Rigel,B. #RepublikFabeliano. “PESAN PAPA TUA PAUS BIRU TELUK KAYELI, MALUKU!”

Rigel,B. #RepublikFabeliano.
“PESAN PAPA TUA PAUS BIRU TELUK KAYELI, MALUKU!”
Hingga hari ini, Senin, 31 Agustus 2026, riak gelombang di Laut Banda dan perairan Pulau Buru tidak lagi membawa lagu damai. Di balik birunya samudra, terdapat jeritan purba yang tertahan. Papa Tua Paus Biru, mamalia terbesar yang telah mengarungi perairan Maluku selama jutaan tahun sejak Zaman Miosen hingga Plistosen, akhirnya muncul ke permukaan.
Tubuhnya yang sepanjang 30 meter dan berusia >500.000 tahun ini mengirimkan email melalui Kord.Prov.Maluku, Rigel Belatrix untuk diteruskan kepada Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni dengan Cc. KordNas Koranjokowi.com. Berikut isi emailnya;
SURAT TERBUKA DARI RAHIM LAUT BANDA
Nomor : 002/PALA-PURBA/BURU/VIII/2026
Sifat : TOP SECRET & KIAMAT BIOTA
Perihal : Laporan Investigasi Gurita Merkuri Gunung Botak & Pasar Gelap Transnasional
Kepada Yang Terhormat:
Presiden Republik Fabeliano (FABJOUR)
Miss Pussy Noni
di Tempat
Cc: KordNas Koranjokowi.com dan  #SahabatKPK! 
Salam hormat dari Laut Banda dan Pulau Buru,
Saya, Papa Tua Paus Biru, (Balaenoptera musculus/Paus Dasar Belerang /sulphur-bottom- karena bagian bawah tubuh sebagian paus biru tampak kekuningan. Warna tersebut berasal dari alga atau diatom yang menempel di kulit). Telah hidup di Laut Banda dan perairan  Pulau Buru sejak daratan ini masih berupa gugusan karang purba raksasa. Berabad-abad lamanya,kami dan kerabat di sekitaran  Teluk Kayeli demikian damai bersama  kawanan udang, kerang Polymesoda erosa, dan plankton yang menyehatkan. Ratusan ribu tahun bahkan jutaan tahun lalu, selama belum ada manusia disekitar kami.
Namun hari ini, saya terpaksa meniup lubang napas saya dengan amarah. Sirip saya gemetar melihat kehancuran masif yang diakibatkan oleh keserakahan “mesin-mesin logam” bernama trommel (alat penyaring berbentuk silinder) di daratan juga maraknya Trawl (Pukat Harimau), Jaring kantong besar yang ditarik kapal di dasar atau tengah laut untuk menangkap ikan secara massal dan ilegal.
Melalui surat ini, saya lampirkan laporan investigasi bawah laut mengenai Episentrum Gunung Botak dan Jaringan Pasar Gelap Internasional:
1. Episentrum Racun Gunung Botak & Pembusukan Teluk Kayeli
Sejak “bencana demam emas” meletus di bumi Buru pada akhir tahun 2011, hulu sungai kami dijarah. Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Gunung Botak dan Gogrea melepaskan berton-ton cairan raksa (merkuri) dan sianida langsung ke tanah.
    • Sungai yang Mati: Limbah pekat dari mesin trommel mengalir deras meracuni Sungai Anahoni dan Sungai Waelata. Sungai yang dulunya bening kini berubah warna menjadi cokelat keperakan yang mematikan.
    • Sedimentasi Maut Teluk Kayeli: Semua racun dari sungai itu bermuara dan mengendap di dasar Teluk Kayeli. Hasil pemindaian sonar dan riset laboratorium di perairan kami menunjukkan kadar merkuri di pesisir lumpur telah menembus angka 3 mg/kg, melonjak 30 kali lipat dari ambang batas aman yang hanya 0,1 mg/kg!
    • Kerusakan Rantai Makanan: Udang, kepiting, kerang, hingga ikan-ikan kecil yang biasa dikonsumsi warga pesisir kini telah terinfeksi zat amalgam beracun. Anak cucu kami sesama mamalia laut mulai menderita tumor kulit akibat zat kimia ini.

2. Investigasi Intelijen: Gurita Pasar Gelap Merkuri Internasional
Melalui radar sonar jarak jauh, kami mendeteksi bahwa rantai kejahatan ini tidak berdiri sendiri di Pulau Buru. Ini adalah jaringan mafia transnasional:
    • Hulu Sediaan Batu Sinabar: Bahan baku merkuri cair ini disuplai secara ilegal melalui pembakaran batu Sinabar di kawasan hutan Iha-Luhu, Seram Bagian Barat.
    • Jalur Tikus Penyelundupan: Ratusan kilogram raksa cair dikemas dalam jerigen-jerigen samaran, diselundupkan lewat pelabuhan-pelabuhan tikus di Maluku menggunakan kapal sekoci cepat pada malam hari, menghindari patroli laut.
    • Sindikat Transnasional: Sebagian komoditas raksa beracun ini bahkan masuk dalam kontainer kargo gelap untuk dikirim ke pasar ilegal luar negeri seperti Filipina dan jaringan tambang liar di Asia Tenggara. Keuntungan triliunan rupiah dinikmati para cukong besar, sementara rakyat Maluku dan ekosistem laut dihadiahi cacat genetik serta kematian ekologis.

3. Tuntutan Papa Tua Kepada Kabinet Republik Fabeliano
Ibu Presiden Miss Pussy Noni, spanduk janji penutupan tambang oleh manusia berbaju dinas terbukti sering kali hanya menjadi drama formalitas. Saat aparat membersihkan tenda di depan, para penambang liar masuk dari jalur belakang hutan secara kucing-kucingan.
Maka dari itu, kami meminta gerakan progresif dari Satgas Anti-Mafia Lingkungan FABJOUR:
    1. Titahkan “Operasi Gurita Samudra”: Tangkap para pemodal besar dan korporasi yang menyuplai merkuri ke Gunung Botak, jangan hanya menangkap kuli tambang kecil di lapangan.
    2. Deklarasikan Darurat Ekologi Teluk Kayeli: Lakukan lokalisasi wilayah tangkap ikan agar masyarakat adat tidak mengonsumsi biota laut yang sudah terkontaminasi raksa berat.
    3. Usut Aliran Dana “Upeti”: Dorong jaringan #SahabatKPK! untuk memantau rekening-rekening mencurigakan oknum yang sengaja membiarkan jalur tikus pengiriman merkuri Maluku tetap terbuka bebas.

Jika manusia-manusia pemegang kebijakan itu tetap ‘berpura-pura tuli’ karena kenyang memakan uang suap, maka biar kami, para penguasa laut purba, yang akan menggoncang samudra ini dengan cara kami sendiri!, Demikian kami sampaikan.
Ikan Hiu muter-muter, See You Later!
Dari Laut Banda, 31 Agustus 2026
Hormat Kami,
PAPA TUA PAUS BIRU
(Penjaga Abadi Perairan Pulau Buru & Banda)
(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour I #RepublikFabeliano

(Seluruh karakter hewan dalam tulisan  ini adalah personifikasi satire untuk ikutserta mengkampanyekan antikorupsi)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin,Tgl.31  Agustus 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

============

#SahabatKPK!, “SURAT TERBUKA : MEMANG ADA SANKSI UNTUK PEJABAT YANG  NGAMEN !?”

Tentang Koran Jokowi 4446 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan