Vien J.Siregar,#SahabatKPK!,
“O’ PEJABAT SUMUT, JAGA BABAHNDU!”
Hari ini (Kab.Simalungun. Sabtu, 1/8) saya ditemani Kord.Sumatera Utara – Budi D.Ginting diminta untuk meliput, pkl.09.00 kami sudah tiba dilokasi acara yaitu di Hutan Raya Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terlihat Ratusan delegasi spesies hewan dari hutan-hutan Simalungun, Asahan, Batu Bara, Medan, Deli Serdang, Toba dsb berkumpul dengan tertib. Agenda hari itu sangat prestisius: “National Seminar on Safeguarding Public Speech for Public Officials 2026 – Seminar Nasional Tentang Menjaga Mulut Bagi Pejabat Publik 2026“

Jangan Mengejar “Viewers”, Validitas Data adalah Kunci!

Menengok Blunder di Dunia Manusia: Dari Kasus Babi, Bobby, Hingga Drama Sidak

Tragedi Komunikasi Isu Babi (Masa Edy Rahmayadi):
Miss Pussy Noni mengingatkan kembali kasus akhir 2019, ketika ribuan ternak babi terserang virus ASF. Karena komunikasi publik dari pihak Pemprov Sumut terkesan ‘grusa-grusu dengan melontarkan opsi pemusnahan massal (stamping out) babi demi memutus rantai virus pun menjadi bom waktu horizontal yang menyenggol sentimen adat dan budaya di Sumut, hingga memicu demonstrasi besar,”SAVE BABI”. Bahkan saat itu kalau pun saya belum jadi presiden FABJOU, utusan mereka dari “Himpunan Babi Ternak Seluruh Indonesia”, babi ternak konsumsi berukuran besar (Large White atau Landrace),meminta saya turun tangan. Namun saya tidak mau masuk isu politik. “Apapun, disini ada kelalaian protokoler, tim komunikasi dan humas, bukan Gubernurnya!, sehingga melukai warga/manusia Sumut lainnya,apapun alasannya!”, teriak Miss Pussy.

Drama Ketegangan Pelat BL – Aceh (Masa Bobby Nasution):
Contoh kedua yang dibedah adalah penertiban pelat kendaraan BL (Aceh) September 2025 juga viral . Niat awalnya mungkin baik, yaitu menegakkan aturan pajak truk perusahaan demi PAD. Namun, karena aksi peneguran di lapangan dilakukan secara spontan tanpa koordinasi dan sosialisasi matang antar-provinsi terlebih dahulu, isu ini langsung melar dituduh sebagai “razia diskriminatif” ke dua provisni bergengsi itu. Ujung-ujungnya, mereka sibuk konferensi pers & klarifikasi. “Disini juga ada kelalaian protokoler, tim komunikasi dan humas, bukan Gubernurnya!, sehingga melukai warga/manusia Sumut dan Aceh lainnya,apapun alasannya!”, teriak Miss Pussy lagi.

Drama Sidak Jalan Rusak Simalungun:
Sambil melirik Menteri PU Kembar Babun, Miss Pussy Noni menyindir aksi sidak bupati/pejabat setempat pada jalur rusak Kerasaan–Perdagangan, Kab.Simalungun lalu. Dimana ini adalah Jalan urat nadi sepanjang 30 kilometer yang ‘dibiarkan’ hampir 5 tahun. Namun, giliran viral di medsos, para pejabat manusia langsung turun melakukan sidak dan dishare ke medsos. “Disini juga ada kelalaian protokoler, tim komunikasi dan humas, bukan Bupatinya!, sehingga melukai warga/manusia Kab.Simalungun lainnya,apapun alasannya!”, teriak Miss Pussy lagi.
Sontak seluruh hadirin, berdiri, bertepuk-tangan dan beteriak-teriak histeris. Seekor Babi Hutan sepuh tiba tiba naik keatas mimbar, memeluk Miss Pussy dan berkata , “Inang, kami rubia-rubia, ula padan-padanken ras manusia. Ia kalak e serakah, ndarami nakan i kerangan, angin, ras lawit nari. Kita selaku rubia-rubia la pernah ngerusahi manusia, apai ka nggit man duit APBN! = Kami hewan jangan samakan dengan manusia. Mereka serakah, mencari makan dari hutan, udara dan laut. Kita sebagai hewan tidak pernah merepotkan manusia apalagi makan APBN!”

Suasana menjadi hening bahkan Miss Pussy pun mengelap matanya yang basah, setelah Babi Hutan sepuh itu duduk kembali, Miss Pussy berbisik kepada hadirin, “O senina-seninangku, sibahan lah si kurang mehuli si terjadi man manusia e gancih pelajaren. Sibuktiken man kalak e maka kita rubia-rubia lebih amanah, jujur, ras labo bangsa si serakah. Inget, kita lebe ijadiken Dibata i babo taneh enda, kita si patut ngajari manusia kuga rupa kempak perbahanen si mehamat! = Saudara saudaraku, kita jadikan pelajaran kurang baik atas apa yang terjadi kepada manusia , kita buktikan saja bahwa hewan lebih amanah, jujur dan bukan bangsa serakah. Ingat kita lebih awal diciptakan Tuhan ada dibumi ini, kita yg harus mengajari manusia bagaimana berprilaku yang beradab”





“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini,Sabtu, Tgl. 1 Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!



https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/


=======================




Be the first to comment