Jumadi/Supran, #SahabatKPK!,”OPUNG BINTURONG VS MAFIA LAHAN KARANG GADING – LANGKAT !” (2). 

Jumadi/Supran, #SahabatKPK!,

“OPUNG BINTURONG VS MAFIA LAHAN KARANG GADING – LANGKAT !” (2). 

“Lebat buah, meranggas batang. Tamak harta, mengundang kutang.”
Sebuah peribahasa tua Melayu Pesisir Langkat bergema berat di ruang pengarahan rahasia. Maknanya telak menampar wajah para kesatria serakah: barangsiapa menimbun harta berlebihan dengan cara bathil—seperti memaksa pohon berbuah melampaui takdirnya—maka ia sedang mengundang azab, kebinasaan, serta kerugian (kutang) besar dari Tuhan Semesta Alam.
Malam itu, di bawah rimbunnya kanopi purba pedalaman Gunung Leuser, Kab.Langkat – Sumatera Utara. Opung Binturong – veteran pilot tempur asal Gn.Leuser  berdiri gagah di balik podium kayu yang mulai melapuk. Di hadapannya, ratusan pasang mata kadet muda binturong menatap tak berkedip. Pertemuan malam itu bukan sekadar rapat biasa, melainkan ritus ‘selamatan’ atas kemenangan besar yang baru saja mereka rebut dari cengkeraman mafia tanah lintas provinsi.

Operasi Senyap Bermodal Nekat ke Jakarta

Tanpa publikasi media arus utama, para kadet militer udara fabel ini rupanya baru saja mendaratkan skuadron mereka kembali ke basis Langkat. Mereka adalah tim intelijen yang sukses mengawal berkas perkara korupsi Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading hingga ke meja peninjauan akhir Mahkamah Agung di Jakarta.
“Kalian telah membuktikan bahwa keadilan tidak bisa dinegosiasikan oleh tumpukan sertifikat palsu milik Alexander Halim alias Akuang!” pekik Opung Binturong, suaranya parau namun bertenaga menembus keheningan malam.
Perjalanan mengawal kasus megaproyek sawit ilegal seluas 210 hektar itu bukanlah perkara mudah. Bergerak di bawah radar, armada fabel ini bertempur dengan segala keterbatasan. Amunisi mereka pas-pasan, konsumsi logistik menipis, bahkan avtur jet tempur mereka diaduk dengan minyak ikhlas. Namun, tak satu pun dari mereka yang mengeluh.

Doktrin Suci dari Istana FABJOUR

Melihat kelelahan di wajah-wajah muda para kadetnya, Opung Binturong kembali menegakkan punggungnya. Ia mengingatkan mereka pada amanat suci yang selalu ditekankan oleh Presiden Fabelism Journalism (FABJOUR) – Miss Pussy Noni:
“JANGAN PERNAH MINTA APAPUN KE NEGARA APALAGI RAKYAT, MINTALAH KEPADA TUHAN!”

“Kita bergerak bukan karena upah birokrasi, bukan pula demi piagam penghargaan dari pejabat yang rapor SPI KPK-nya jeblok di angka 71,73! Kita bergerak karena bumi Langkat ini adalah warisan titipan Ilahi yang dirampas secara keji sejak tahun 2013 oleh para mafia berseragam, Allahu Akbar!. Merdekaaaaa!” teriak  Opung, merujuk pada konspirasi jahat antara pengusaha Akuang dan mantan Kades Tapak Kuda, Imran, yang mengabaikan fungsi hutan mangrove sebagai benteng pertahanan alam.
Kalimat doktrin itu laksana percikan api yang menyambar bensin di dada para kadet satwa. Dalam hitungan detik, keheningan rimba Leuser pecah berkeping-keping. Pekikan membahana memantul dari pohon ke pohon, membelah malam pesisir Sumatera Utara.
“Allahu Akbar!!!”
“Merdeka!!!”
“Hancurkan Mafia Lahan!!!”
“Ganyang Mafia Hutan Langkat!!”
Semesta alam pun merespon, tiba tiba petir menyambar nyambar, hujan badai turun. Hewan hewa di Gn.Leuser pun membalas dengan takbir, “Allahu Akbar!!”, “Merdekaaaa!!!”
Setelah hening, Opung kembali bicara, “Ingat kita jangan lengah Tgl.17 Juli lalu kita bersumpah akan mengawal  Tuntutan AHGL – Aliansi Hewan Gn/Leuser, yaitu :

Audit Investigasi Jalan Wisata: Mendesak KPK dan BPK mengaudit seluruh dana perbaikan jalan akses menuju Bukit Lawang dan Tangkahan agar tidak dikorupsi.

Bersihkan Mafia Sawit di TNGL: Menuntut Gakkum KLHK menyita perkebunan sawit ilegal di Besitang dan Sekoci, lalu mengembalikannya menjadi hutan lindung.

Transparansi Retribusi Wisata: Meminta Pemkab Langkat membuka data pemanfaatan Pajak Hotel dan Restoran dari Tangkahan untuk kesejahteraan warga lokal.

Evaluasi Total Birokrasi: Menuntut perbaikan sistem pelayanan publik di Kab.Langkat dan Prov. Sumut  guna mendongkrak Rapor SPI KPK keluar dari zona waspada 71,73.

“Kita akan lihat menuju Tgl.17 Agustus 2026 mendatang Allah akan banyak membuktikankepada kita semua, siapa yang selama ini serakah, yang berkhianat kepada Allah dan berkhianat kepada alam kita kan menyaksikan apa yang Allah akan buktikan, saksikan saja, Laa hawla wa laa quwwata illa billah, – “Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang maha tinggi lagi maha agung. Allahu Akbar!”, tutup Opung.
Para Kadet sontak berdiri, memberi hormat dan bertakbir, Allahu Akbar!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#Koranjokowi.com #SahabatKPK! #RepublikFabeliano #KPK_RI #Menhut_RI #GubernurBobby #PemprovSumut #PemkabLangkat #17082026

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini,Jumat, Tgl.31  Juli 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

=======================

Jumadi/Supran, #SahabatKPK!, “OPUNG BINTURONG AKAN PIMPIN AKSI DEMO RIBUAN HEWAN GN.LEUSER KAB. LANGKAT?”

Tentang Koran Jokowi 4394 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan