Atasnama relawan koranjokowi.com dan #SahabatKPK!, kami sampaikan penghargaan kepada aksi tegas aparat gabungan di ranah Bumi Gordang Sambilan (8/8) terkait operasi penertiban skala besar digelar di Kelurahan Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Dipimpin langsung oleh Kasat Pol-PP Kab. Madina, Camat Lingga Bayu, serta dikawal ketat oleh jajaran Koramil 0212-16/BTN dan Polsek Lingga Bayu, salah satunya menyasar tempat hiburan malam legendaris bernama Cafe Joring yang kemudian dibongkar paksa dan diratakan dengan tanah. Langkah ini diambil demi mewujudkan lingkungan yang kondusif, menyapu peredaran miras dan narkotika, serta mencegah gangguan Kamtibmas di wilayah tersebut.
Namun, sebagai jurnalis yang dibekali akal sehat, kita tentu tidak bisa menutup mata dari sebuah ironi besar yang sedang menari-nari di atas tanah Madina. Kita patut bertanya dengan nada batin yang paling dalam: Jika sebuah cafe remang-remang di Lingga Bayu bisa dieksekusi dengan begitu cepat dan gagah berani,pastinya semangat yang sama juga akan dilakukan dalam melawan maraknya Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di sepanjang DAS Batang Gadis seolah-olah memiliki ilmu kebal hukum?
“PANGGILAN DARURAT DARI LERENG SORIK MARAPI”
Aksi pembongkaran di Lingga Bayu hari ini seketika memicu getaran hebat pada Ompung Kakek MANDA dan OMPUNG Nenek DAILING—Katak Wayang Mandailing Generasi ke-XI penghuni rimba purba purba purba Madina. Dimana di artikel Koranjokowi.com edisi 28 Juli 2026 lalu, sepasang katak endemik ini sudah mengeluarkan maklumat murka yang menggelegar dari Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), Gunung Sorik Marapi.
Ompung Kakek Manda, yang biasanya diam mematung, kali ini ikut berteriak lantang hingga suaranya memantul di dinding bukit. Beliau mengingatkan kembali pesan penting Presiden Prabowo Subianto bahwa PETI telah merugikan negara hingga Rp300 Triliun! Kejahatan ekologi ini bukan sekadar angka kerugian finansial, melainkan petaka nyata yang telah berulang kali memakan korban jiwa, termasuk runtuhnya lubang tambang ilegal di Kotanopan yang baru saja menewaskan warga pada Juli 2026 ini.
“SOLUSI SATU PINTU: JANGAN TEBANG PILIH!”
Merespons dinamika di lapangan hari ini, komunitas fabel hilir dan hulu Madina mendesak Pemkab Madina, Forkopimda, hingga jajaran Polda Sumut untuk menerapkan rumus keadilan yang sama rata:
Gunakan Semangat ‘Lingga Bayu’ untuk Kotanopan: Hal yang sama harus dilakukan dengan keinginan warga untuk mengandangkan seluruh alat berat PETI di wilayah Mandailing Julu.
Tegakkan Hukum Alam Sebelum Gunung Sorik Marapi Meletus: Peringatan status Level II (Waspada) dengan puluhan gempa vulkanik di Sorik Marapi harusnya menjadi sinyal bahwa bumi Madina sudah lelah dikorek oleh ketamakan manusia. Berhentilah menantang kutukan geologis!
“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”
“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”
CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini,Sabtu, Tgl. 8 Agustus 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.
Be the first to comment