Mempertanyakan KIP (Keterbukaan Informasi Publik)   TENTANG DATA DETIL PENERIMA 50.000 SERTIFIKAT PTSL & SURAT KEPUTUSAN HUTAN ADAT, HUTAN SOSIAL DAN TORA  UNTUK 78.824,38 HEKTAR DI PROVINSI LAMPUNG – (2)

Mempertanyakan KIP (Keterbukaan Informasi Publik)   TENTANG DATA DETIL PENERIMA 50.000 SERTIFIKAT PTSL & SURAT KEPUTUSAN HUTAN ADAT, HUTAN SOSIAL DAN TORA  UNTUK 78.824,38 HEKTAR DI PROVINSI LAMPUNG – (2)

MALU BERTANYA MAKA SELAMANYA MALU – MALUIN !!

KoranJokowi.com, Bandung : Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) telah menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat, SK Hutan Sosial, dan SK Tanah Obyek Reforma Agraria (TORA) Se-Indonesia, pada Kamis (07/01/2021), di Istana Negara, Jakarta. Acara ini juga dihadiri secara virtual oleh penerima SK di berbagai provinsi di Indonesia.

Dari ke-2.929 SK Perhutanan Sosial di seluruh Tanah Air, di seluruh Indonesia itu luasnya 3.442.000 hektare dengan 651.000 KK (Kepala Keluarga) disana. Selain itu juga Presiden Jokowi secara virtual menyerahkan 35 SK Hutan Adat seluas 37.500 hektare dan 58 SK TORA seluas 72.000 hektare di 17 provinsi.

Disampaikan Presiden, sejak lima tahun yang lalu pemerintah  telah memberikan perhatian khusus terhadap redistribusi aset, karena hal tersebut terkait dengan tingkat kemiskinin dan ketimpangan ekonomi, khususnya yang terjadi di perdesaan dan di lingkungan sekitar hutan.“Pemerintah akan terus mendorong redistribusi aset ini  baik melalui kebijakan perhutanan sosial dan reforma agraria, redistribusi aset juga menjadi jawaban atas sengketa agraria  yang marak terjadi. Ini menjadi salah satu jawaban atas sengketa-sengketa agraria yang ada, baik itu antara masyarakat dengan perusahaan atau antar masyarakat dengan pemerintah” ujar Presiden

MEMPERTANYAKAN KIP (KETERBUKAAN INFORMASI  PUBLIK) TENTANG DATA DETIL PENERIMA 50.000 SERTIFIKAT PTSL & SURAT KEPUTUSAN HUTAN ADAT, HUTAN SOSIAL DAN TORA  UNTUK 78.824,38 HEKTAR DI PROVINSI LAMPUNG

 

KoranJokowi.com pun menghimpun  daftar penerima SK Hutan Sosial per-provinsi yang kesemuanya ‘dikeluarkan’ oleh Kementerian LHK sebagai berikut;

1.Provinsi Jawa Barat sebanyak 41 SK, seluas 7.888,02 hektare bagi 3.053 KK; 

2.Provinsi Jawa Tengah sebanyak 77 SK seluas 34.771,16 hektare bagi 17.478 KK;

3.Provinsi Jawa Timur sebanyak 277 SK, seluas 130.214,81 hektare bagi 84.394 KK; dan

4.Provinsi Banten sebanyak 28 SK seluas 18.102,40 hektare bagi 10.221 KK.

5.Provinsi Aceh sebanyak 35 SK, seluas 189.815,56 hektar, bagi 8.481 KK;

6.Provinsi Sumatra Utara sebanyak 113 SK, seluas 55.013,75 hektare, bagi 13.257 KK;

7.Provinsi Sumatra Barat sebanyak 126 SK, seluas 187.297,45 hektare, bagi 107.891 KK; dan

8.Provinsi Riau sebanyak 31 SK, seluas 447.091,82 hektare, bagi 4.128 KK.

9.Provinsi Jambi sebanyak 64 SK, seluas 32.500,92 hektare, bagi 9.424 KK;

11.Provinsi Sumatra Selatan sebanyak 58 SK, seluas 26.478,36 hektare, bagi 6.647 KK;

12.Provinsi Bengkulu sebanyak 44 SK, seluas 32.710,47 hektare, bagi 6.588 KK; dan

13.Provinsi Lampung sebanyak 144 SK, seluas 78.824,38 hektare, bagi 37.728 KK.

14.Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 23 SK, seluas 11.165 hektare, bagi 1.290 KK;

15.Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 95 SK, seluas 34.371,83 hektare, bagi 7.118 KK;

16.Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 134 SK, seluas 527.433,54 hektare, bagi 61.215 KK; dan

17.Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 102 SK, seluas 11.165 hektare, bagi 13.324 KK;

18.Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 153 SK, seluas 205.795,81 hektare, bagi 18.293 KK;

19.Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 45 SK, seluas 176.867,24 hektare, bagi 10.456 KK;

20.Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 40 SK, seluas 463.341,17 hektar, bagi 9.321 KK; dan

21.Provinsi Gorontalo sebanyak 62 SK, seluas 16.012 hektare, bagi 9.357 KK.

22.Provinsi Sulawesi Barat sebanyak 81 SK, seluas 35.118,76 hektare, bagi 3.905 KK;

23.Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 227 SK, seluas 276.571,72 hektare, bagi 36.469 KK;

24.Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 110 SK, seluas 186.100,60 hektare, bagi 21.590 KK; dan

25.Provinsi Sulawesi Tenggara sebanyak 132 SK, seluas 76.273,30 hektare, bagi 21.590 KK.

26.Provinsi Sulawesi Utara sebanyak 49 SK, seluas 9.000,34 hektare, bagi 2.052 KK;

27.Provinsi Bali sebanyak 79 SK, seluas 15,261.29 hektare bagi 55,364 KK;

28.Provinsi Nusa Tenggara Barat sebanyak 91 SK, seluas 14.830,41 hektare, bagi 10.273 KK; dan

29.Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 158 SK, seluas 41.327,25 hektare, bagi 14.675 KK.

30.Provinsi Maluku sebanyak 115 SK, seluas 184.382,72 hektare, bagi 24.270 KK;

31.Provinsi Maluku Utara sebanyak 102 SK, seluas 129.636,83 hektare, bagi 21.517 KK;

32.Provinsi Papua Barat sebanyak 60 SK, seluas 64.686,19 hektare, bagi 7.244 KK; dan

33.Provinsi Papua sebanyak 33 SK, seluas 81.063,69 hektare, bagi 3.041 KK.

 

KoranJokowi.com mengelompokan provinsi terbesar Luas hektar  menerima SK tersebut > 100 hektar , yaitu;

1.Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 134 SK, 527.433,54 hektare

2.Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 40 SK, 463.341,17 hektar

3.Provinsi Kalimantan Utara sebanyak 40 SK, 463.341,17 hektar

4.Provinsi Riau sebanyak 31 SK, 447.091,82 hektare

5.Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 227 SK, 276.571,72 hektare

6.Provinsi Kalimantan Tengah sebanyak 153 SK, 205.795,81 hektare

5.Provinsi Aceh sebanyak 35 SK, 189.815,56 hektar

6.Provinsi Sulawesi Tengah sebanyak 110 SK, 186.100,60 hektare

7.Provinsi Maluku sebanyak 115 SK, 184.382,72 hektare

8.Provinsi Kalimantan Timur sebanyak 45 SK, 176.867,24 hektare

9.Provinsi Jawa Timur sebanyak 277 SK, 130.214,81 hektare

10.Provinsi Maluku Utara sebanyak 102 SK, 129.636,83 hektare

Selain itu juga diserahkan 35 SK Hutan Adat seluas 37.526 hektare di 11 provinsi, yaitu;

1.Provinsi Sumatra Utara,

2.Sumatra Selatan,

3.Sumatra Barat,

4.Jambi,

5.Jawa Tengah,

6.Banten,

7.Bali,

8.Sulawesi Tengah,

9.Sulawesi Selatan,

10.Kalimantan Timur, dan

11.Maluku

Pertanyaan publik sederhana saja , bagaimana nama-nama detil dari para penerima ini didapat, atau bagaimana cara publik mendapatkan nama-nama detil penerima itu, …atau, … untuk detilnya bagaimana cara publik mendapatkan nama-nama penerima itu.

Ahahaha, bertanya saja bingung nulisnya.

Apalagi yang harus menjawabnya.

Ahahahaha…

(Red-01/Foto.ist)

 

Tentang RedaksiKJ 1421 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan