Kabar Sumatera – (74), ” MAKAM DATUK KUBA BATU BARA SUMUT APA KABARNYA ? “

Kabar Sumatera – (74),

” MAKAM DATUK KUBA BATU BARA SUMUT APA KABARNYA ? “

KoranJokowi.com, Kab.Batu bara, Sumut :

Kemarin (12/12), saya , Budi S. Ginting – StafSus KoranJokowi.com Prov. Sumatera utara dengan niat tulus melakukan ‘sungkeman dan berziarah kepada leluhur wilayah ini sebagaimana anjuran agama dan adat dalam menghargai nilai-nilai sejarah para leluhur asal usul berdirinya Kab.Batu Bara yang wajib dilestarikan dan dijaga kemuliaannnya.

Istana Indrapura saksi bisu keemasan suku Melayu Kab. Batu bara

Langkah awal menginjak Kab. Batu bara yang telah ada sejak tahun 1700 ini adalah berziarah ke makam Kuba Datuk Batu Bara, Terletak di Kuala Gunung , Lima Puluh Kota . Saya tahu ini sebagai tempat asal-muasal nama Batu Bara . Lokasi ini dipercaya menjadi tempat bara dari batu yang membara pada malam hari dan sekaligus dijadikan nama daerah / tanda , asal muasal Kab. Batu bara.

Agama Islam mengajarkan dan menganjurkan bagaimana menjaga Adab  sebelum berziarah kubur ialah dengan mengucap salam. Rasulullah SAW menganjurkan bagi setiap muslim untuk mengucap salam saat memasuki area pemakaman.  ” Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn. Artinya: “Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian).”

Saya belum tahu apakah tempat ini merupakan situs budaya/cagar budaya sehingga mendapatkan prioritas perawatan pemerintah atau tidak, yang jelas tempat relijius ini masih  “Kurang terawat” 

Usai semua terlaksana, saya ditemani warga sekitar melakukan ‘kerja bakti semampunya kemudian merenung diri, melepas keduniawian tanpa bicara, hanya doa yang kami sampaikan. Jika saja kami mampu ingin rasanya ‘memuliakan’ warisan leluhur disana dengan segala upaya, namun sepertinya akan banyak rintangan didepan.

See the source image

Kemudian dalam keheningan itu saya pun memanjatkan doa ,

” …… Bismillâhirrahmânirrahîm Salâmullâhi yâ sâdah minar-Rahmâni yaghsyâkum Ibâdallâhi ji’nâkum qashadnâkum thalabnâkum Tu’înûnâ tughîtsûnâ bihimmatikum wa jadwâkum Fa ahbûnâ wa a’thûnâ ‘athâyâkum hadâyâkum Falâ khayyabtumû dzannî fahâsyâkum wahâsyâkum Sa’idnâ idz ataynâkum wa fuznâ hîna zurnâkum Faqûmû wasyfa’û fînâ ilâr-rahmâni mawlâkum ‘Asâ nuhdzâ ‘asâ nu’thâ mazâyâ min mazâyâkum ‘Asâ nadzrah ‘asâ rahmah taghsyânâ wa taghsyâkum Salâmullâhi hayyâkum wa ‘ainullâhi tar’âkum Wa shallâllâhu mawlânâ wasallam mâ atainâkum ‘Alâl mukhtâri syâfi’înâ wa munqidzinâ wa iyyâkum….”

Artinya:

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Semoga salam Allah tetap tercurah padamu. Wahai hamba-hamba Allah, kami datang kepadamu. Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu). Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). Maka cintailah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu.” “Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat ar-Rahman, Tuanmu. Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu.” “Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun engkau. Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafaati dan menyelamatkan kita.”

See the source image

Jika saja kami banyak diberi rejeki dan kesempatan ‘memuliakan’ wilayah disana, Insyaallah keinginan menjadikan tempat itu sebagai WISATA RELIJI dapat terealisasi, bukan hanya tingkat lokal kalau perlu hingga tingkat internasional, karena kita mampu untuk melakukan itu.

‘Ikhlas, Lillahita’ala, InsyaAllah.

(BudiDG/Foto.ist)

Lainnya,

Kabar Sumatera – (73), Kelompok Tani Rukun Sari Batu bara Menolak disebut Komunis, Putusan MA Dianggap angin lalu, Ngeri ! – KORAN JOKOWI

Kabar Sumatera – (73), Kelompok Tani Rukun Sari Batu bara Menolak disebut Komunis, Putusan MA Dianggap angin lalu, Ngeri !

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Kabar Medan - (4), Dinilai Tidak Berpihak, Pengemudi Ojek Online Demo di Depan Kantor Gojek Medan. - KORAN JOKOWI
  2. Kabar Medan – (5), SIMPATI KAPOLDA SUMUT UNTUK KORBAN SEMERU. - KORAN JOKOWI
  3. Kabar Sumatera (75), APA HASIL RDP DPRD KAB. BATUBARA SUMUT & KELOMPOK TANI RUKUN SARI ? - KORAN JOKOWI

Tinggalkan Balasan