Feri Manurung, “KAMI AKAN RUBUHKAN KANTOR GUBSU & WALIKOTA MEDAN!”

Feri Manurung,
“KAMI AKAN RUBUHKAN KANTOR GUBSU & WALIKOTA MEDAN!”
.
Siapa sangka, di bawah hiruk-pikuk deru truk kontainer dan padatnya pasar tradisional di Kecamatan Medan Marelan , Medan – Sumatera Utara saat ini, tengah terjadi hal yang diluar ‘nurul – manusia. Dan saya menikmati kembali petualangan lintas waktu sebagaimana edisi edisi sebelumnya yang telah tayang.
Ratusan ribu tahun lalu, pada akhir Zaman Es (Pleistosen Akhir), wilayah Marelan utara adalah dataran sabana kering, dan disanalah OPUNG BADAK / BANG KETUA bersama hewan purba ainnya hidup damai . Namun ketika suhu bumi memanas secara masif (The Great Thaw), Laut Transgresi mengamuk. Air Selat Malaka meluap sedalam-dalamnya ke arah selatan, mengubah Marelan menjadi dasar laut dalam sekaligus dinding batas palung raksasa yang dijaga ketat oleh PANGLIMA KRAKEN beserta Skuadron Gurita Purba khususnya di wilayah Deli serdang dengan kedalaman >50 meter.
.
Hingga akhirnya, fase sedimentasi aluvial selama ribuan tahun mengeringkan kawasan ini menjadi hutan mangrove yang kokoh, lalu berubah wujud menjadi daratan subur yang kini kita injak. Marelan adalah tanah titipan dua alam: darat dan laut purba!.

Seiring waktu wilayah Marelan menjadi wilayah Kesultanan Deli yang dijadikan perkebunan dengan hak konsesi dari Sultan. Pada masa itu bukan hanya Belanda, banyak investor dari berbagai negara datang ke Deli untuk membuka perkebunan. Ada Amerika, Inggris, Jerman, Swiss, Prancis, Polandia, Ceko dan Belgia. Komoditas yang ditanam semula adalah tembakau, tetapi kemudian berkembang ke komoditas lain seperti karet, kopi, lada, pala, kelapa sawit, dan teh.

.Kebun-kebun tersebut ada yang diberi nama dengan nama lokal dan ada pula dengan istilah asing. Nama-nama perkebunan ini banyak yang masih dipakai hingga saat ini. Salah satunya adalah perkebunan Maryland, yang kemudian dalam lidah lokal disebut ‘Marelan’, dan  sejak tahun 1992 pun menjadi kecamatan.Dengan jumlah penduduk >201.000 tersebar di lurahan berdesakan karena luasnya <30 Km.

Temu Kangen di Sempadan Sungai Deli
Semalam (10/9), di tengah hutan purba dan dibawah saksi bulan purnama ke-2 sosok purba itu , Opung Badak & Panglima Kraken,   mengadakan pertemuan tatap muka bulanan. Dan saya selaku relawan Koranjokowi.com & #SahabatKPK! -Kota Medan diminta hadir dengan berbagai aturan : tidak boleh berisik, tidak boleh bawa istri, tidak boleh merokok dan tidak boleh main Hp. ‘Alamak!, tidak lama Opung Badak memulai pembicaraan sambil menghirup kopi pahit kesukaannya.
.
‘…Horas, mejuah-juah!, angka dongan PANGLIMA KRAKEN. Ndang tarbilangi hami be piga hali hami patupahon parpunguan bulanan on—tutu, ala asi ni roha ni Debata, tongtong do hami di bagasan hahipason. Di tingki na mangihut, ingkon taundang do angka dongan na asing—songon buaya, harimau, ursa, dohot angka na asing—ai nasida pe, masihol do marpungu songon najolo —–  Horas, mejuah juah sahabatku PANGLIMA KRAKEN.pertemuan bulanan ini mungkin sudah yang keberapa juta kali, puji tuhan kita masih sehat atas berkat tuhan. Lain kali kita akn undang teman lainnya seperti buaya, harimau, beruang dan lainnya mereka juga kangen untuk berkumpul seperti waktu lalu…..”
.
“Horas,adikku Opung Badak Purba. Agenda pertemuan  malam ini adalah membahas tentang macam mana Marelan saat ini dan mendatang. Nah, dalam laptopku ada 3 hal yang akan kusampaikan”, Panglima Kraken pun membuka laptopnya.
Tiga Dosa Manusia Marelan Saat ini
1. Angkuhnya Beton Penimbun Rawa & Amukan Banjir Rob
Panglima Kraken menunjuk ke arah pemukiman padat di Kelurahan Terjun dan Rengas Pulau. “Mereka menebang benteng mangrove pelindung ekosistem laut demi ruko dan perumahan. Parit-parit alami disumbat semen! Pekan ini, saat kuperintahkan air laut naik pasang hingga 2,6 meter, air rob itu menggenangi daratan bercampur sampah hitam dari drainase mereka yang mampet. Mereka sibuk menyalahkan alam, padahal  itu ulah mereka sendiri !”
2. Jebakan Lumpur di Jalan Veteran (Pasar 9 Helvetia)
Opung Badak menyelak. “Lihat jalur daratanku di Jalan Veteran Pasar 9 yang mengarah ke tol! Katanya Agustus kemarin mau dibeton rapi setebal telapak kakiku dan diperlebar 14 meter oleh Pemprov. Tapi tengoklah sekarang, pengerjaannya amburadul! Saat hujan mampet, jalanan licin seperti belut parit,banyak sudah korban karenanya. Sudah hampir seminggu kucari kontraktornya, biar kukunyah dengan celana dan bajunya sekalian!” 
3. Drama Kode Etik Birokrasi di Paya Pasir
“Lebih lucu lagi pamong mereka, Rakyat Marelan sedang pusing bertaruh nyawa di jalan rusak dan rumah kebanjiran, eh oknum Lurah di Paya Pasir malah sibuk melanggar kode etik ASN sampai dijatuhi sanksi disiplin oleh Camat. Sungguh tontonan yang memuakkan!”
.
Solusi Konkrit Versi Hewan Purba: “Kembalikan Hak Alam!”
Melihat kehancuran ini, reuni dua sosok legendaris ini tidak berakhir dengan ancaman kosong. Sebelum fajar menyingsing, mereka merumuskan 3 MANDAT SOLUSI MUTLAK  yang harus didengar oleh Walikota Medan, Camat Marelan, dan Pemprov Sumut. “Hei kamu kesini!”, panggil ke-2 tokoh in, saya pun merapat. “Siap, Opung!”,… “Semua yang kamu dengar silahkan tayang di Koranjokowi.com ya!”, ..”Siap,Opung” 
    • Mandat 1: Audit Total IMB & Revitalisasi Drainase Marelan Raya
      Pemerintah harus berani membongkar beton ruko atau fasilitas yang terbukti menutup jalur pembuangan air utama menuju palung laut. Jangan ada lagi kongkalikong izin bangunan di atas tanah serapan air. Kembalikan fungsi parit dalam secara radikal!
    • Mandat 2: Tuntaskan Pembetonan Jalan Veteran Tanpa Drama
       Kontraktor nakal yang memperlambat pengerjaan hingga membahayakan nyawa pengendara harus di-blacklist dan diseret ke ranah hukum!
    • Mandat 3: Bersihkan Birokrasi, Fokus Pelayanan Rakyat
      Gubernur Sumut dan Walikota Medan harus mengawasi kerja Camat Medan Marelan dan jajarannya serius mengawasi pompa dan pintu-pintu air, terutama di tengah ancaman banjir rob September ini. Bersihkan oknum ASN yang malas dan tidak beretika!

“Bung Feri, sampaikan pesan reuni kami ini kepada >477.000 pembaca setia Koran Jokowi di dalam dan luar negeri!”, Pinta ke-2 tokoh ini. …”Siap,Opung”,…. “Dan Jika Gubsu dan walikota ‘tetap masa bodoh’ atas semua diatas, percayalah jika kami dan teman teman purba mampu merubuhkan kantor gubernur dan kantor walikota dalam sekejap mata. Untuk apa ada kantor jika kerjanya nggak beres, oke Feri?”,…”Oke,Opung”,jawab saya. Kemudian Opung Badak dan Panglima Kraken memberikan saya masing masing sebuah amplop coklat. “Apa ini Opung?”, ..“Disetiap  amplop itu ada uang 50  juta,jadi ada 100 juta semua. Uang 50 juta  titip untuk KordNas Koranjokowi.com ,bilang saja untuk bantu biaya web, wifi dan ganti laptopnya”, ..”Siap Opung, yang 50 juta lagi?”,..“Itu untuk kamu!”..”Untuk saya, beneran nih Opung?”, mereka berdua mengangguk.
‘Brukkk!, saya pun pingsan.
Ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Jumat, Tgl. 11   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

=============

DAERAH/DESA

Feri Manurung, “WBTb BATAK TOBA ?”

Feri Manurung, “WBTb BATAK TOBA ?” Koranjokowi.com, Parekrafbud : Kemarin sore (7/5) saya ditelepon PimRed, “Fer, tolong minta daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Batak Toba”, sederhana tapi membuat jantung ini terasa mau copot, karena seumur […]

Tentang Koran Jokowi 4469 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan