat mereka sendiri.

Miss Pussy terdiam, kemudian berbisik kepada Yakagawa. “Oke kita mendengar semua itu, nah apakah para “Dewan Leluhur Purba Anim Ha” yang selalu menjaga hubungan antara manusia dan alam (termasuk hewan dan tumbuhan) ada yang mau disampaikan?”, tanya Yakagawa. Ke-4 tokoh itu diam  mereka sudah trauma dengan prilaku manusia selama ini yang hanya datang saat mau Pilpres, Pilkada, Pileg dsb. Miss Pussy mendekati ke-4 tokoh hewan purba Papua , kemudian memeluknya dan berbisik.

“Kami memahami kekecewaan kalian kepada manusia, namun kami juga hewan, sama seperti kalian yang sudah jutaan tahun ada ditanah Papua. Suara kalian adalah suara Tuhan, kita tunjukan kepada manusia jika kita lebih bijak dan beradab dari manusia”, semua yang ada di tenda komando pun  berpelukan, menangis. Langit berubah gelap. Dan terdengar suara Amyan – Kerom,Triton  milik suku suku-suku pesisir , Fuu – Asmat dsb. Gabungan suara trompet , kerang , bambu yang ditiup jika akan berperang menggema memecah langit , hutan dan pegunungan di Papua Selatan.

Tiba tiba Hujan turun sangat deras,  ratusan masa masyarakat lokal dan perwakilan hewan  serentak   mengelilingi tenda komando, mereka menari dan bernyanyi lagu menyayat hati , seorang diantara mereka maju dan berpuisi dalam bahasa melayu Papua, ….

“Selama ini Papua su pegang luka terlalu banyak. Keadilan deng rasa hangat ini torang baru rasa sejak sepuluh tahun lalu. Jangan kasih kembali itu masa-masa susah lagi. Surga kecil di Indonesia itu salah satunya dorang panggil Tanah Papua. Datanglah deng cinta, mari torang duduk bicara baik-baik. Jangan bikin kitorang terluka lagi!”

“Selama ini Papua kerap terluka, keadilan dan kehangatan baru saja kita rasakan sejak 10 tahun lalu. Jangan lagi masa itu kembali. Surga kecil Indonesia itu salah satunya adalah tanah Papua. Datanglah dengan cinta mari bicara baik baik. Jangan lagi kami terluka!”

Bruuukkk….
Rombongan istana, 4 tokoh hewan purba dan koranjokowi.com pingsan semua.
Ikan hiu muter muter, see you later!
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu Tgl. 23   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

==================

Tentang Koran Jokowi 4498 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan