Vien J.Siregar,#SahabatKPK!, “O’ PEJABAT SUMUT, JAGA BABAHNDU!”

Vien J.Siregar,#SahabatKPK!,

“O’ PEJABAT SUMUT, JAGA BABAHNDU!”

Hari ini (Kab.Simalungun. Sabtu, 1/8) saya ditemani Kord.Sumatera Utara – Budi D.Ginting diminta untuk meliput, pkl.09.00 kami sudah tiba dilokasi acara yaitu di Hutan Raya Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terlihat Ratusan delegasi spesies hewan dari hutan-hutan Simalungun, Asahan, Batu Bara, Medan, Deli Serdang, Toba dsb berkumpul dengan tertib. Agenda hari itu sangat prestisius: “National Seminar on Safeguarding Public Speech for Public Officials 2026Seminar Nasional Tentang Menjaga Mulut Bagi Pejabat Publik 2026

Duduk di kursi baris depan dengan memakai helm proyek, Menteri Pekerjaan Umum & Khusus Kabinet FABJOUR, Kembar Babun 1 & 2, (Babun 1 – berkacamata hitam,Babun 2-Berkumis lebat) tampak sibuk mencatat. Di atas panggung, Presiden FABJOUR, Miss Pussy Noni, berdiri anggun di podium, didampingi oleh dua pengawal setianya: Wakil Penasehat Bidang Polhukam, Jenderal Gori yang berwajah garang, dan Menteri Kehutanan, Bro Lubud si Lutung Bedung asli Madina yang bertindak sebagai moderator. 

Jangan Mengejar “Viewers”, Validitas Data adalah Kunci!

Dalam pemaparannya yang berdurasi dua jam, Miss Pussy Noni menegaskan bahwa menjadi pejabat publik—baik di ranah eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga profesi pers dan relawan dunia hewan—memiliki tanggung jawab moral yang berat dalam bertutur kata.
“Assalamualaikum wrwb, damai sejahtera untuk semua ummat, Horas, Mejuah-juah. Kita ini pejabat publik, bukan konten kreator yang hidup dari kejar tayang fyp atau viewers di media sosial! Setiap desis, kicauan, atau auman yang keluar dari moncong kita harus didukung oleh data fakta, validitas, dan kajian yang matang. Jangan sampai karena ambisi ingin terlihat populer dan tegas secara instan, bahasa yang kita lempar ke warga justru menjadi blunder dan bom waktu yang menyakiti psikologis hewan lainnya,” tegas Miss Pussy Noni megawali materinya. 
Mendengar hal itu, Jenderal Gori sesekali menggebrak meja podium sebagai peringatan, membuat kawanan monyet Amang yang dari tadi berisik soal kosumsi   di barisan belakang langsung duduk tegap. Miss Pussy Noni juga menyarankan agar para pejabat hewan yang baru dilantik segera didaftarkan ke kursus kilat ‘Komunikasi Pejabat Publik & Animals of Public Speaking’ agar tidak gagap saat berhadapan dengan rakyat.

Menengok Blunder di Dunia Manusia: Dari Kasus Babi, Bobby, Hingga Drama Sidak

Untuk memberikan contoh konkret betapa bahayanya komunikasi publik yang tergesa-gesa tanpa sosialisasi hulu-hilir, Miss Pussy Noni kemudian membedah rekam jejak perilaku para pejabat di “Dunia Manusia” tetangga mereka, khususnya di wilayah Sumatera Utara:

Tragedi Komunikasi Isu Babi (Masa Edy Rahmayadi):
Miss Pussy Noni mengingatkan kembali kasus akhir 2019, ketika ribuan ternak babi terserang virus ASF. Karena komunikasi publik dari pihak Pemprov Sumut   terkesan ‘grusa-grusu dengan melontarkan opsi pemusnahan massal (stamping out)  babi demi memutus rantai virus pun menjadi bom waktu horizontal yang menyenggol sentimen adat dan budaya di Sumut, hingga memicu demonstrasi besar,”SAVE BABI”. Bahkan saat itu kalau pun saya belum jadi presiden FABJOU, utusan mereka dari  “Himpunan Babi Ternak Seluruh Indonesia”, babi ternak konsumsi berukuran besar (Large White atau Landrace),meminta saya turun tangan. Namun saya tidak mau masuk isu politik.  “Apapun, disini ada kelalaian protokoler, tim komunikasi dan humas, bukan Gubernurnya!, sehingga melukai warga/manusia Sumut lainnya,apapun alasannya!”, teriak Miss Pussy. 

Drama Ketegangan Pelat BL – Aceh (Masa Bobby Nasution):
Contoh kedua yang dibedah adalah penertiban pelat kendaraan BL (Aceh)  September 2025 juga viral . Niat awalnya mungkin baik, yaitu menegakkan aturan pajak truk perusahaan demi PAD. Namun, karena aksi peneguran di lapangan dilakukan secara spontan tanpa koordinasi dan sosialisasi matang antar-provinsi terlebih dahulu, isu ini langsung melar dituduh sebagai “razia diskriminatif” ke dua provisni bergengsi itu. Ujung-ujungnya, mereka sibuk konferensi pers & klarifikasi. “Disini  juga ada kelalaian protokoler, tim komunikasi dan humas, bukan Gubernurnya!, sehingga melukai warga/manusia Sumut dan Aceh lainnya,apapun alasannya!”, teriak Miss Pussy lagi.

Drama Sidak Jalan Rusak Simalungun:
Sambil melirik Menteri PU Kembar Babun, Miss Pussy Noni menyindir aksi sidak bupati/pejabat setempat pada jalur rusak Kerasaan–Perdagangan, Kab.Simalungun lalu. Dimana ini adalah Jalan urat nadi sepanjang 30 kilometer  yang ‘dibiarkan’ hampir  5 tahun. Namun, giliran viral di medsos, para pejabat manusia langsung turun melakukan sidak dan dishare ke medsos. “Disini juga ada kelalaian protokoler, tim komunikasi dan humas, bukan Bupatinya!, sehingga melukai warga/manusia Kab.Simalungun lainnya,apapun alasannya!”, teriak Miss Pussy lagi.

Sontak seluruh hadirin, berdiri, bertepuk-tangan dan beteriak-teriak histeris. Seekor Babi Hutan sepuh tiba tiba  naik keatas mimbar, memeluk Miss Pussy dan berkata , “Inang, kami rubia-rubia, ula padan-padanken ras manusia. Ia kalak e serakah, ndarami nakan i kerangan, angin, ras lawit nari. Kita selaku rubia-rubia la pernah ngerusahi manusia, apai ka nggit man duit APBN! = Kami hewan jangan samakan dengan manusia. Mereka serakah, mencari makan dari hutan, udara dan laut. Kita sebagai hewan tidak pernah merepotkan manusia apalagi makan APBN!”

Suasana menjadi hening bahkan Miss Pussy pun mengelap matanya yang basah, setelah Babi Hutan sepuh itu duduk kembali, Miss Pussy berbisik kepada hadirin, “O senina-seninangku, sibahan lah si kurang mehuli si terjadi man manusia e gancih pelajaren. Sibuktiken man kalak e maka kita rubia-rubia lebih amanah, jujur, ras labo bangsa si serakah. Inget, kita lebe ijadiken Dibata i babo taneh enda, kita si patut ngajari manusia kuga rupa kempak perbahanen si mehamat! = Saudara saudaraku, kita jadikan pelajaran kurang baik atas apa yang terjadi kepada manusia , kita buktikan saja bahwa hewan lebih amanah, jujur dan bukan bangsa serakah. Ingat kita lebih awal diciptakan Tuhan ada dibumi ini, kita yg harus mengajari manusia bagaimana berprilaku yang beradab”

Sekitar pkl.12.00 seminar break karena terdengar adzan dhuhur, panitia yang telah meyiapkan musholla dadakan mempersilahkan hewan muslim untuk shollat. Seekor Tupai dari keluarga Hewan Trans Jawa menghampiri saya dan berbisik,“Maaf Bang Vien, arti O  Pejabat Sumut, Jaga Babahndu, apa ya?”, “WAHAI PEJABAT SUUT,  JAGA MULUTMU!”, kemudian Tupai itu pun berlari keatas pohon, rupanya banyak juga yang menonton dari atas pohon hutan.
BERSAMBUNG
(Red-01 / Foto: Ist)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini,Sabtu, Tgl. 1 Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

“ONE BLOOD: POLRI, KPK, DAN KEJAKSAAN”

=======================

PRESS RELEASE: “DARI BANDUNG KITA LAWAN!”

Tentang Koran Jokowi 4396 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan