#RepublikFabeliano.
“SURAT PELUKIS GANG SEMPIT UNTUK WAPRES GIBRAN”
“KAMI BERSAMAMU!”
Kota Bandung, 10 Oktober 2026
Yth.
Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia
Gibran Rakabuming Raka
di Tempat

Dearest Bapak,
Bapak, mohon dibaca sampai tuntas ya. Oh ya, Perkenalkan, nama saya Karina. Usia 26 tahun, pelukis jalanan gang sempit sudut jalanan kota Bandung. Bukan kader partai dan tidak suka politik kotor. Saya hanya punya kuas, palet warna, dan kanvas kosong. Bagi bapak dan ibu yang duduk di kabinet mungkin gang sempit ini tidak berarti apa-apa. Namun, mereka lupa uang penjualan lukisan saya yang tidak seberapa ini menjadi pajak dan punya andil di APBN dalam 2 tahun ini.

Setiap bulan saya berbelanja 2 x minimal Rp. 290.000 + PPN 12% – Rp.34.800 = Rp. 324.800 atau Rp. 649.600/bulan atau Rp. 15,5 juta dalam 2 tahun ini. Dengan total PPN saya Rp. 835.200 selama 2 tahun. Maka saya dan teman teman heran jika pajak gaji pokok dan tunjangan melekat para pejabat pemerintah pusat dan daerah termasuk DPRRI ,PPH-nya dibebankan kepada APBN/APBD. Agh,sudahlah pak!

Bapak, pagi ini (10/10) saya berada disanggar milik pribadi Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni, yang tidak jauh dari Istana Negara Republik Fabeliano. Republik ini masih muda karena didirikan para relawan Koranjokowi.com Mei 2026 lalu namun dalam kesibukannya mereka sangat perduli kepada kami sebagai orang muda yang bukan struktur parpol. Sejak pkl. 08.00 pagi saya dan teman teman disini untuk menyelesaikan lukisan tentang bapak, entah mengapa saya punya keinginan ini. Namun harus diakui sosok bapak bagi sebagian anak muda masih menjadi ‘harapan.

Dalam kanvas saya, Bapak berdiri tegak di tengah kota yang luluh lantak. Gedung-gedung runtuh, jalanan retak, dan debu beterbangan di udara. Kota yang seharusnya menjadi rumah bagi masa depan justru tampak seperti kehilangan arah. Dan, saya menamainya “Kota Harapan yang Runtuh”. Bukan karena anak-anak mudanya kehabisan mimpi, melainkan karena terlalu banyak orang yang diberi amanah justru sibuk memperebutkan panggung.

Di kota ini, politik kehilangan sebagian adabnya. Sebagian penghuninya lebih sibuk mengejar kekuasaan, jabatan, materi, dan popularitas daripada merawat kepercayaan. Mereka hanya menari ketika seharusnya mendengar. Berjoget ketika seharusnya bekerja. Menutup mata terhadap persoalan, menulikan telinga terhadap keluhan, dan membiarkan kebenaran tersesat di antara caci-maki dan cemooh kepada rakyatnya sendiri. Sementara itu, rakyat diminta tetap percaya bahwa semuanya baik-baik saja.

Tetapi, Bapak, kota yang runtuh tidak selalu berarti harapannya telah mati. Di antara puing-puing itu, saya masih menemukan anak-anak muda yang ingin percaya bahwa masa depan bisa diperbaiki bersama bapak bukan dengan mereka para orang tua yang sebentar lagi akan habis masanya. Kami, ikut bersama bapak merajut harapan menjadi kenyataan agar pemerintahan lebih peka.

Bapak, tadi saya sempat melihat seorang bapak tua dibawah kolong jembatan bersimpuh, menangis didepan mural anak anak tersisihkan. Dia menangis karena tidak mampu melakukan apa-apa disaat bapak dan keluarga dicaci-maki diruang publik oleh para orang tua itu yang seharusnya menjadi teladan sikap kepada kami. Namun dia berdoa agar bapak dan keluarga tetap sehat dan tegar.

“… Dhuh Gusti, kawula pitados bilih Paduka midhangetaken pandonganipun tiyang-tiyang alit kados kawula. Mugi Paduka ngreksa Bapak Jokowi, Gibran, saha kulawarganipun saking tiyang-tiyang ingkang gadhah manah jahat kados iblis. Kawula namung kepengin gesang kanthi tentrem, tebih saking caci-maki saha kanepson ingkang mboten beradab …”
“Ya Tuhan ,kami yakin engkau mendengar doa doa kami para orang miskin. Lindungi bapak jokowi, gibran dan keluarganya dari orang orang berhati iblis. Kami ingin hidup tenang tanpa caci maki dan amarah tiada adab”
Bapak Gibran,
Jika nanti lukisan ini telah sampai ketangan bapak, perlua saya sampaikan mengapa saya memilih 2 warna dominan, merah dan putih. Merah adalah pengingat bahwa keberanian seorang pemimpin tidak diukur dari kerasnya suara atau gebrak meja, banyaknya pengikut, atau meriahnya tepuk tangan manusia munafik. Karena keberanian adalah saat bapak berkata benar, menyapa hangat rakyatnya dan tidak memaksakan kehendak kolega.
Warna putih dalam jubah dan sarung tangan bapak adalah harapan kami agar bapak selalu suci dan ikhlas dalam amanah yang diberikan. Selalu suci dalam setiap tindakan, ucapan, dan seluruh indra bapak. Salahkah jika saya dan teman teman menuntut harapan baik?. Apakah karena pajak yang kami berikan kepada negara tidak lebih besar rupiahnya dibanding harga parfum mereka?

Tahun 2024 , kami berharap pemerintahan akan berjalan baik sebagaimana janji – janji kampanye. Yang ada ‘kegaduhan tiada habis, saya dan teman teman paham keserba-salahan bapak apalagi Agustus 2026 survey kepuasan masyarakat menurun drastis hingga 37%.
Awalnya kami ingin bersama bapak menata kembali harapan ke-22,4 juta orang miskin dan 4,8 juta para pengangguran usia muda nasional untuk optimis menjalani kehidupan tenang hingga 2029 mendatang. Buktinya tidak seperti itu, buktinya saya dan teman teman pun masih menjadi pelukis gang sempit ujung jalan, orang tua kami belum mampu menjadikan kami mahasiswa, karena memang uang tiada,pak.

Kami tahu bapak sendiri marah dan kecewa karena para ‘orang tua ber-jas parpol aneka warna yang kemarin mendukung dan memilih bapak, sudah lama meninggalkan bapak karena kepentingan masing masing. Berebut kekuasaan dan menumpuk harta kekayaan.
Kalau pun kemudian situasi ini tidak juga berubah maka saya dan teman teman akan pindah menjadi warga negara Republik Fabeliano dimana disana sangat memprioritaskan usia muda , kesehatan dan pendidikan gratis serta tersedianya pusat pusat kreatifitas usia muda dan ketersediaan modal kerja.

Demikian pak,biarkan para orang tua itu berulah karena akan datang masa dimana usia menua. Dan kita akan benahi semua itu dengan cara kita, Sehat selalu, tegak selalu.
Salam hormat saya untuk Bapak Joko Widodo, Ibu Iriana, dan Kak Selvie.
Juga Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah.

Pesan saya dan teman teman.
Jangan sekolahkan mereka di luar negeri pak,
karena mereka tidak akan dapat ijasah.
Hormat saya,
KARINA
Pelukis Gang Sempit Ujung jalan Kota Bandung
“Dari Bandung Kita Lawan!”
(Red-01/Foto.ist)










“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”


CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl.10 Oktober 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=
=======
- #RepublikFabeliano, “KISRUH JALAN BANDAR TELU KAB. LANGKAT BERUJUNG LAPORAN KE ISTANA !?”
- #RepublikFabeliano, “ROCKY GERUNG, KORPRI & REPUBLIK FABELIANO”
- #RepublikFabeliano, “SEANDAINYA GUA GIBRAN !?”
- Budi D.Ginting, #RepublikFabeliano. “SAMPALI KINI & MAULIATE OPUNG GUNUNG TOBA PURBA”
- #RepublikFabeliano, “MENGAPA ADA NAMA FEBRIE DI KORUPSI TOL MBZ RP.510 MILIAR?”
- Vien J.Siregar, #RepublikFabeliano. “TOL SIMALUNGUN UNTUK SIAPA?”
- #RepublikFabeliano, “NUHUN, BYON MADNESS !!”
- Nasution Bersaudara, #RepublikFabeliano. “GAS BERACUN KAB.MADINA, KEMANA 22,5 MILIAR SERANGGA DISELAMATKAN?”
- #RepublikFabeliano, “SYAHGANDA KEPALA BAKOM & TAKDIR BASKOM?”
- #RepublikFabeliano, “MODAL 37% & LAMPU MERAH INDONESIA THN.2029 !?”


Be the first to comment