#RepublikFabeliano,
“OMBUDSMAN BISA APA JIKA SEMUA LAPAS MENYEDIAKAN ‘HOTEL’ UNTUK NAPI?”
Kab.Cibinong, Jabar, Tgl. 24 September 2026.
Laporan Rahasia Jenderal Bodas — Panglima Operasi Senyap Republik Fabeliano.
Kepada: Presiden Republik Fabeliano.Miss Pussy Noni.
Di Istana Negara
Dengan hormat,
Yth Ibu Presiden, sepulang dari Kab. Papua Selatan kemarin saya dan nona Kuncareng sebetulnya sedang menyusun laporan tentang peta 533 UPT – Unit Pelaksana Tekhnis Pemasyarakatan di RI, diantaranya Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan), serta Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Dan yang sedang dirancang adalah 33 Lapas/Rutan tambahan. Kami juga dapat aporan bahwa Total Penghuninya > 271.000 jiwa (terdiri dari sekitar 215.000 narapidana dan 56.000 tahanan), cilakanya 53% – nya adalah kasus Narkoba. Ini juga sangat memprihatinkan karena daya tampung normal /ideal hanya untuk > 146.000 – 152.000 orang.
Sehingga saat kami menerima tugas baru dari Ibu Presiden dengan munculnya kegaduhan Ombudsman VS Lapas Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat yang kemudian viral maka semakin lengkap laporan kami, semoga ibu berkenan membaca laporan dan kronologis kasusnya, sbb;

🕐 KRONOLOGI DARI AWAL
✅ Sidak Pertama — Juni/Juli 2026
Tim Ombudsman yang dipimpin Siti Uswatun Hasanah datang untuk memeriksa. Namun dihalangi masuk oleh petugas Lapas Cibinong. Ditjenpas sempat membantah terjadi penghalangan, seolah semuanya berjalan lancar. Padahal pintu tertutup rapat.
✅ Sidak Kedua — Rabu, 23 September 2026
Ombudsman kembali datang. Sekali lagi dihalangi, terjadi cekcok dan saling dorong. Namun kali ini mereka tetap masuk. Dan di situlah rahasia terbongkar sepenuhnya. Di bagian belakang kompleks, tersembunyi dari pandangan siapa pun, berdiri deretan bangunan — bukan sel penjara, melainkan penginapan bak vila mewah.
> 10 unit kamar terpisah dari blok biasa. Ruang tamu luas, dapur lengkap, AC dingin, kulkas berisi minuman keras, TV layar lebar, parkiran khusus mobil mewah, bahkan ada rencana pembangunan GYM. Salah satu penghuni sendiri mengaku membayar untuk menempati kamar istimewa itu. Sementara ratusan warga binaan lain tidur berdesakan di lantai yang keras.

✅ Tindak Lanjut
Ombudsman memberi tenggat satu bulan untuk merobohkan seluruh bangunan itu. Meminta restrukturisasi pimpinan Lapas. Ditjenpas akhirnya menurunkan tim investigasi langsung ke lokasi.
.
✅ PERTANYAAN YANG TETAP TIDAK TERJAWAB
Kalau di Cibinong saja begini — ketahuan setelah dua kali dipaksa masuk — berapa Lapas lain di seluruh Indonesia yang punya “hotel serupa” tapi belum terjamah?. Kalau yang sudah diperiksa saja menyembunyikan hal sebesar ini, bagaimana dengan yang belum dikunjungi siapa pun?

Ombudsman bisa menegur satu tempat. Tapi jika sistemnya sudah seperti ini di mana-mana — siapa yang mengawasi pengawas?. Kita tidak sedang bicara satu bangunan tambahan. Kita bicara bisnis kenyamanan di balik jeruji besi: yang kaya dapat vila, yang miskin dapat lantai keras. Bahkan di tempat yang seharusnya memperlakukan semua orang sama di hadapan hukum.
.
Jika Lapas berubah jadi penginapan berkelas berbayar, maka bukan saja aturan yang rusak. Melainkan kepercayaan seluruh rakyat yang sudah diinjak-injak. Bagi kami selaku relawan, Ombudsman telah maksimal , telah proporsional, profesional , obyektif berbuat baik. Tapi apa gunanya sapu kalau kotorannya ada di setiap sudut rumah?

Demikian Ibu Presiden kami sampaikan, semoga hal ini tidak terjadi di Republik Fabeliano. Karena sangsi HUKUMAN MATI yang kita terapkan selain kepada koruptor kalaupun hanya satu rupiah kita juga akan lakukan kepada siapapun di LP, Rutan atau Lapas yang melakukan seperti ini. Maka Ibu Presiden bisa bayangkan bagaimana manusia di RI ‘gusar’ jika ada tahanan KPK, dadah-dadah mirip selebriti akan jumpa pers.
Ikan hiu muter muter, see you later!
Salam Operasi Senyap,
Jenderal Bodas
Panglima Operasi Senyap
Nona Kucanreng Wallace
Menteri Keuangan & Utusan Presiden Khusus Hewan Tersisihkan Garis Wallace
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
Be the first to comment