Hasdan Nover Zandi (3), ” IBU MEGA DIBOHONGI SBY, LALU MENGAPA ADA PERTEMUAN PUAN – AHY ?”

Hasdan Nover Zandi (3),

” IBU MEGA DIBOHONGI SBY, LALU MENGAPA ADA PERTEMUAN PUAN – AHY ?”

Koranjokowi.com, OPIni :
“Kenapa banyak yang sewot ya, pertemuan antara Mba Puan & AHY di Hutan Kota Plataran, Jakarta lalu, bang?”, tanya saya kepada Hasdan Nover Zandi – aktifis dan relawan Jokowi senior saat diminta tanggapan hal ini yang terjadi Minggu (18/6) lalu.

Masih kata ‘bang Zandi,panggilan akrab kami. Pertemuan antara Mba Puan Maharani dan AHY lalu itu juga bisa disebut sebagai sebagai terobosan baru untuk memecah ‘kebekuan’ di antara dua parpol. Pertemuan itu menjadi rekonsiliasi setelah dua dekade Demokrat dan PDIP disebut tidak akur.

“Apakah ada kemungkinan ada pertemuan susulan antara ibu Mega – SBY?”,

“Politik itu dinamis, fleksibel. Segala kemungkinan itu pasti ada”

Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad punya pandangan soal pertemuan Puan dan AHY di Jakarta hari ini.

“Tapi kok banyak pihak yang kurang sreg?”

“Siapa?, pastinya itu kelompok yang anti rekonsiliasi. Bisa dibayangkan jika kemudian PDIP & Demokrat di Pilpres 2024 mendatang,  sejarahnya PDIP & Demokrat adalah ruling party alias partai penguasa dan partai oposisi disaat ibu Mega & SBY menjadi presiden”

PDIP misalnya menang dua kali berturut-turut pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019, dan dalam dua periode itu Demokrat bertindak sebagai oposisi. Sedangkan Demokrat unggul dua periode sebelumnya atau pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009, kala itu posisi PDIP adalah oposisi.

“Kalaupun Demokrat dan PDIP berada di dua poros berbeda jelang Pemilu 2024 mendatang. Demokrat beserta PKS & Nasdem mengusung Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden, berkoalisi untuk mencapai suara 20%. sementara PDIP akan mencalonkan Ganjar Pranowo. Ini kan dahsyat, PDIP seolah dikeroyok kan gitu, namun percayalah PDIP itu sudah banyak makan ‘asam garam dalam pentas politik nasional. Tidak seperti parpol lain yang gemar membajak kader, ahahaha”, tutup ‘bang Zandi.

Memang benar apa kata ‘bang Zandi, di tahun 2019 lalu PDI-P meraih  128 kursi, dengan  Jumlah suara: 27.503.961 (19,33 persen) alias  Memenuhi ambang batas. Adapun Demokrat, hanya meraih 54 kursi , Jumlah suara: 10.876.057 (7,77 persen)

CERITERA LAMA HJ. MEGA – SBY

Sejak tahun 2014 lalu SBY menjelaskan bahwa jalan bagi Demokrat untuk menjalin koalisi dengan partai pendukung Presiden Jokowi tidak terbuka. SBY tidak spesifik menyatakan hubungannya dengan Megawati sebagai salah satu rintangan Demokrat untuk bisa berkoalisi bersama partai pendukung Jokowi. SBY hanya menjelaskan dirinya sudah berupaya memulihkan hubungannya dengan putri Soekarno itu selama 10 tahun belakangan ini.

“Seluruh pergerakan politik Pak SBY adalah untuk anaknya, sementara Ibu Megawati jauh lebih luas dari itu. Ibu Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan, untuk Pak Jokowi, untuk rakyat, bangsa dan negara, sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu, Lalu salah ibu Mega dan PDIP dimana?” kata ‘bang Zandi.

Bahkan masih kata ‘bang Zandi, SBY seharusnya tidak memaksakan nama AHY sebagai capres atau cawapres baik di tahun 2014 dan 2019 lalu kepada PDIP. Harusnya kepemimpinan AHY lahir secara alamiah, mungkin ini menjadi pengecualian.

sby dan megawati

Retaknya hubungan SBY dan Megawati terjadi sejak 2004 saat SBY memutuskan maju dalam pemilihan presiden dan kemudian menang. Megawati terkesan selalu menghindari SBY dalam berbagai kesempatan atau acara kenegaraan.

Meski tak pernah diungkapkan secara terbuka, cerita Megawati kesal terhadap SBY sudah menjadi rahasia umum. Mendiang wartawan senior Derek Manangka dalam buku ‘Jurus dan Manuver Politik Taufiq Kiemas: Memang Lidah Tak Bertulang’ menceritakan bahwa penyebab utama Mega tak mau bertemu SBY adalah karena merasa dibohongi.

(Red-01/Rahma-Foto.ist)

Lainnya,

Melawan Lupa (157), ” KEREN !, FILM KADET 1947 & TNI-AU YANG DAHSYAT “

SURAT TERBUKA UNTUK KETUM PDI PERJUANGAN IBU HJ. MEGAWATI SUKARNOPUTRI (Kiranya dapat segera Mencapreskan Ganjar Pranowo)

Tentang RedaksiKJ 3833 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan