Tarzuki,#RepublikFabeliano.
“PESAN MBAH MOKORJANG DARI GN.SEMBUNG CIREBON”
KordNas Koranjokowi.com
di Tempat


Jauh sebelum peradaban semen, aspal, dan permukiman merajai bumi Caruban/Cirebon , wilayah pesisir dan perbukitan ini adalah bentangan hutan purba yang perawan. Ribuan tahun lamanya—hingga sekitar awal abad ke-14—tanah ini adalah rumah yang sempurna bagi bangsa kami. Pohon-pohonan tumbuh raksasa, kanopi hijau menutup langit dengan rapat, dan aliran air dari pegunungan mengalir sebening kristal tanpa kontaminasi sampah plastik. Hukum alam berjalan dalam harmoni yang magis tanpa gangguan tangan serakah manusia.

Waktu berputar hingga kami memasuki era di mana para penyebar risalah langit datang membawa keteduhan ke tengah rimba. Bangsa kami menyaksikan kedatangan Syekh Datuk Kahfi yang membuka pasanggrahan dan pondok di Gunung Amparan Jati. Di masa ini, guru kami tersebut mengajarkan bahwa alam semesta adalah ayat-ayat Tuhan yang terhampar nyata. Manusia dan satwa hidup berdampingan saling menghormati. Fondasi spiritual ini menanamkan ajaran kuat bahwa merusak satu ranting pohon tanpa alasan sama saja dengan merusak pilar bumi.

Ketika era beralih ke masa hidup dan syiar cucu Prabu Siliwangi, yaitu Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati (SGJ), hutan kami menjelma menjadi pusat peradaban spiritual dan Kesultanan yang agung. Sepanjang masa kepemimpinannya hingga beliau wafat pada tahun 1568 Masehi, sosok SGJ bagi kami para satwa adalah pelindung benteng hijau terakhir. Wilayah perbukitan Bukit Sembung dijaga ketat kesuciannya. Selama berabad-abad sejak tahun 1568 hingga era kolonial, kehadiran kompleks makam kramat SGJ secara tidak langsung menahan laju kapak dan gergaji manusia. Mereka takut kualat dan segan untuk merusak hutan di wilayah sakral tersebut.

Melalui surat ini, saya ingin mengingatkan kembali petuah luhur dakwah budaya dari Sunan Gunung Jati yang disebarkan sejak ratusan tahun lalu namun kerap dilupakan para peziarah modern: “Titip Tajug lan Fakir Miskin.” Dari petuah ini, kami para satwa membaca pesan tersirat bahwa menjaga tajug (tempat ibadah) juga berarti menjaga kesucian alam di sekitarnya—termasuk tanah, air, dan pepohonan yang menjadi penopang kehidupan fakir miskin. Keseimbangan alam adalah bagian dari amanah khilafah manusia di bumi, bukan untuk ditukar dengan tumpukan beton yang gersang.

Melalui catatan ingatan bangsa kami, saya juga ingin memperkenalkan sosok yang jarang dikupas oleh sejarah populer: Syekh Ghulam Jalaluddin (Syekh Muhammad Maulana Jalaluddin). Beliau adalah keturunan kedelapan dari Sunan Gunung Jati yang menjadi saksi hidup betapa eratnya hubungan spiritual dan kultural antar-pulau di Nusantara sejak ratusan tahun lalu.

(Sunan Gunung Jati / SGJ)
│
[ PANGERAN PASAREAN ]
│
[ PANGERAN DIPATI CIREBON ]
│
[ PANGERAN PANEMBAHAN RATU I ]
(Cicit Sunan Gunung Jati)
│
[ PANGERAN DIPATI ANOM ]
│
[ PANEMBAHAN RATU II / GIRILAYA ]
│
[ SULTAN ANOM I KERTABAWI ]
(Kesultanan Anom)
│
[ PANGERAN SULAIMAN / REKSA DININGRAT ]
│
[ SYEKH MUHAMMAD MAULANA JALALUDDIN ]
(Syekh Ghulam Jalaluddin)
│
┌───────────┴───────────┐
Menikah dengan Keturunan Syekh Yusuf Al-Makassari
│
[ BAU HABIBAH ]
(Dipersunting Raja Bone ke-22, La Temmassonge)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)







“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl. 26 Agustus Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===================
- Suratman,#RepublikFabeliano. “PERAN SUKU ANAK DALAM DI KARHUTLA JAMBI”
- #RepublikFabeliano. “MENHUT RAJA JULI, MUNDURLAH!”
- Jumadi, Supran. #RepublikFabeliano, “MEDALI OPUNG BINTURONG LANGKAT UNTUK HAKIM PN MEDAN”
- #RepublikFabeliano, ” KARHUTLA, HEWAN KALIMANTAN JADI KORBAN LAGI!”
- #Republik Fabeliano. “HAK PRODEO UNTUK SIAPA?
- #RepublikFabeliano,”BRO MAC MACAN DAHAN IKN & PROKONTRA KORIDOR HEWAN”
- Marwedi,Jeck,Nerko. #RepublikFabeliano. “MENTERI MAT KONENG & KORUPSI 1,5 MILIAR KAB.BOGOR”
- Budi D.Ginting. #RepublikFabeliano.”Pesan Panglima Kraken & HUT RI ke-81 di Desa Sampali,Sumut”
- #SahabatKPK!, “MEREKA DIBURU PEMBENCINYA !?”
- #RepublikFabeliano, “HAI MANUSIA,TIRULAH BUTKUS ANJING ROCKY THN.1970 – 1981”
Be the first to comment