#RepublikFabeliano, “HAI MANUSIA,TIRULAH  BUTKUS ANJING ROCKY THN.1970 – 1981”

#RepublikFabeliano,
“HAI MANUSIA,TIRULAH  BUTKUS ANJING ROCKY THN.1970 – 1981”
Yth, Kord.Nasional Koranjkowi.com
Dari: Miss Pussy Noni – Presiden Republik Fabeliano.
Beverly Park, Los Angeles, USA.
August 19, 2026, at 11:00 AM
Assalamulaikumwrwb, salah damai sejahtera untuk para hewan dimana saja berada.
Kak KordNas, alhamdulillah, kemarin siang (18/8) telah tiba di negaranya Mister  Donald Trump. Saya sudah bertemu dengan Nick Butkus , seekor anjing  Gen Z campuran jenis Bullmastiff  dengan Labrador Retriever atau Golden Retriever. “Kata orangtua,  kami dikenal sebagai Bullmastador / Golden Bullmastiff.  Perkawinan jenis Bullmastiif dengan jenis Golden Retrieven  ini bertujuan untuk meredam sifat protektif Bullmastiff  yang ‘garang sehingga akan lebih  ramah, penurut, dan kecerdasan tinggi dari keluarga Retriever”,Demikian Nick yang katanya liburan nanti akan ikut pesantren di Jawa barat.
Kak KordNas, saya setuju bahwa sejak tulisan ini , kita akan pakai #RepublikFabeliano agar sesuai dengan yang dimedsos. Oh ya, pagi tadi kami sempat berkenalan dengan teman teman hewan di The Bronx,NYC  mereka minta masuk Republik Fabeliano. Kata mereka , siapa bilang disini hidup enak bahkan karena Tingginya inflasi, meroketnya harga makanan hewan, serta mahalnya biaya dokter hewan  sebagian pemilik tidak sanggup lagi memelihara anjing mereka.
Kata Nick Butkus, keberadaan anjing telantar di The Bronx bukan karena pemiliknya enggan membayar biaya lisensi anjing (dog license) USD.40-60/tahun. Memang benar bahwa kepatuhan pendaftaran lisensi hewan di New York City (NYC) tergolong sangat rendah sehingga > 90% anjing di NYC tidak terdaftar resmi.
Kak KordNas, Nick Butkus tanya apakah Indonesia bisa menerapkan ‘dog license khususnya di kota kota besar sehingga terhindar dari penyait rabies salahsatunya. Saya jawab jangan pikirkan,  karena itu negara orang , bahkan dinegara kita saat ini para ahli sedang merancang bagaimana cara masyarakat hewan kami tidak tercemar virus ‘manusia rabies’. Dimana  jika hewan kena penyakit ini otomatis punya  penyakit korupsi, serakah, sering berhalusinasi, dan mengamuk tanpa kendali. 
Oh ya Kak KordNas, saya dan Nick  berada disebuah coffeshop yang tidak jauh dari bekas mansionnya aktor dunia Silvester Stalone (Rocky), dengan  luas 21.000 hektar di Beverly Park, Los Angeles beserta Rocky Balboa – petinju legen dunia. Rumah ini  didiami sejak thn.1994  dan  telah  dijual ke penyanyi Adele seharga sekitar $58 juta (>Rp.1,03 triliun) tahun 2022 lalu. 
Dari Nick Butkuss ini pula saya baru paham tentang sosok anjing setia milik Rocky bernama BUTKUS, yang nama ini diambil Rocky  dari nama belakang Dick Butkus, seorang legenda dan pemain sepak bola Amerika (American Football) terkenal dari tim Chicago Bears. Rocky  sangat mengagumi sang atlet yang terkenal sangat tangguh, keras, dan tidak kenal takut di lapangan. Kebetulan juga anjingnya ini  bertubuh besar dan kekar, Stallone merasa nama itu sangat cocok.

 Di awal tahun 1970-an, Rocky  hanyalah seorang penulis dan aktor yang tak dikenal, hidup dalam kekurangan bahkan sempat tidak punya tempat tinggal tetap. Saat itu, satu-satunya teman setianya adalah Butkus, yang didapat dari pemilik sebelumnya secara legal sebagai anjing peliharaan sejak kecil, bukan hasil memungut di jalanan. Kemudian mengejar mimpi dengan pindah ke New York di sebuah kamar sewa murah yang sangat kumuh (flophouse) di kawasan Hell’s Kitchen, Manhattan. Kamar tersebut terletak persis di atas stasiun kereta bawah tanah (subway) yang bising Di kamar itulah Butkus tumbuh besar dan setia menemani Stallone.

Di kamar ‘kos’ itu  memang tidak punya fasilitas air panas, melainkan  “hot and cold running roaches”(kecoa yang berlarian ke sana kemari) dimana menjadi hiburan Rocky dan Butkus saat stress.   Karena tidak punya uang untuk keluar rumah atau nongkrong, Rocky menghabiskan seluruh waktunya di kasur kosan inilah ia mulai belajar menulis dan berhasil merampungkan naskah film Rocky

Mereka tidur di lantai yang sama, berbagi makanan yang sedikit, dan berjalan berjam-jam bersama menyusuri dinginnya kota. Tak peduli lapar, tak peduli dingin — Butkus selalu ada di sisinya, menatapnya dengan mata yang seolah berkata: “Aku disini selalu, aku percaya padamu, apa pun yang terjadi.”
Saat kondisi ekonomi mencapai titik terendah pada tahun 1975, dengan hati hancur,  Butkus pun dijual  seharga US$40 – 50 saat itu  kepada seseorang yang kerap datang kesebuah toko minuman karena ia tidak lagi mampu memberinya makan. Itu adalah keputusan paling menyakitkan dalam hidupnya. Hari-hari tanpa Butkus terasa sepi dan berat. Namun Rocky bersumpah dia akan mengambilnya suatu saat.
Namun tak lama kemudian, keajaiban datang ketika naskah film Rocky yang ditulisnya berhasil terjual. Hal pertama yang Rocky  lakukan adalah mencari pembeli Butkus hingga berhari-hari lamanya sampai kemudian bertemu ditoko itu dan menebus Butkus dengan harga  US$15.000. Bagi orang lain itu hanya seekor anjing. Bagi Stallone, Butkus adalah keluarga, bukti bahwa kesetiaan tak pernah bisa dinilai dengan uang.
Dan ketika film Rocky (1976) akhirnya diproduksi dengan anggaran terbatas, Butkus pun ikut tampil di dalamnya — berjalan di samping Rocky Balboa, sama seperti ia selalu berjalan di samping Rocky sebagaimana masa masa susah lalu. Nama Butkus bahkan resmi tertulis dalam kredit akhir film.
Bintang dan rezeki majikannya terus bersinar, dan Butkus pun setia menemani hingga kembali bermain di Rocky II (1979). Sahabat setia ini akhirnya mati  tahun 1981 akibat serangan jantung di usia sekitar 12 tahun. Lokasi makamnya tetap dirahasiakan oleh Rocky  sampai saat ini demi menjaga privasi sang sahabat. Konon harta kekayaan Rocky saat ini >US$.400 juta atau >Rp.7,2 triliun.Dan ada peran Butkus pastinya.
“…Kesetiaan tidak menunggu sukses untuk datang — ia ada sejak awal, saat jalan masih gelap. Hewan tidak menilai kita dari harta, jabatan, atau nama besar. Mereka hanya melihat tulusnya hati kita. Ikatan antara manusia dan hewan adalah salah satu ikatan paling murni di dunia ini — tulus, jujur, dan tanpa syarat…”
Kak KordNas, Kita sering bilang “Anjing adalah sahabat manusia”. Tapi Butkus membuktikan lebih dari itu: ia adalah sahabat saat manusia belum menjadi siapa-siapa, dan tetap setia saat manusia telah menggenggam dunia. Anjing tidak pernah berkhianat beda dengan koruptor APBN/D !!
Wassalamualaikum wrwb.
Ikan hiu muter muter, see you later.
Hormat Selalu Dari Adindamu,
Miss. Pussy Noni
BERSAMBUNG
(Red-01/foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl.19  Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

Tentang Koran Jokowi 4469 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan