Rigel Belatrix, #RepublikFabeliano, “WARGA ATAU PEMKOT JAKUT YANG BUDEG?”

Rigel Belatrix, #RepublikFabeliano,
“WARGA ATAU PEMKOT JAKUT YANG BUDEG?”
.
Mungkin sepanjang usia bumi baru kali ini (11/9) terjadi pertemuan 2 tokoh hewan purba  asal Betawi – Jakarta yang sama sama mempunyai pengaruh sejak era Sunda Pura – Sunda Kalapa jauh sebelum abad ke-5  yang saat itu  dikuasai oleh Kerajaan Pajajaran. Mereka adalah BANG BURA – Buaya Muara dan BANG BADAK KOJA – Badak purba.  Disaksikan Jenderal Bodas – Mendagri Republik Fabeliano – mantan abdi dalem Prabu Siliwangi.
Pastinya sebelum bertemu ke-2 tokoh ini diminta melakukan ‘uji-nyali’ terlebih dahulu, dengan ilmu beladiri silat Betawi hingga 3 hari 3 malam. Dan tiada yang kalah, berarti sama sama sakti.  “Kalian tidak menang tidak kalah, rupanya berasal dari guru yang sama yaitu Kong Owajawa ,nama panggilan dari moyang Owa Jawa (Hylobates moloch),  hewan jawara tidak berekor, lengan panjang dan mempunyai ilmu terbang sehingga seluruh pohon di sekitar Ciliwung menjadi kekuasaannya”, kata Jenderal Bodas termanggut-manggut.
Kalaupun sejak era Sundapura tanah Betawi dikuasai kerajaan sunda /Tarunabagara-Pajajaran  namun Kong Owajawa ini memang langka dan hanya ditemukan secara alami di Pulau Jawa dan tidak ada di pulau lain di dunia, maka para ilmuwan menyepakati nama Javan Gibbon dalam bahasa Inggris, yang kemudian diterjemahkan menjadi Owa Jawa dalam bahasa Indonesia. “Ya, era VOC mereka juga ikut berjuang bersama para jawara hewan Betawi lainnya, sampai kemudian setelah ribuan kali lolos akhirnya Owa tertangkap karena dikhianati dan mengalami penyiksaan kejam sehingga ke-2 kakinya harus pakai kaki palsu dan pendengarannya tuli/budeg. Terakhir yang saya tahu Owa menyepi di kepulauan 1000 sambil menjaga pesisir Gunung Krakatau”, kemudian Jenderal Bodas mengajak ke-2 nya duduk diantara jembatan rawa.
“Teman-teman saya kesini karena diminta oleh Presiden Miss Pussy Noni menemui kalian, ada apa?”,tanya Jenderal Bodas. Ada beberapa hal yang dibicarakan secara rahasia, namun hal umumnya sebagai berikut;
.
1.Jika saat ini di kota Jakarta utara Kota Administrasi Jakarta Utara terdiri dari 6 kecamatan  dan 31 kelurahan. Diantara kecamatannya ada bernama Kecamatan Koja dengan 6 kelurahan, yaitu ; Koja,Lagoa, Rawa Badak Selatan, Rawa Badak Utara, Tugu Selatan dan Tugu Utara.
2.Penamaan Rawa Badak itu bukan melulu karena para leluhur hewan purba Betawi terkana penyakit ‘Impaksi Serumen”, Penumpukan kotoran telinga yang mengeras dan menyumbat saluran luar telinga sehingga pendengaran menjadi teredam/tuli.
3.Namun, sebetulnya berasal dari kalimat ‘RAWA BADAG’, yang dalam bahasa Sunda/Tarumanagara / Pajajaran berarti ‘RAWA LUAS” karena memang saat itu alam Betawi didominan rawa.
“Nah, kita lihat kenyataan ENGKONG  OWAJAWA itu tuli karena perang dengan VOC begitu juga dengan leluhur hewan Betawi yang ‘slip’ ngomong dan kemudian menjadi biasa dan mudah dipahami dari  Rawa Badag jadi Rawa Badak. Tidak dosa, syah syah sajakan. Lihat juga bagaimana seorang aktor Betawi bernama Muhammad Sulaeman Harsono kelahiran Bogor Tgl. 5 Maret 1942. Dia tidak tuli, kalau pun sejak kecil neneknya yang Jawa memanggilnya  “Bolotan” (daki atau kotoran). Namun kemudian dia menjadi bintang panggung dengan sebutan ‘BOLOT’ yang identik dengan Tuli/Budeg”, papar Jenderal Bodas sambil menyantap kerak telor – cemilan khas Betawi yang disediakan istrinya Bang Bura. “Budeg, tapi kalau denger Kopi, duit dan cewe.Budeg-nya hilang. Budeg tapi bermanfaat untuk orang lain, ahahaha!”, mereka tertawa renyah.
.
“Bang Jenderal, maaf nih, di WA Group abang sering menyebut-nyebut kasus  TPS Liar Nagrak di Cilincing, Jakarta Utara karena ada yang ‘Bolot/Budeg, maksudnya bagaimana ?”, tanya Bang Bura dan Bang Badak Koha.
.
“Ahaha, itu inti masalahnya. Begini bang, sudah hampir setahun ini Presiden – Miss Pussy Noni mendapat telepon, WA dan Email dari warga Jakarta utara  mengenai tumpukan sampah sepanjang  – Rawa Malang, Kelurahan Nagrak, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara  dengan tinggi > 15 meter luas 5 hektar dan lebih 60.000 ton sampah disana – yang menyebar bau  dan menganggu kesehatan, keselamatan dan estetika yang rawan lonsgor dan terbakar. Warga menganggap itu TPS ilegal karena tidak dikelola Pemkot namun oleh ‘oknum’. Dan pastinya ada DANA ILEGAL  disana, ada yang main mata, ada yang pura pura tidak melihat dan banyak yang pura pura Budeg”, jawab Jenderal Bodas gemas.
“Weeeeh, lalu apa solusinya bang Jenderal?”
“Presiden Miss Pussy sudah berkirim WA ke Presiden Prabowo, agar segera TPS itu dipindahkan ke TPS resmi yaitu di Rorotan dan bagaimana solusi kepada lebih dari 300 orang warga sekitar yang bekerja sebagai pemulung sampah. Pada era Presiden Jokowi, fokus besar pembenahan sampah di area Jakarta Utara lebih diarahkan pada proyek-proyek strategis nasional, seperti perencanaan fasilitas ITF (Intermediate Treatment Facility) Sunter atau pengelolaan resmi di wilayah sekitarnya.  Dan manfaatnya kita rasakan hingga saat ini. Nah sekaranglah  waktunya, Presiden Prabowo turun tangan soal ini, sekaligus biar kita tahu yang ‘Budeg itu siapa, warga atau pemkot Jakut?. Ahahaha!”
‘Agh,sudahlah. Inikan terjadi di Pemerintahan manusia.
Tiba tiba dari jauh terdengar musik lenong betawi dan dinyanyikan oleh Kong Owajawa dalam lagi ‘Kicir kicir, kami terharu rupanya Owa tahu dan mendengar pembicaraan kami semua  kalau pun dia ada di kepulauan 1000. Memang sakti Owa!
…. Buah manggis di pohon randu,
Dimakan owa sambil melompat.
Kisah Republik Fabeliano begitu bermutu,
Menyentil yang budeg agar cepat bertobat! ….
Ikan hiu muter muter, see you later!
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Jumat, Tgl. 11   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

=============

Tentang Koran Jokowi 4470 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan