Diary, Guntur Sukarnoputra 1944 – 2022 (27),  “DAPATKAH DUA RAJAWALI TERBANG BERSAMA?”

Diary, Guntur Sukarnoputra 1944 – 2022 (27), 

DAPATKAH DUA RAJAWALI TERBANG BERSAMA?”

Koranjokowi.com, OPini:

Mendekati pilpres 2024 bertambah hari bertambah bermunculan pendapat-pendapat, komentar-komentar juga suara-suara yang bermunculan di tengah-tengah masyarakat dan bangsa ini. Apalagi Ketua Ketua Umum dari partai-partai yang ada sibuk mengadakan pendekatan-pendekatan dan lobby-lobby diantara mereka. Berbagai kemungkinan pasangan calon yang akan muncul merebak di kalangan terutama pengamat-pengamat politik, badan-badan survey bahkan bakul takjil di pasar-pasar tradisional.

Mereka tiba-tiba saja berubah wajah menjadi tokoh-tokoh serta analis-analis politik yang tidak kalah dengan mereka-mereka yang profesional.

Sambil menjajakan takjil di waktu yang senggang mereka “berdiskusi” siapa yang kira-kira akan menjadi capres dan cawapres pada tahun 2024. Mulailah mereka menggunakan ilmu analisa “gotak gatuk” yang hasilnya beraneka warna pasangan capres dan cawapres.

Misal saja wajah serius mereka memetakan secara “gotak-gatuk” siapa yang pantas menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan capres Partai Nasdem. Dengan wajah kereng mereka berhasil secara musyawarah menentukan tokoh yang pantas mendampingi Anies sekiranya yang bersangkutan berhasil memenangkan pemilihan capres 2024.

Di lain pojok pasar berkumpul para fans Prabowo Subianto yang mendiskusikan taktik dan strategi agar Prabowo berhasil menjadi minimal capres.

Mereka tidak tahu bahwa yang bersangkutan sudah ditetapkan oleh partai Gerindra melalui deklarasi di Gedung Juang 45 Menteng menjadi capres dari partai Gerindra. Bukan main semangat mereka!

Lain lagi untuk para pengguna sandal jepit Ganjaris yang secara berapi-api mengutuk kalangan-kalangan yang menuduh Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah jagoannya sebagai pembuat gaduh sehingga perhelatan Piala Dunia U-20 gagal dilaksanakan di Indonesia. Mereka lupa diri bahwa sebenarnya mereka adalah pendukung paten dari kesebelasan U-20 Indonesia yang sedang berduka karena Indonesia gagal melaksanakan kompetisi Piala Dunia U-20.

Yang paling luar biasa adalah kalangan pengguna sandal jepit yang entah mengapa dapat berbaur dengan emak-emak yang sebagiannya lansia dan mendiskusikan kemungkinan dapatnya capres Prabowo Subianto dipasangkan dengan Ganjar Pranowo yang saat itu belum diketahui nasibnya apakah dapat menjadi capres dari partai PDI-Perjuangan.

Ketika penulis bertanya kepada salah satu emak-emak yang menjadi langganan pemasok bahan-bahan masakan di kediaman penulis di Kemang jawabannya sungguh mengagetkan, “kalau bisa Bapak mengusahakan dan matur kepada bapak-bapak itu supaya Pak Ganjar jadi Presiden, Pak Prabowo jadi wakilnya. Saestu loh pak ini keinginan rakyat cilik!!!. Sambil mengelus dada penulisan hanya menjawab; “Sendiko Mbok!”(Siap Mbok!)

Lain lagi pendapatnya Bang Udin sang penjual ikan hias yang sering datang ke kediaman penulis untuk membersihkan aquarium sekaligus mengisi ikan hias. Ketika penulis tanya siapa yang akan dipilih pada pilpres yang akan datang dengan tegas namun setengah cuek menjawab “saya mah pilih siapa lagi kalau bukan Anies, dianya kan Islamnya bagus!” Penulis hanya mengangguk-anggukkan kepala sambil menjawab: “terserah elu saja Din Semuanya juga bagus!”

Rupanya Udin tidak tahu bahwasanya secara terbuka penulis dalam wawancara dengan SCTV sudah mengutarakan akan memilih Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI yang akan datang.

Dampak pertemuan Prabowo Subianto dengan Ganjar Pranowo

Ketika Presiden Jokowi mengadakan peninjauan ke Kebumen Jawa Tengah ternyata Prabowo Subianto diajak oleh Presiden untuk turun dengan Presiden meninjau panen raya padi dimana sebagai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga sudah hadir di lokasi peninjauan.

Oleh sebab itu secara tidak sengaja dan direncanakan Menhan dan Gubernur Jawa Tengah bertemu dan tentunya berbincang sekadarnya. Pertemuan dadakan tersebut ternyata menjadi viral di media sosial dibarengi dengan interpretasi bermacam-macam. Yang paling menonjol adalah pertemuan tadi dianggap tanda-tanda sinyal dari Presiden yang akan mempersandingkan Prabowo dan Ganjar sebagai capres dan cawapres pada pilpres 2024 yang akan datang.

Menurut logika penulis hal tersebut jauh panggang dari api alias sangat kecil kemungkinan, nyaris tidak mungkin karena seperti sudah diutarakan di atas Prabowo Subianto secara pasti sudah dideklarasikan melalui adik yang bersangkutan Hashim Djojohadikusumo di Gedung Juang 45 Menteng resmi menjadi capres dari partai Gerindra

Sedangkan Ganjar pranowo walaupun elektabilitasnya tertinggi dari calon-calon lain sampai dengan saat ini belum ditunjuk sebagai capres dari PDI-Perjuangan karena menunggu lampu hijau Ketua Umum Megawati yang memegang hak prerogatif hasil Kongres ke-V PDI-Perjuangan.

Sehingga menurut logika mendampingkan Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo merupakan Mission Impossible yang tidak mungkin terlaksana kecuali ada salah satu dari keduanya yang mbalelo alias melakukan tindakan indisipliner terhadap kebijakan partai.

Penulis dapat mengatakan demikian adalah berdasarkan pengalaman pribadi penulis kepada baik Prabowo Subianto ataupun Ganjar Pranowo yang keduanya bukanlah sosok bertipe bunglon yang dapat berubah-ubah sikap setiap waktu.

Untuk diketahui penulis mengenal sosok Prabowo Subianto sejak yang bersangkutan masih berpangkat Letkol RPKAD sampai dengan saat ini dan kerap kali berkomunikasi/bertemu untuk suatu dan lain hal.

Penulis juga pernah membantu yang bersangkutan ketika menjadi Ketua HKTI beberapa tahun yang lalu. Akhir-akhir ini sejak yang bersangkutan menyatakan diri menjadi capres penulis memang tidak pernah bertemu mungkin karena kesibukan-kesibukannya untuk menjadi capres dan tugas-tugas yang bertumpuk sebagai Menhan Kabinet Indonesia maju.

Adapun dengan Ganjar Pranowo penulis mulai mengenal yang bersangkutan di era menjadi anggota PDI-Perjuangan. Sebagai sesama alumni organisasi kemahasiswaan GMNI penulis kerap kali bertemu untuk menyanyi secara duet lagu Bengawan Solo bila ada acara tertentu seperti hari ulang tahun Megawati, hari lebaran bersama di kediaman Mega di Kebagusan maupun di Teuku Umar setelah Mega menjadi Presiden RI ke-5.

Secara analisa menggunakan metode analisis historis materialismenya  Bung Karno penulis pernah menyimpulkan bahwa Prabowo Subianto Sebagai Presiden terpilih akan kokoh posisinya bila didampingi wakil Presiden DR Ahmad Basarah yang figurnya dapat diterima oleh mayoritas umat Islam Karena yang bersangkutan adalah menantu seorang Habib Kondang di daerah Kwitang Jakarta Pusat.

Sebaliknya Ganjar Pranowo bila terpilih sebagai Presiden harus didampingi oleh seorang yang berlatar belakang militer dan itu adalah mantan Panglima TNI Andika Perkasa. Karena di era 2024 ke depan Indonesia secara geostrategis akan berhadapan dengan negara-negara Kolonialis dari luar negeri berbarengan dengan masalah KKB serta OPM di Irian Barat yang sampai dengan saat ini belum tuntas selesai.

Ganjar yang piawai dalam masalah pemerintahan negara akan kokoh posisinya bila didampingi oleh seorang militer yang mengerti masalah-masalah politik yaitu Andika Perkasa. Dengan demikian duet mereka dapat disebut sebagai dwi tunggal Ganjar Perkasa.

Walaupun hal tersebut Di atas adalah pendapat subjektif pribadi penulis namun penulis sebagai eksponen kaum patriotik soekarnois optimis hal tersebut dapat terwujud. Kita lihat saja kenyataannya di tahun 2024!

Selamat berbuka puasa, maaf lahir batin dan selalu ingat bahwa Dua Elang Rajawali tidak pernah terbang bersama.

Oleh karena itu Prabowo Subianto tidak mungkin berpasangan dengan Ganjar Pranowo di pilpres 2024!

Jakarta, 2 April 2023

Guntur Soekarno

Ketua Dewan Ideologi DPP PA GMNI/Pemerhati Sosial

Lainnya,

SURAT TERBUKA UNTUK KETUM PDI PERJUANGAN IBU HJ. MEGAWATI SUKARNOPUTRI (Kiranya dapat segera Mencapreskan Ganjar Pranowo)

 

Diary, Guntur Sukarnoputra 1944 – 2022 (26), AMERIKA SERIKAT BERULAH LAGI?

Diary, Guntur Sukarnoputra 1944 – 2022 (26), AMERIKA SERIKAT BERULAH LAGI? Koranjokowi.com, OPini : Bila kita menelusuri perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang amat beragam suku, adat, agama dan perilakunya boleh dikatakan bahwa bangsa ini telah […]

FOTO BICARA INDONESIA

SUKARNO DALAM KENANGAN BULAN RAMADHAN THN.1945 – 1960

SUKARNO DALAM KENANGAN BULAN RAMADHAN THN.1945 – 1960 Koranjokowi.com, OPini : Sebentar lagi kita akan menghadapi Bulan Ramadhan 1444 H , semoga kita semua, khususnya Relawan Jokowi – Ahok mampu menunaikannya dengan baik, aamiin yarabil’alamiin. […]

ASDEM  tersebut suasana dunia politik didalam […]

Tentang RedaksiKJ 3837 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan