#Republik Fabeliano, “DEWAS KPK = THE LAST SAMURAI!?”

#Republik Fabeliano,
“DEWAS KPK = THE LAST SAMURAI!?”
.
Kota Bandung, 21 September 2026 – Suasana di ruang rapat Istana Republik Fabeliano mendadak riuh. Sekjen #SahabatKPK!, Arie Kurniawan, terlihat hadir membawa map tebal. Ia datang khusus mewakili KordNas #SahabatKPK!, Arief P. Suwendi, yang hari itu berhalangan hadir secara fisik karena harus memenuhi undangan penting dari Ir. H. Sukarno di Istana Cipanas, Jawa Barat, guna mematangkan agenda sakral ‘TABUR BUNGA DAN MENYALAKAN 61 LILIN’ memperingati tragedi G.30S/PKI mendatang.
Di sudut meja utama, Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni  tampak serius corat-coret kertas. Di sampingnya, Nona Kucanreng Wallace (Menteri Keuangan & Utusan Presiden Khusus Hewan Tersisihkan Garis Wallace) sibuk menghitung alokasi anggaran pakan. Mereka berdua sedang menggodok konsep pembentukan komisi antirasuah versi hewan, dengan fokus utama “Dewan Pengawas (Dewas) KPK ala Republik Fabeliano”
“Terimakasih Mas Arie sudah jauh jauh dari Bengkulu bisa hadir disini, To the point saja ya mas, ada catatan menarik tentang kinerja DEWAS KPK-RI, yang mas punya?”, tanya Miss Pussy.Arie pun menyerahkan beberapa lembar dokumen yang isinya, sbb:
1. Menjatuhkan Sanksi Etik Berat kepada Ketua KPK (Kasus Firli Bahuri)
    • Dewas KPK menggelar sidang etik besar-besaran terhadap Ketua KPK saat itu, Firli Bahuri. Firli terbukti melakukan pelanggaran kode etik berat, salah satunya karena mengadakan pertemuan rahasia dan berkomunikasi dengan pihak yang sedang beperkara di KPK (eks Mentan Syahrul Yasin Limpo) serta tidak jujur mengisi LHKPN. Kemudian Dewas menjatuhkan sanksi etik terberat, yaitu meminta Firli Bahuri mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pimpinan KPK. 

2. Membongkar Skandal Internal Pegawai (Kasus Pungli Rutan KPK)
    • Dewas KPK berhasil membongkar kasus Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan secara sistematis oleh puluhan petugas Rumah Tahanan (Rutan) KPK terhadap para tahanan koruptor.Dan  menyidangkan lebih dari 90 pegawai KPK dan dijatuhi sanksi etik berat berupa keharusan meminta maaf secara terbuka, hingga direkomendasikan untuk diserahkan ke penegakan disiplin/pemecatan serta diusut pidananya.

3. Mengadili Wakil Ketua KPK yang Nepotisme (Kasus Nurul Ghufron)
    • Dewas KPK menyidangkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron karena terbukti menyalahgunakan pengaruhnya untuk mengintervensi mutasi seorang ASN di Kementerian Pertanian. Menariknya, Ghufron sempat melawan dengan menggugat Dewas ke PTUN dan MA untuk menunda sidang etiknya.Namun diatetap  dijatuhi sanksi sedang berupa teguran tertulis dan pemotongan penghasilan sebesar 20% selama 6 bulan.

4. Menangani Pelanggaran Etik Gratifikasi Fasilitas Mewah (Kasus Lili Pintauli)
  • Mantan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dilaporkan karena diduga menerima gratifikasi mewah berupa akomodasi dan tiket nonton MotoGP Mandalika dari sebuah perusahaan BUMN. Namun, Sebelum Dewas sempat mengetok palu vonis akhir, Lili Pintauli memilih langsung mengajukan pengunduran diri kepada Presiden sehingga sidang etiknya dinyatakan gugur karena ia sudah bukan insan KPK lagi.
Arie juga menyodorkan dokumen otentik mengenai anatomi Dewas KPK RI ;
1. Dasar Hukum Pembentukan
Di dunia manusia (Republik Indonesia), Dewas KPK bukan lembaga sembarangan. Dasar hukum pembentukannya sangat saklek:
    • Pasal 37A Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 RI tentang Perubahan Kedua atas UU Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
    • Catatan internal Fabeliano: Di bawah rezim Miss Pussy, aturan ini akan diselaraskan dengan HAH (Hak Asasi Hewan) agar para koruptor berkaki empat bisa langsung dieksekusi mati tanpa banyak cincong! 

2. Apa Saja Tugas Utama Dewas KPK?
Berdasarkan Pasal 37B UU No. 19 Tahun 2019 di RI, tugas utama lembaga pengawas ini meliputi empat poin krusial: 
    • Mengawasi: Memelototi pelaksanaan tugas dan wewenang pimpinan serta pegawai KPK agar tidak melenceng dari rel aturan.
    • Menyusun & Menegakkan Etik: Membuat sekaligus menyidangkan dugaan pelanggaran kode etik internal lembaga.
    • Menerima Laporan: Menampung aduan dari masyarakat (atau hewan-hewan jelata) jika ada indikasi penyelewengan wewenang oleh orang dalam.
    • Evaluasi Berkala: Mengadakan evaluasi kinerja pimpinan KPK setahun sekali.

3. Siapa Saja Anggota Dewas KPK RI Saat Ini? (Periode 2024–2029)
Untuk model kloning karakter di Fabeliano, ini 5 nama asli anggota Dewas KPK manusia yang baru saja menjabat untuk periode 2024–2029: 
    1. Gusrizal (Ketua merangkap Anggota) – Berlatar belakang mantan hakim tinggi (mantan Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin).
    2. Benny Jozua Mamoto (Anggota) – Purnawirawan perwira tinggi Polri dan mantan Ketua Harian Kompolnas.
    3. Chisca Mirawati (Anggota) – Profesional hukum yang pakar dalam bidang kepatuhan (compliance) dan perbankan.
    4. Wisnu Baroto (Anggota) – Birokrat hukum berlatar belakang Jaksa (mantan Kepala Kejaksaan Tinggi).
    5. Sumpeno (Anggota) – Berlatar belakang penegak hukum dari kalangan Hakim Tinggi. 

Rapat pun berlanjut. Miss Pussy mulai mendiskusikan tentang siapa saja yang cocok sebagai DEWAS KPK Republik Fabeliano, “Saya mau waktunya hewan perempuan yang tampil sebagai Dewas KPK ala negara kita, saya mencoba mengutip dari Alice Eagly & Mary Johannesen-Schmidt serta berbagai studi dari Catalyst  yang mengatakan bahwa Gaya Kepemimpinan Perempuan (Transformasional & Partisipatif): Menurut riset, (Satu) – pemimpin perempuan cenderung lebih inklusif dan mengutamakan kolaborasi. Mereka lebih suka membagi informasi dan mendorong bawahan untuk ikut menyumbang ide demi kepentingan bersama /demokratis.
(Dua) – Pemimpin perempuan secara psikologis cenderung melihat masalah dari berbagai sudut pandang / menggunakan intuisi yang sensitif, dan pandai melakukan multitasking.(Tiga) – Mengutamakan empati, komunikasi interpersonal, dan perbaikan moral internal tim.  Dan menurut saya pribadi yang ke-4 nya adalah Pemimpin perempuan ‘sangat sulit’ untuk diajak kejalan yang tidak benar”, Nona Kuncareng dan Arie manggut-manggut. Tiba tiba seorang security masuk, “Ijin bu Presiden, langganan ibu, Mang Ano,  sudah datang”, “Oh oke sebentar saya keluar”,…”Siap bu”, security itupun berlalu. 
“Ayo kita keluar dulu, temui tamu istimewa saya”, kata Miss Pussy bergegas diikuti Nona dan Mas Arie. Dan Ya Allah taunya Tukang Bajigur, ‘dasar emak – emak. Eheheh.
Hampir 20 menit rapat break karena tamu istimewa ini, kemudian Miss Pussy  berjalan perlahan menuju papan tulis putih besar di depan ruang rapat. Dengan spidol merah menyala, ia menuliskan sebuah kalimat tebal lalu melingkarinya dengan tegas: “DEWAS KPK = THE LAST SAMURAI!?”
“Maaf bu, Kenapa kita harus menyebut Dewas KPK versi perempuan ini sebagai The Last Samurai?” tanya Arie Kurniawan . Miss Pussy tersenyum tipis, sorot matanya tajam menatap tulisan merah tersebut.
Mas Arie dan Nona Kucanreng, kalian harus paham. Di era peradaban hutan yang semakin pragmatis ini, komisi antirasuah manusia pun  sering kali kehilangan taringnya karena intervensi dan godaan dari luar. Nah, Dewan Pengawas ini adalah benteng pertahanan paling pamungkas. Mereka adalah para pendekar etika!” tegas Miss Pussy.
Ada tiga alasan filosofis di balik julukan The Last Samurai versi Republik Fabeliano ini:
    • Penjaga Kode Kehormatan (Bushido Hutan): Ketika pimpinan dan penyidik KPK mulai tergoda oleh ‘umpan ikan asin’ atau fasilitas kemewahan dari luar, Dewas adalah satu-satunya lembaga yang tersisa untuk menegakkan moralitas tanpa pandang bulu. Mereka memegang sumpah kehormatan tertinggi untuk menjaga kesucian lembaga.
    • Bertempur di Garis Belakang secara Mandiri: Pasca regulasi berubah, Dewas tidak lagi memegang senjata operasional (seperti izin sadap atau sita). Namun, seperti Samurai terakhir yang bertempur demi prinsip, mereka tetap maju mengadili pelanggaran etik internal walau sering kali dikeroyok oleh opini dan gugatan hukum balik dari para pejabat yang gerah.
    • Harapan Terakhir Kepercayaan Publik: Jika The Last Samurai ini sampai ikut tumbang, lumpuh, atau bisa diajak ‘masuk angin’ ke jalan yang salah, maka tamatlah riwayat keadilan di Republik Fabeliano. Mereka adalah tameng terakhir.

“Oleh karena itu,” lanjut Miss Pussy sambil mengetuk papan tulis dengan ujung jarinya, Dewas KPK kita harus diisi oleh perempuan-perempuan tangguh. Karena di saat para pejantan di hutan ini sibuk pamer wilayah kekuasaan, para Samurai perempuan inilah yang akan berdiri tegak menjaga rumah  keadilan agar tetap kokoh berdiri!”
‘ikan hiu muter muter, see you later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl. 22   September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

#Republik Fabeliano Go Internasional !?”

==================

Tentang Koran Jokowi 4492 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan