“Mandala-Holing Kab.Madina Yang Merana Karena PETI”
Hingga hari ini, Minggu, 30 Agustus 2026, gemuruh mesin dompeng dan kepulan asap dari aktivitas Tambang Emas Tanpa Izin (PETI) masih saja pekak terdengar di seantero wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Janji-janji penertiban terbukti hanya menjadi pemanis bibir. Belum ada aksi progresif, nyata, dan menyentuh akar masalah dari pemangku kebijakan untuk menyelamatkan ekosistem yang sekarat. Aliran Sungai Batang Gadis yang membelah bumi Madina kian pekat berlumpur, mengalirkan racun merkuri tanpa henti dari hulu ke hilir. Kami, Ali Monang dan Marwadi (Nasution Bersaudara), Relawan Koranjokowi.com dan #SahabatKPK! Kab.Madina berjanji bertemu RAJA IKAN MIRAH didaratan Sungai Batang Gadis.
Tepat diwaktu yang disepakati, munculah dia disertai ratusan pengawalnya, anehnya pakaian kerajaan dan tubuhnya tidak basah. Kemudian naik kedarat dan menyalami kami. “Terimakasih sudah datang, jangan pernah lelah berbuat baik. Apalagi ini adalah kampung halaman kalian juga, kalau bukan kalian siapa lagi yang bisa membantu”,
Sambil menatap samar ke atas permukaan air yang kecokelatan, RAJA kemudian berkata.
“Ribuan tahun lalu, jauh sebelum mesin-mesin besi kalian datang merobek perut bumi, tanah Mandailing ini adalah wilayah yang sangat terhormat. Leluhur kalian menyebutnya dengan Mandala-Holing— kekayaan emas dan hasil alam kita dahulu menjadi buah bibir di seluruh dunia.”
“Saking tersohornya kemakmuran Mandala-Holing, para musafir dan pendeta dari Dinasti Tang di Tiongkok kuno rela berlayar ribuan mil melintasi samudra. Mereka mencatat nama tanah ini dengan tinta emas dalam kitab-kitab sejarah kekaisaran mereka. Mereka mengagumi sebuah negeri di mana hukum adat dijunjung tinggi, di mana alamnya memberi makan, dan di mana sungainya mengalirkan kehidupan yang jernih. Hukum adat Tumbaga Holing yang kalian warisi dari zaman Dinasti Tang itu menegaskan bahwa alam harus dijaga, bukan dirusak demi keserakahan sesaat!”, RAJA terdiam sesaat sambil merapihkan mahkotanya.
“Mandala-Holing berarti “Wilayah Kekuasaan/Lingkaran Holing”. Kerajaan kuno Mandala-Holing ini diyakini sudah berdiri jauh sebelum abad ke-12 dan membentang dari Padang Lawas hingga wilayah Sumatra Barat bagian utara. Kini, di bawah bendera Mandailing Natal yang modern, kebanggaan kuno itu telah runtuh. Dinasti Tang tinggal cerita di buku sekolah, dan kesucian Mandala-Holing telah kalian gadaikan pada pemodal-pemodal liar. Kalian mengeruk emasnya, tetapi memberi kami racun. Kalian mengejar legalitas formal (IPR) yang mahal, tapi membiarkan kami mati pelan-pelan karena sistem yang abai. Sudah puluhan ribu komunitas kami mati sia sia karena PETI. Dan,jika hari ini tetap tidak ada aksi progresif dari para pemimpinmu, maka tunggulah marahnya Tuhan Maha Pemilik bumi dan alam semesta”
Kemudian, RAJA mengeluarkan surat edaran Bupati Madina No.680/2133/DLH/2028 tentang Kebijakan penghentian Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan SK Bupati Nomor 188.45/0655/K/2026 tentang pembentukan Satgas Penanganan PETI. “Dari tahapan kerja, saya melihat saat ini periode Tgl. 18 – 31 Agustus 2026 adalah fase penindakan menyusul penghentian total penggunaan alat berat dan penambangan ilegal. Yang saya pikirkan adalah bagaimana kelanjutan dari masyarakat yang terbiasa menambang PETI. Adakah pemerintah telah menyediakan solusi pekerjaan penggantinya?”, tanya RAJA.
Kami diam , menyimpan kamera HP kedalam saku celana. Dada ini serasa sesak, RAJA kemudian duduk dibatu pinggir sungai, kami pun ikut disebelahnya, menatap Sungai Gadis yang seolah menangis karena matanya dicemari bubuk Mercuri PETI. Gerimis turun, beberapa hewan sungai bermunculan seolah aksi demo.Kami semua diam, bingung mau melakukan apa.
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin,Tgl.31 Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment