LAMPUNG ADALAH MINIATUR INDONESIA, TRANSMIGRAN BUKANLAH PERAMBAH HUTAN ! – (1)

LAMPUNG ADALAH MINIATUR INDONESIA, TRANSMIGRAN BUKANLAH PERAMBAH HUTAN ! – (1)

TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, KoranJokowi.com, Jakarta : Kami, KoranJokowi.com merasa perlu untuk ikut ‘meluruskan’ adanya stigma yang mengatakan bahwa Transmigran di Lampung adalah parasit negara dengan julukan ‘perambah hutan-nya. Memang tidak mudah menghimpun sumber yang valid karena ada upaya orde-baru untuk menghapus semua itu. Dan kami berjanji bahwa link tulisan ini pun akan kami kirimkan kepada Presiden Jokowi melalui Kantor Staf Presiden (cq.Jen.TNI. Purn. Moeldoko), sebagai gambaran utuh atas hal ini. Eheheh..

Tulisan sederhana dibawah ini tentunya masih jauh dari kesempurnaan, namun itulah yang kami mampu. Semoga hal ini semakin memberikan ‘penguatan psikology saudara-saudara kita di Lampung,dsb. Kami, Relawan Jokowi Garis Lurus; Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013) & Aliansi Wartawan Nonmainstream Indonesia  akan berusaha maksimal untuk terus menyuarakannya, mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan.

TRANSMIGRAN MAUNG SILIWANGI; Ceuk kolot urang, bareto teh, nama besar PENCAK SILAT (PS) PARTISAN SILIWANGI demikian menjadi momok bagi Belanda karena bisa menjadi sumbu pergerakan rakyat diseluruh daerah nusantara. PS PARTISAN SILIWANGI dikenal sebagai  salah satu organisasi paling tua/lama, dan mempunyai anggota  puluhan ribu Dan tersebar dimana-mana. Kalau pun  ormas, namun ini bukan ormas politik, bukan juga ormas keagamaan, ormas ini bergerak diawali dengan pendidikan budi pekerti/moral kepada anggotanya tanpa melihat suku, agama, ataupun apa statusnya

PS PARTISAN SILIWANGI didirikan oleh Ama Raden Puradiredja yang mempunyai ayah bernama Raden Adimiarsa dan Ibu Nyi Mas Yati, dimana sang ayah adalah keturunan langsung dari Dalem Aria Wangsa Goparana, sedangkan Dalem Aria Wangsa Goparana sendiri adalah keturunan dari Prabu Mundingsari Ageung, dan Prabu Mundingsari Ageung adalah anak dari Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi seorang raja besar dari tatar sunda, Dalem Aria Wangsa Goparan bersama keturunannya menyebarkan agama islam di wilayah Subang, Purwakarta, Karawang, Cianjur, Sukabumi, sampai Bogor, salah satu anaknya bernama Dalem Aria Wiratanudatar yang menjadi pendiri cianjur dan menyebarkan agama islam di wilayah Cianjur, Sukabumi, Bogor, Bekasi sampai perbatasan Batavia (Jakarta).

PS PARTISAN SILIWANGI (yang awalnya adalah Paguron Pencak Silat) ini berdiri tanggal 2 Juli 1922 dengan tujuan membangun nasionalisme tinggi untuk membebaskan diri dari penjajah disertai membentuk ahlak, moral yang baik dengan tidak membedakan ras, suku ataupun agama. PS PARTISAN SILIWANGI awal  mula lahir adalah di sebuah perkebunan di wanayasa, para pekerja ketika istirahat ingin hiburan untuk menghilangkan rasa capai, kemudian Ama Rd Puradiredja mengajarkan Pencak Silat sebagai kesenian, kelak pelajaran pencak silat ini bukan sekedar kesenian atau beladiri semata tetapi akan dipakai ketika kancah peperangan revolusi 1945-1949

Ketika pecah perang revolusi PS PARTISAN SILIWANGI yang anggotanya ribuan orang ini ikut pula perang melawan Belanda dengan bergabung dengan DIVISI SILAWANGI  pimpinan Brigjen (Purn) Sadikin yang merupakan Pangdam Siliwangi saat itu bahkan PS PARTISAN SILIWANGI juga ikut long march ke Yogyakarta,  menyertakan keluarga, demikianlah totalitas dan loyalitas MAUNG SILIWANGI.

Brigjen.TNI. Sadikin

(alm.Brigjen.TNI. Sadikin)

Selain Brigjen Sadikin banyak juga tokoh sunda lain saat itu yang selalu tampil ‘terdepan’,al;  Letjen (Purn) Darsono, Pangdam Wirabuana, Jendral (Purn) Didi Kartasasmita, Jendral TNI (Purn) Moersid, Mayjen.TNI. Ibrahim Adjie, Mayjen.TNI. Umar Wirahadikusumah, dll (— Profil Didi Kartasasmita akan kita kupas di edisi mendatang ya …)

(alm.Mayjen.TNI. R.Didi Kartasasmita)

Karena jasa Ama Raden Puradireja dan PS PARTISAN SILIWANGI  sangat besar kepada Negara, akhirnya Presiden Soo dan Wapres M.Hatta memberikan tanah untuk kesejahteraan anggota PS PARTISAN SILIWANGI  di Lampung, berikutnya dengan Biro Rekonstruksi Nasional (BRN) tahun 1952 – 1956, merintis transmigrasi yang dipimpin oleh Mayjen.TNI.  R. Didi Kartasasmita. Saat itu diperkirakan lebih dari  6.440 kepala keluarga (20.000-an jiwa) menetap di Lampung termasuk di Kabupaten Lampung Barat. Juga kemudian menyebar ke Kab Tulang Bawang, Kab Lampung Utara, Kab.Mesuji, dsb.

Dari berbagai sumber lain disebutkan bahwa para Transmigran ‘Maung Siliwangi’ itu diantaranya bermukim  (kini) di kecamatan Sumberjaya , yang kemudian menjadi induk dari Kec Waytebu, Kec Guneg Terang, Kec Air Hitam Kec pajar Bulan .

Rupanya kemudian menjadi masalah, Lokasi transmigrasi yang saat itu hanya berdasar petunjuk dinas kehutanan Lampung dan keterbatasan system pertanahan pada tahun 1950-an pun (seolah-olah) menyebabkan ketidak jelasan mana tanah untuk transmigrasi mana tanah peruntukan untuk hutan. Bahkan di sumber lain disebutkan, Kebijakan pemerintahan Belanda yang tidak pro-rakyat , mereka juga membiarkan jika ada konflik tanah alih-alih menyalahkan hukum adat.

Nama PS PARTISAN SILIWANGI  kemudian disyahkan oleh NOTARIS KOESWARA di Bandung pada tanggal 3 Oktober 1967 Nomor : 2/1967, dengan nama pencak Silat Partisan Siliwangi Indonesia (PS),  kemudian tahun 1992, melalui Rakernas I di Bandar Lampung, berubah menjadi  PARTISAN SILIWANGI INDONESIA (PSI). Kemudian lagi, tanggal 30 – 31 Agustus 1996,   berganti nama menjadi PEJUANG SILIWANGI INDONESIA.

Di sumber lain, pemetaan berdasar etnis/suku  Transmigran yang pernah dirilis Pemerintah Lampung, ternyata persentase etnis/suku  Jawa tertinggi, yakni 65,8 %. Kemudian  Lampung 12,8%, Sunda 11,36%, Minangkabau 3,57%, Batak 2,13%, Bali 1,73%dan etnis lainnya 2,15 %.

Jadi benar apa kata orang tua, LAMPUNG ADALAH MINIATUR INDONESIA, maka itu, kenapa harus kita pertanyakan lagi loyalitas dan totalitas para Transmigran?, mereka legal ,bro !,  dan bukan ‘Perambah hutan’ sebagaimana stigma yang selama ini diberikan. Mikir ! (Red-01/Foto.ist) – BERSAMBUNG

Tentang RedaksiKJ 1200 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.