Vien,J.Siregar.#SahabatKPK!, “AYAM SIMALUNGUN MINTA KPK TURUN GUNUNG !?”

Vien,J.Siregar.#SahabatKPK!,

“AYAM SIMALUNGUN MINTA KPK TURUN GUNUNG !?”

Pagi ini, 18 Agustus 2026, telepon berdering. Di ujung sana suara KordNas – Arief P.Suwendi. Hampir 10 menit kami berkangen-kangenan. Tiba tiba dibelakang saya terdengar suara ayam berkokok berulang kali.  “Suara ayam siapa itu, Lae?”, tanya KordNas. “Wah saya tidak tahu pak, karena kami tidak pelihara ayam”, “Oke, kalau begitu, tutup dulu telepon ini. Lae cari tahu siapa dia. Sepertinya ada  yang mau disampaikan.Jangan lupa slogan Republik Fabeliano.Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!” Telepon pun ditutup.’Klik!

Hampir lima belas menit kemudian, saya kembali menelpon KordNas. Namun beberapa kali telepon tidak terangkat, bahkan barau saya baca KordNas sempat WA saat saya menemui ayam tadi, isinya “Ayam Mirah disebut juga dengan Dayok Mirah yang sejenis dengan ayam hutan merah (Gallusgallus). Dalam budaya etnis Simalungun, ayam jantan merah ini merupakan simbol wibawa, kekuatan, dan kekuasaan, serta menjadi bahan utama dalam kuliner adat tradisional seperti Dayok Nabinatur. Ayam ini menurut leluhur adalah  elemen sakral yang memiliki aturan gaib, kriteria fisik khusus, dan fungsi spiritual bagi masyarakat adat Simalungun. Pada zaman dahulu, Dayok Mirah secara eksklusif hanya  dipelihara oleh raja dan kaum bangsawan. Ayam ini dianggap sebagai simbol perwujudan wibawa, perlindungan gaib, kekuatan, dan kekuasaan tertinggi. Bahkan, Dalam legenda setempat, jenis ayam di Simalungun (seperti kerabatnya Dayok Sihulabu) kerap dikaitkan dengan senjata mistis untuk merebut kekuasaan atau memenangkan pertarungan antarkerajaan melalui medium laga ayam taruhan adat. Dan wajar jika ada  Tugu Dayok Mirah di Simpang Rambung Merah sebagai simbol kewibawaan dan kehormatan daerah.”, saya baru paham mengapa KordNas sangat perduli.

Tiba tiba telepom berdering dari KordNas, “Halo, bagaimana Lae?”, …  “Pak… ayam tadi  itu namanya MAMA MIRAH. Ayam Mirah, ayam asli keturunan ayam hutan merah tanah Simalungun sini pak. dialah kordinator ayam mirah se kab.Simalungun – Asahan,pak”, ….  “Oke, sudah saya duga. Apa katanya,Lae?”

Saya pun berceritera , bahwa ayam itu bertanya apakah Koranjokowi.com mengetahui viralnya kasus  Septiaman Purba, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial yang  menuliskan diFB-nya Me 2026 lalu  “Kenapa Simalungun sulit maju? Karena korupsinya merajalela!” . Setelah kasus ini viral, dia dipanggil dan diperiksa oleh Inspektorat. Sekda membantah, menuntut  untuk membuktikan sendiri.

“Oh iya itu Lae, sempat juga terdengar hingga Bandung. Kasus ini bermula pada awal Mei 2026, ketika Septiaman Purba  yang  juga mantan Camat Dolok Panribuan, posting  di Facebook pribadinya. Fee  21 persen  itu dari nilai pagu anggaran yang dibebankan kepada pihak rekanan di lingkungan Pemda. Kalau tidak salah, hingga pertengahan Agustus 2026, status penanganan masalah ini masih berupa pemeriksaan internal administrasi dan kode etik ASN oleh Inspektorat”, kata saya.

“Iya begitu pak, di WA grup emak emak Mama Mirah pun seperti itu katanya. Bahkan, emak emak ini bertanya mengapa patung /tugu DAYOK MIRAH itu ada di Pematang Siantar, bukan di Kab.Simalungun?”, tanya saya.

“Yang saya pahami,secara sejarah kuno, Pematangsiantar adalah pusat pemerintahan dari Kerajaan Siantar, yang merupakan salah satu dari Kerajaan Marpitu (Tujuh Kerajaan) asli etnis Simalungun. Raja terakhirnya yang terkenal adalah pahlawan nasional Tuan Sang Naualuh Damanik. Jadi, mendirikan simbol budaya Simalungun di Siantar secara historis sangatlah sah karena Siantar adalah tanah ulayat (tanah adat) Simalungun.Jelasnya bisa hubungi pemda setempatlah, biar nggak salah,Lae”, jawab KordNas.

“Oh ya pak, menurut emak emak .Selain fee proyek 21 persen, Septiaman diketahui juga sempat mengkritik sistem pengadaan barang dan jasa (khususnya sektor konsumsi) di Sekretariat Daerah Pemkab Simalungun. Dia minta kita bagaimana cara meminta KPK segera turun ke Kab.Simalungun, pak?”, tanya saya.KordNas sesaat diam.

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa Tgl.18   Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===================

PRESS RELEASE: “DARI BANDUNG KITA LAWAN!”

 

Tentang Koran Jokowi 4425 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan