#RepublikFabeliano,
” ADA APA 27 AGUSTUS DI BATAVIA !?”
“Selamat datang para pembebas Batavia!, Welcome the liberators of Batavia!.
Verwelkom de bevrijders van Batavia!, Huānyíng bā dá wéi yǎ de jiěfàng zhě1,
rhhibu bmhrriry batafya!,Batavu~ia no kaihō-sha-tachi o kangei seyo!”
“Namaku Bang Bura berusia 380 tahun. Buaya tertua di muara Ciliwung. Tahun 1628 itu, aku masih berusia 18 tahun menyaksikan sesuatu yang tak pernah dicatat di buku sejarah manusia. Saat itu Batavia masih Hutan lebat, harimau masih bebas berkeliaran, dan sungai ini jernih berisi ikan — sebelum ribuan prajurit datang membawa tombak dan api…”
🌿 AWALNYA — BATAVIA TAHUN 1628 ADALAH HUTAN LIAR
“Saat itu belum ada tembok tinggi. Yang ada hutan bakau sepanjang mata memandang, rawa-rawa tempat badak berendam, dan harimau Jawa yang berkeliaran bebas sampai ke tepi sungai. Di air Ciliwung, aku dan saudaraku berenang tanpa takut diganggu. Burung-burung berpuluhan ribu hinggap di pohon kelapa. Ini rumah kami — sebelum manusia datang membawa perang.”

⛵ 22 AGUSTUS 1628 — PASUKAN MATARAM TIBA
“Pagi itu, teluk Jakarta tiba-tiba penuh perahu. Lima puluh sembilan perahu besar, berlayar dari arah timur. Di atasnya seribu prajurit Mataram. Dipimpin seorang Tumenggung bernama Bahureksa, Bupati Kendal. Wajahnya tegas, matanya memancarkan tekad membakar. Membawa tugas dari Sultan Agung, kuasai Batavia ,perangi VOC!”
“Para hewan Batavia menyambut mereka, keluar dari hutan, dari rawa, dsb. Termasuk saya dan beberapa teman lain ,kami keluar dari rawa rawa pengap. Berdiri tegak memberi salam hormat. Selamat datang para pembebas Batavia!”
📊 FAKTA PASUKAN MATARAM:
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Panglima | Tumenggung Bahureksa (gelar: Tumenggung Baurekso) |
| Tanggal tiba | 22 Agustus 1628 mendarat di Teluk Jakarta |
| Armada pertama | 59 perahu, ± 900 prajurit |
| Pasukan darat & gelombang kedua | Tiba Oktober 1628, dipimpin Pangeran Mandurareja |
| Total kekuatan | ± 10.000 prajurit |
| Bantuan logistik | Membawa 150 ekor sapi/kerbau untuk bekal makanan |

⚔️ ALAT PERANG YANG DIPAKAI:
✅ Tombak lada & tombak panjang — senjata utama prajurit
✅ Busur dan anak panah — dipakai pasukan pemanah
✅ Keris & Pedang — senjata jarak dekat
✅ Meriam kecil & bedil sumbing — jumlah terbatas
✅ Tangga serbu — untuk menaiki tembok benteng
✅ Parit & benteng tanah — dibangun sebagai pangkalan kepungan
✅ Bendungan kayu & tanah di Ciliwung — strategi memotong air bersih VOC

❓APAKAH DIBANTU MASYARAKAT BATAVIA?
“Inilah yang jarang ditulis. Penduduk lokal Sunda, Jawa, Bugis, Tionghoa, Ambon, dsb bersatu padu untuk ikut berperang.
✅ Yang mendukung dalam diam: hutan, sungai, dan hewan-hewan — tempat persembunyian prajurit Mataram “Aku Bang Bura melihatnya dengan rasa haru dan bangga. Sejak Belanda disini thn.1619 telah melukai rakyat, yang melawan semakin menjadi kebringasan Belanda. Pejuang yang tewas banyak yang dibuang ke rawa atau sungai. Kalau pun yang diam, mereka tetap berjuang dengan cara memberikan makanan, minuman, harta dsb secara diam diam”
🔥 27–29 AGUSTUS 1628 — SERANGAN PERTAMA KE BENTENG HOLLANDIA
“Pada tanggal 27 Agustus, mereka menyerang. Tembakan meriam dari tembok benteng meledak. Tanah berguncang. Pasukan Mataram maju, bertelanjang dada, tanpa alas kaki setelah ratusan kilo tida lelah berjalan menyusui hutan, bukit, sungai dan penyakit. Mereka seperti Harimau, menerjang dengan senjata apa adanya, memanjat tembok dengan tangga tali. Tapi tembok batu itu terlalu tinggi. Peluru dan meriam Belanda terlalu deras.”
27 Agustus 1628 — Serangan besar pertama dilancarkan ke Benteng Hollandia (sebelum tembok kota Batavia)
29 Agustus 1628 — Serangan berulang, dipukul mundur VOC. ± 1.200–1.300 prajurit Mataram gugur dalam pertempuran itu
Oktober 1628 — Pasukan kedua tiba, jumlah mencapai 10.000 orang, mengepung kota dari selatan & barat, membendung Sungai Ciliwung
November–Desember 1628 — Persediaan makanan habis. Wabah penyakit melanda. VOC membakar lumbung beras Mataram. Pasukan melemah.

💀 AKHIR DARI PERTEMPURAN ITU
“Pada bulan Desember 1628, pasukan Mataram mundur. Bukan karena kalah berani — tapi karena lapar. Tanah Batavia tidak memberi makan mereka. Dan tembok batu Belanda tak bisa ditembus dengan tombak saja.”
📌 HASIL AKHIR:
- ❌ Gagal merebut Batavia — benteng VOC tetap berdiri
- 💀 Ribuan prajurit gugur — pertempuran, kelaparan, wabah
- ⚖️ Tumenggung Bahureksa & Pangeran Mandurareja dihukum mati oleh Sultan Agung karena dianggap gagal
- 🔁 Serangan kedua tahun 1629 juga gagal — lumbung padi dibakar VOC
- 📜 Sejarah mencatat: Mataram tidak pernah berhasil mengusir VOC dari Batavia

PENUTUP DARI BANG BURA
Buku sejarah bilang: Mataram kalah karena senjata kalah canggih, makanan habis, dan jarak terlalu jauh. Itu benar. Tapi ada satu hal yang TIDAK PERNAH ditulis:“Pasukan Mataram datang dari jauh ibarat harimau buas yang menahan amarah,amunisi terbatas, kosumsi sedikit namun mereka punya tujuan mulia melawan penjajah!”. Aku Bang Bura, buaya muara Ciliwung. Aku menyaksikan semuanya. Dan sungai ini tetap mengalir, membawa sisa perjuangan yang tak selesai itu, hingga hari ini dalam usia senjaku. Bangga mengenang masa itu!”BERSAMBUNG(Red-01/Foto.ist)#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl. 27 Agustus Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!
https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/
https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/
===================
============
- Tarzuki,#RepublikFabeliano.”PESAN MBAH MOKORJANG DARI GN.SEMBUNG CIREBON”
- Suratman,#RepublikFabeliano. “PERAN SUKU ANAK DALAM DI KARHUTLA JAMBI”
- #RepublikFabeliano. “MENHUT RAJA JULI, MUNDURLAH!”
- Jumadi, Supran. #RepublikFabeliano, “MEDALI OPUNG BINTURONG LANGKAT UNTUK HAKIM PN MEDAN”
- #RepublikFabeliano, ” KARHUTLA, HEWAN KALIMANTAN JADI KORBAN LAGI!”
- #Republik Fabeliano. “HAK PRODEO UNTUK SIAPA?
- #RepublikFabeliano,”BRO MAC MACAN DAHAN IKN & PROKONTRA KORIDOR HEWAN”
- Marwedi,Jeck,Nerko. #RepublikFabeliano. “MENTERI MAT KONENG & KORUPSI 1,5 MILIAR KAB.BOGOR”
- Budi D.Ginting. #RepublikFabeliano.”Pesan Panglima Kraken & HUT RI ke-81 di Desa Sampali,Sumut”
- #SahabatKPK!, “MEREKA DIBURU PEMBENCINYA !?”
















Be the first to comment