#RepublikFabeliano. “PESAN BUAYA MUARA BATAVIA UNTUK BOTOK PATI CS”

#RepublikFabeliano.
“PESAN BUAYA MUARA BATAVIA UNTUK BOTOK PATI CS”
“Alhamdulillah, urusan teman teman AMPB – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu kemarin selesai dengan damai, kalaupun ada sedikit gaduh sesudahnya itu bukan ulah mereka. Persis dengan kejadian penyerangan Mataram ke Batavia Tgl.27 Agustus 1628 lalu, Mataram kembali , VOC Batavia pun malamnya berdansa-dansa“, kata Bang Bura – Buaya Muara era Batavia thn.1600-an lalu saat bertemu di pinggir kali Ciliwung kemarin (28/8) usai melatih silat Betawi hewan air lainnya.
“Sebelum gua (gaya Betawi)  meneruskan ceritera, untuk teman teman yang baru gabung silahkan baca edisi sebelumnya dibawah ini ya, biar nyambung,ehehe”, kata Bang Bura  yang usianya >380  tahun ini sambil membersihkan debu di ‘kopiah merah’nya. “Lu nggak ngopi hah?”, tanyanya, saya mengangguk. Bang Bura memanggil seorang stafnya, tidak lama telah datang dengan 2 gelas kopi. “Ini cucu gua, namanya Wiwit, kalau siang dia manusia kalau habis magrib dia kembali jadi buaya rawa. Kuliah di Fakultas Hewan Jurusan Manusia”, Wiwit tersenyum, saya mengangguk.
“Apa saja kak, yang diajarkan ?”, tanya saya sambil mengambil gelas dari nampan. “Macam macam kak, tentang penyakit kejiwaan manusia,  salah satunya mengapa manusia korupsi”, …. “Apa katanya, Kak”, …. “Hmm… serakah itu intinya Kak, ke-2, manusia lupa jika Tuhan itu ada. Kalau manusia merasa punya Tuhan, apapun tidak akan korupsi,Kak”, ….”Wow, sudah semester berapa kak?”,…”Baru semester empat”,… kemudian Wiwit pamit.
Bang Bura mulai membuka percakapan, “27 Agustus 1628 lalu. Gua dan para jawara Betawi  melihat langsung bagaimana  prajurit Mataram babakbelur, karena kalah amunisi dibanding VOC Belanda. Entah berapa ratus bahkan ribuan  mayat bergelimpangan di sungai Ciliwung dari 10.000-an prajurit Mataram yang masuk Batavia. VOC Belanda lebih unggul dalam hal  amunisi, logistik, dan prajuritnya yang terlatih perang ditambah lagi kuatnya tembok / benteng VOC dan banyaknya meriam yang mereka punya”, kata  Bang Bura sambil menyalakan rokok linting daun kawungnya, 
Bang Buraberdiri, puntung kawungnya diinjak  dalam dilumpur,“Ada beberapa sumber yang mengatakan Desember 1628 Mataram masuk lagi Batavia dengan namun kalah lagi, ada juga yang mengatakan sebaliknya. Dalam perjalanan pulang ke Mataram, Sultan Agung – Raja Mataram marah atas kekalahan itu dan menghukum mati para panglimanya termasuk Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja dengan hukum pancung, karena dianggap gagal menjalankan tugas. Pihak VOC kemudian menemukan ratusan jenazah tanpa kepala dari tentara Mataram di luar benteng mereka baik didarat maupun sungai”
“Setelah dirasa lebih kuat dari sebelumnya, Sultan Agung kembali menyerang VOC Batavia sejak Mei-Oktober 1629, namun kembali gagal karena ada ‘mata-mata lokal/intern’ yang menunjukan basecamp Mataram sehingga VOC pun  membakar gudang-gudang lumbung padi rahasia milik Mataram di Cirebon, Tegal, Karawang, dan Bekasi. Akibatnya, pasukan Mataram kelaparan dan kelelahan sebelum berhasil meruntuhkan pertahanan utama Belanda”, Bang Bura meminta saya duduk mendekat 
“Seperti Wiwit tadi bilang, manusia itu serakah dia tidak perduli apapun, di era itu pun banyak penghianat  Pengkhianat paling terkenal dalam sejarah perang antara Kesultanan Mataram melawan VOC ada nama Tumenggung Endranata. Selain kerabat dekat dia juga adalah salah satu  abdi dalem sekaligus orang kepercayaan Raja Mataram, Sultan Agung, yang berkhianat  demi mengejar keuntungan materi dan kekayaan dari pihak Belanda. Dimana kemudian setelah dipancung kepala dan tubuhnya dipisah, kepalanya ditaruh diantara tangga makam Imogiri Yogja agar setiap orang yang lewat tangga itu bebas menginjak kepalanya sampai saat ini!. Beberapa penghianat lainnya yang kabur ke Antartika pun tertangkap setelah bekerjasama dengan negara sekitar sepertiArgentina, Australia, Chili,Prancis,Selandia Baru,Norwegia, Inggris Raya (Britania Raya), dsb.Semua tinggal niat, Lu paham kan?,eheheh…canda euy..”, kata Bang Bura, saya mengangguk lagi.
Tiba tiba, serombongan buaya rawa lainnya muncul kepermukaan “Ada apaan lu?”, tanya Bang Bura kepada mereka. “Mau lapor bang”, kata ketua kelompok yang bernama Juned. “Ya, buruan!”, …“Lapor bang , temen teman baru update data warga ilegal sekitar kali Ciliwung udah sekitar 170.000, mereka tersebar di Kampung melayu : ~7.233 KK, Pejaten Timur: ~4.967 KK, Bukit Duri: ~3.526 KK, Rawa Jati: ~3.521 KK, Manggarai: ~2.390 KK, Cawang: ~1.623 KK, dsb. Sebagian pemilik bangunan informal di atas tanah negara maupun warga yang menyewa/mengontrak lapak di pinggir sungai, bang”‘, kata Juned yang giginya kuning.

“Laporan Lu gak valid, payah lu!, yang bener gini, Wilayah sejauh 10–20 meter dari bibir sungai merupakan kawasan lindung negara yang dilarang keras untuk mendirikan bangunan. Nah, Mayoritas warga manusia itu  tidak mengantongi Sertifikat Hak Milik (SHM) resmi atas tanah yang mereka tempati. Banyak warga manusia yang sudah tinggal di bantaran sungai secara turun-temurun selama puluhan tahun. Pembiaran yang terjadi pada masa lalu membuat pemukiman kumuh ini semakin padat dan meluas secara bertahap.Kalau mau dipindahin ke rusun, mereka ngamuk tuh. Kan aneh, udah salah, ngamuk. Sama kaya DPRRI, udah hampir 10 tahun RUU PERAMPASAN ASET ‘dikacangin, dicuekin, nggak digubris. Sejuta alesan!, maka wajar jika DPRRI  masuk kelompok yang diduga menghambat bareng koruptor dan antek antek aseng yang terbiasa hidup enak dari korupsi anak-anak buahnya!, Benerin lagi laporanlu, malu nih ada Koranjokowi.com disini!”, bentak Bang Bura, mereka pun bergegas masuk air lagi yang keruh, bau dan banyak sampah.

“Nah udah mau masuk sholat dhuhur nih, dari ceritera ini,  gua berpesan lewat Koranjokowi.com , sampaikan ke Botok Pati dan teman teman juga untuk para masyarakat yang mendukung UU PERAMPASAN ASET. Sebagaimana janji DPRRI mereka akan ambil sikap di 15 Desember 2026 mendatang, harus diwaspadai dengan cermat”, bisik Bang Bura.
“Memangnya ada apa dan kenapa ,Bang?”, tanya saya.
Ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano(Seluruh karakter hewan dalam tulisan  ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl. 27  Agustus 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

============
Tentang Koran Jokowi 4441 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan