KALI INI, SOAL IRIGASI MODERN BOLEHLAH BELAJAR DARI KAB.LAMTENG !?

KALI INI, SOAL IRIGASI MODERN BOLEHLAH BELAJAR DARI KAB.LAMTENG !?

Koranjokowi.com, Lamteng : Di provinsi Lampung, mungkin hanya ada di Kab.Lampung tengah (Lamteng) irigasi moderen yang memiliki sistem pengairan menggunakan pintu otomatis. Dengan adanya pintu otomatis diharapkan mampu membagi air untuk keperluan irigasi sesuai kebutuhan wilayah masing masing.Disepanjang saluran irigasi primer kanal II terpasang 5 pintu otomatis disetiap  BPU dari BPU 1 sampai BPU 22,di setiap BPU ada saluran pembagi yakni saluran sekunder dan sub sekunder kiri dan kanan saluran induk primer kanal II ,Untuk saluran kanal II mulai Bendung argoguruh ,dan penggunaan air diawali dari kecamatan Trimurjo sampai kerumbia barat kecamatan seputih banyak Lampung tengah.

Guna untuk mempungsikan saluran moderen tersebut supaya bisa menjadikan wilayah irigasi tersebut sentra padi dan sekaligus menyumbang kepada peningkatan hasil panen dan sekaligus menyokong peningkatan produksi padi nasional.Baru di era presiden jokowidodo pemberlakuan sistem tanam berturut turut yakni usai panen langsung digarap lanjut ditanam kembali dengan padi dalam setahun bisa tiga kali tanam dan tiga kali panen.Jika di lihat secara spesifik sistem yang diberlakukan oleh pemerintah yakni tanam padi terus meneruskan bisa mendatangkan hasil ,namun demikian dalam pelaksanaanya tidaklah sama antara rencana dan realitanya hasil yang akan diproleh antara musim tanam rendeng dan musim tanam gadu  berbeda ditambah lagi musim tanam III yang jatuh dibulan April hingga Juni tanaman padi sering diserang hama dan kekurangan air karena pada bulan bulan tersebut curah hujan jarang bepengaruh kepada pasokan air dari bendung batu tegi akibatnya berimbas kepada tanaman padi.

Sejumlah gabungan kelompok tani atau Gapoktan yang ada disetiap kampung diwilayah kanal II , mengutarakan prihal tanam padi dimusim tanam : Rendeng,MT-1 dan MT -II,untuk tanam dimusim rendeng semua petani semangat menanam namun ketika mengikuti tanam di MT 1 dan MT II, bagi Gapoktan satu delema yang harus dihadapi karna selaku pelaksana sistem kami sering berhadapan dengan masarakat disamping kami juga harus menyiapkan kebutuhan terutama pupuk subsidi sering terlambat .

Kalau petani gagal panen karna keterlambatan pempukan karna pupuk tidak tersedia saat dibutuhkan ,selaku Gapoktan pastinya beban moral ungkap salah satu Gapoktan kepada Koranjokowi.com kemarin.Untuk musim tanam II ini lanjutnya kami berharap pemerintah atau Kementerian pertanian/ dinas pertanian provinsi/kabupaten dan Dinas PSDA supaya jangan hanya perintah tanam saja sementara kelengkapan pertanian tidak disediakan  tepat waktu penggunaanya.

Oh ya ada yang lupa, mengapa jalan sepanjang irigasinya masih rusak parah?, mungkin Dinas PUPR, Distan, PSDA duduk ‘satu meja sambal ngopi dan membicarakan solusinya?  (Farizal)

 

Tentang RedaksiKJ 1045 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan