Vien J.Siregar,#SahabatKPK!,”DEBAT KUSIR TENTANG SENG DAN GENTENG DI KAB.SIMALUNGUN!?”

Vien J.Siregar,#SahabatKPK!,

“DEBAT KUSIR TENTANG SENG DAN GENTENG DI KAB.SIMALUNGUN!?”

Koh Tokek dan Ceu Cicak adalah pemilik Toko Material “Maju Mundur Cantik” yang terletak di perbatasan desa Kab. Simalungun – Kab. Asahan, Sumatera Utara mereka sedang membicarakan surat Kepala Desa-nya, yaitu tentang program GAS GANTENG,  “Gerakan Atap Seng Ganti Genteng”. Dimana warga dihimbau untuk mengganti  atap seng mereka dan menggantinya dengan genteng. Alasannya tertulis jelas di sana: demi kesehatan paru-paru dan mencegah kanker pada generasi muda.
“Aneh lagi aja si Kades itu ya ,mam?. Menutut BPS Di negeri kita ini, masih ada sekitar 31% rumah tangga yang mengandalkan seng. Malah di wilayah timur sana, kayak di Gorontalo, pemakaian seng itu tembus di atas 97%! Di NTT, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, sampai Papua, seng itu primadona. Kenapa? Karena ringan, gampang diangkut pakai perahu ke pelosok, dan cepat dipasang. Kalau dipaksa pakai genteng semua di kampung kita ini, bisa runtuh struktur rumah panggung kayu warga!”, kata Koh Tokek mantan juara lomba Kungfu Se-Prov.Sumatera Utara Thn.1965 lalu.
“Udahlah,pah jangan ngomongin yang gitu lagi, pusing kepala mamih. Kades lupa apa, jika Rumah adat asli Simalungun (Rumah Bolon Simalungun)  kalau pun aslinya adalah atap  ijuk pohon aren. Namun, seiring berjalannya waktu dan sulitnya pasokan material, banyak bangunan aslinya yang kini dimodifikasi menggunakan atap seng.Kalau pun himbauan , mamah pikir tidak tepat dalam situasi seperti ini disampaikan. Apa beda dulu ada gubernur yang melarang pelihara babi dirumah, kan jadi rame”, jawab sang istri yang mantan lomba tortor perorangan tahun 1970-an.
Diskusi pun berjalan hangat 
1.Seng itu konduktor panas yang kejam. Kalau siang hari, rumah tanpa plafon yang pakai seng itu rasanya kayak oven kue lapis! Warga kena heat stress, kepanasan, tidurnya tidak nyenyak, imun tubuh turun, lalu gampang sakit.
2. Secara medis, material atap yang terbukti ilmiah pelepasan serat mikronya memicu kanker paru-paru dan mesothelioma itu namanya asbes, Bukan seng. Karat seng atau baja galvanis memang bikin debu kalau sudah lapuk dan bisa mengiritasi pernapasan kalau terhirup secara masif, tapi belum ada bukti medis langsung yang menyatakan seng itu karsinogenik pembawa kanker.
3.Jika bertujuan agar rumah warganya  resik, sehat, dan indah. masih bisa dibuat solusi lain yaitu genteng dari sabut kelapa bikinan HARHEDUHimpunan Ahli Riset Hewan Dunia dengan pemanfaatan bahan lokal lainnya untuk daerah yang struktur rumahnya belum kuat menahan genteng tanah liat biasa.
4.Penduduk Desa ada 1.067.499 jiwa. Diperkirakan ada sekitar 266.874 KK atau unit rumah , target 10% rumah tangga yang masih pakai seng gelombang. Berarti ada 26.687 unit rumah yang mau dipaksa ganti atap.
“Ambil contoh sampel terkecil rumah panggung kita, ukuran 4×6 meter alias luas lantai 24 meter persegi. Karena ada kemiringan atap, luas bidang pasang aslinya membengkak jadi 30 meter persegi. Seng ukuran standar 80×180 cm di toko  harganya Rp42.000 per lembar. Setelah dikurangi jatah overlap tumpang tindih biar tidak bocor, satu rumah minimal butuh 28 lembar seng. Artinya, modal atap seng per rumah itu Rp1.176.000!“, kata Koh Tokek, kemudian menunjukan kalkulator di Hp-nya
“Sekarang kita kalikan! Rp1.176.000 dikali 10% total rumah tadi (26.687 unit). Hasilnya Rp31.383.912.000! Tiga puluh satu miliar rupiah lebih, baru untuk modal bahan sengnya saja! Kalau diganti genteng, biayanya bisa membengkak tiga kali lipat karena struktur kayu bawah harus dirombak total jadi baja ringan biar kuat menahan beban genteng yang berat!” tambah Koh Tokek, istrinya manggut manggut. 
Tidak lama, datang seorang tukangnya, ‘Abdul yang baru sholat dari mushola, dan berbisik. “Saya baru tahu pak, bu. Kalau Pak Kades itu bulan kemarin baru selamatan pembukaan toko materialnya  diperbatasan desa”, kemudian berlalu siap kerja kembali. Koh Tokek dan Ceu Cicak berpandangan dan tertawa terbahak-bahak. Abdul bingung!

BERSAMBUNG

(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini,Sabtu, Tgl. 8   Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

================

PRESS RELEASE: “DARI BANDUNG KITA LAWAN!”

Tentang Koran Jokowi 4409 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan