Suasana di Istana Kepresidenan Republik Fabeliano mendadak tegang. Miss Pussy Noni, sang Presiden blasteran Persia-Sunda, sedang duduk di kursi kebesarannya wajahnya tegang, di hadapannya, berdiri Jenderal Bodas – Menteri Dalam Negeri Fabeliano, yang juga tampak gelisah membawa setumpuk dokumen.
“Ada apa Jenderal,silahkan duduk. Silahkan bikin kopi sendiri karena disini tidak ada officeboy, hemat anggaran. Self service”, Jenderal bodas mengangguk, setelah menaruh dokumen dimeja, dia menuju dapur.
Diskusi pun terjadi, intinya Jenderal Bodas heran dan tidak habis pikir bagaimana bisa dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-K/L) Di Kementeriannya muncul anggaran pembangunan Fitnes center sebesar Rp.1,5 miliar. “Saya tidak tahu ibu, bagaimana ini bisa keluar sedangkan yang saya tahu pos ini tidak ada, ini sama dengan anggaran siluman, Free rider. Saya takut ibu menuduh saya bermain”, jawabnya sambil meneguk habis kopi yang masih panas itu, terlihat marah.
“Ahaha, sabar Jenderal. Mudah nanti kita lacak, itu bisa saja titipan dari legislatif, internal kementerian yang biasa bermain itu Direktur Jenderal atau Kepala Biro Perencanaan sebagaimana telah kita ciduk dibeberapa kasus selama 3 bulan belakangan. Bisa juga ‘titipan’pengusaha (kontraktor) melalui internal kementerian, main mata dengan oknum di DPR – Hewan, bahkan oknum di kementerian, dsb. Namun program ini bukan karena ada perubahan kebijakan mendadak dari saya selaku presiden atau hasil Trilateral Meeting antara Kementerian Keuangan dan Bappenas yang biasa di RI. Tenang saja, Jenderal. Nanti kita telepon KPK-Hewan dan Kepala Kepolisian biar mereka yang urus”, jawab Miss Pussy tersenyum.
Kemudian, Jenderal Bodas – keturunan mantan bodyguard Prabu Siliwangi ini menceritakan bahwa media sosial hewan Republik Fabeliano sedang menyoroti pro-kontra kasus pembangunan sarana Fitness Center internal Kemendagri di Jalan Medan Merdeka Utara No. 7, Jakarta dengan anggaran Rp3,98 miliar untuk luasan >800 meter“Lalu muncul anggaran siluman ini, pastinya membuat saya resah, saya takut ibu curiga kepada saya”, jawabnya tertunduk.
“Menurut ibu, pengadaan fitness center diinstansi idealkah untuk Republik Fabeliano?”
“Di republik lain,silahkan. Tapi untuk disini. TIDAK. Siapa yang menjamin tidak korupsi jam kerja?, siapa yang menjamin semua itu tidak akan menjadi pajangan?, siapa yang menjamin tidak memunculkan kecemburuan sosial karena fasilitas ini umumnya hanya dinikmati oleh pegawai di kantor pusat, sementara pegawai di daerah terpencil sering kali bekerja dengan fasilitas kantor yang minim. Tahu dirilah. Dan yang lebih utama, itu uang rakyat. Kerja saja yang benar dan wajar, masuk dan keluar kantor tepat waktu. Mau nge-gym silahkan diluar berbiaya sendiri!. Almarhum ayah saya pernah berpesan ‘Setiap pejabat publik/negara harus mampu Manajemen Konflik dalam rangka mencegah,menghindari,terjadinya konflik serta mengurangi resiko”, jawab Miss Pussy dingin.
Gerimis tiba tiba turun, Miss Pussy Noni langsung bangkit dari kursinya sambil memegang gelas teh hijau idolanya, dia pun berceritera bahwa kasus itu sudah dia dengar dari Panglima Operasi Senyap:Laksamana Lodaya sejak 2 hari lalu. Kasus ini memang sedang gaduh di RI, “Ini memicu cemooh besar karena bertentangan dengan instruksi penghematan anggaran yang digemborkan mereka sendiri. Tujuan utama penghematan anggaran di sana kan untuk mengamankan keadilan fiskal, menjaga ruang belanja publik, dan memulihkan ekonomi nasional. Tapi pengetatan itu seolah hanya dipaksakan ke bawah, ke Pemerintah Daerah saja. Saya juga lihat di televisi dan podcast podcast yang membahas soal ini”
Bahkan mereka mengkritisi, dengan bahasa yang kurang enak untuk kita juga dimana saat pusat membangun tempat olahraga mewah, yang juga untuk apa dan siapa ini – ada sedikitnya 79 daerah di Indonesia yang dilaporkan krisis keuangan hingga berpotensi menunda pembayaran gaji pegawai dan memotong anggaran belanja publik. Aliran dana dari pusat tersendat, daerah dipaksa ikat pinggang sampai sesak napas, sementara orang-orang di Medan Merdeka Utara No. 7 malah asyik menganggarkan tempat membakar lemak. Seperti perdebatan di televisi.“Untungnya itu bukan di Republik Fabeliano, Jenderal”
Miss Pussy Noni melanjutkan bahwa dia telah memerintahkan Jenderal Condor – Jaksa Agung dan Menko Bd. KPK, Polisi & Kejaksaan: Jenderal Tavir membuat rumusan untuk mewaspadai tiga pintu masuk yag berpotensi pelanggaran hukum sehingga i tidak terjadi di Republik Fabeliano, yaitu :
Pintu Pertama (Penyalahgunaan Wewenang): “Sesuai asas hukum administrasi, wewenang jabatan wajib digunakan untuk kepentingan umum. Menggeser miliaran uang pajak demi kenyamanan elite internal di tengah krisis daerah bisa digugat sebagai pelanggaran Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik. Ini adalah abuse of powerterselubung.”
Pintu Kedua (Celah Tender LPSE):“Proyek ini harus dipelototi. Kami mencium potensi mark-up harga alat-alat kebugaran tersebut. Jika harga satu unit treadmill atau beban digelembungkan dari harga pasar demi keuntungan vendor atau oknum tertentu, itu sudah masuk ranah tindak pidana korupsi kerugian negara. Belum lagi risiko kongkalikong penguncian spesifikasi tender.”
Pintu Ketiga (Disiplin Anggaran): “Jika tindakan egois ini terbukti menabrak Instruksi Presiden atau regulasi di atasnya terkait prioritas pemulihan ekonomi, maka ini adalah pelanggaran disiplin anggaran berat yang bisa menyeret Pengguna Anggaran ke meja hijau.”
Gerimis semakin deras, Miss Pussy Noni menghampiri jendela, kemudian membukanya lebar lebar, “Saya kerap membuka jendela disaat seperti ini, saya butuh masukan dari alam. Dari angin, dari matahari, dari bulan dan dari bintang karena mereka mempunyai kejujuran. Saya juga selalu berdoa kepada Tuhan dalam sholat saya agar kejadian kejadian yang menimbulkan kegaduhan dengan rakyat sebagaimana sering kita temui di republik lain tidak terjadi disini. Saya benar benar ingin menjemput FABELIANO EMAS 2040 dengan baik demi keadilan dan kesejahteraan rakyat,bukan untuk kita, bukan untuk kolega dan golongan kita. Saya tidak mau Tuhan marah pada Republik ini, Jenderal!”
Jenderal Bodas sontak berdiri, memberi hormat dan berkata tegas.
‘SIAP IBU PRESIDEN!”
Ikan hiu muter-muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl. 29 Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment