Agus Nur Ismail, Penasehat #Sahabat KPK!, “BERANI JUJUR, HEBAT!”

FILM VERTIKAL
JUDUL: BERANI JUJUR, HEBAT

(TEMA : INTEGRITAS KELUARGA)
DURASI: ± 3-5 Menit

Sore tadi (19/6) , karena ada giat lain maka Penasehat #Sahabat KPK!, yang juga Sutradara dan scripter sinetron & film – Agus Nur Ismail batal datang pada shooting perdana kami. “Saya yakin akang mampu, memproduksi film itu sama dengan memimpin organisasi relawan. Kreatifitas, Profesionalisme, Tegas terarah, workflor/alur kerja, team work dan cermat. Video atau film  vertikal  dibuat oleh kamera dengan konsep vertikal/potrait yang menghasilkan gambar yang lebih tinggi untuk kosumsi sosial media, bukan untuk layar lebar”, itu pesan Kang Agus.

Waktu sudah menunjukan Pukul.17.00, memang kami sesuaikan dengan set-film, semua crews sudah ditempatnya, seorang crew saya minta untuk melakukan live report untuk Kang Agus sehingga melihat langsung produksi film ini secara langsung, ‘Action!

EXT. HALAMAN RUMAH KONTRAKAN – MALAM (GERIMIS)
[Kamera Vertikal – Medium Shot]:

Suara rintik hujan dan sayup-sayup suara azan Isya dari kejauhan. Artis Ariel Noah berperan sebagai  IRWAN (40-an, wajah lelah, baju kerja agak basah) sedang bersusah payah mendorong motor Vespa tahun 1970-an miliknya yang mogok saat masuk gang , mungkin businya kena air hujan. IRWAN terlihat lelah mendorong Vespa warisan sejak era SMA ini hingga depan  halaman rumah kontrakan sederhana di ujung selatan  kota Bandung. IRWAN menegakkan standar motornya, menghela napas panjang, lalu menatap ke arah jendela rumah.


[Kamera beralih ke Point of View (POV) IRWAN – Close-Up melalui kaca jendela]
Dari balik jendela yang berembun, terlihat istrinya –  DEA yang diperankan artis & legislator Rachael Maryam  (40-an, hamil besar 8 bulan) sedang tersenyum bahagia sambil mengayunkan kuas, melukis gambar seorang bayi perempuan di atas kanvas kecil. IRWAN tertegun. Dia meraba kantong jaketnya, sebuah amplop coklat agak lusuh karena kena grimis, dikeluarkannya. Menatap lama, dan mengicap. “Bismillah” dengan bibir bergetar.

INT. RUANG TAMU KONTRAKAN – BEBERAPA SAAT KEMUDIAN
[Kamera Vertikal – Two Shot / Fokus bergantian]
IRWAN pun masuk rumah, mengetuk pintu yang terbuka sedikit. “Assalamualaikum”, katanya dengan langkah ragu tidak seperti biasanya. “Waalaikumsalam wrwb”,  jawab DEA sambil menyalami tangan IRWAN, dan mengusp rambut dan wajah IRWAN yang basah gerimis. Sekelebat DEA melihat mata IRWAN , ada keraguan, mungkin IRWAN lelah kerja demikian dalam hati DESA.

DEA kemeja makan dan mengambil air putih hangat seperti biasanya, “Simpan saja dulu sayang”, jawab IRWAN, kemudian duduk dikursi yang terlihat sudah usang. DEA meletakan gelas kemeja, untuk yang kedua kalinya DEA melihat mata IRWAN, “Ada yang aneh dan tidak seperti biasanya”, dalam hati DEA. “Kamu lupa berbisik kepada bayi kita sayang, tidak seperti biasanya?”, tanya DEA. Sontak IRWAN menghampiri perut DEA, mengecupnya dan berkata. “Sayang, papa bawa kabar gembira semoga kamu senang mendengarnya”, kemudian IRWAN menyerahkan amplop coklat tadi. Dan berlalu kekamar.

INT. KAMAR TIDUR

DEA menyusulnya, “Bang ini uang apa dan darimana?”, tanya DEA sambil memberikan amplop itu. IRWAN
(Berusaha tersenyum) “Sayang kita dapat rejeki, itu uang jumlahnya dua puluh lima juta. Buat biaya persalinan kamu bulan depan”, kata IRWAN sambil mengambil handuk dibelakang pintu.

“Bang, abang belum jawab pertanyaanku. Ini uang apa dan darimana?”,Sudahlah sayang, terima saja bukankah kita butuh uang banyak ?”, sontak DEA melemparkan amplop itu ke atas kasur. “Abang tidak menjawab, ini tidak seperti biasanya, ada sesuatu yang abang sembunyikan dari saya kan?, sekali lagi saya tanya ini uang apa dan darimana?”, suara DEA meninggi.

IRWAN duduk di kasur sambil mengambil amplop itu dan berkata, “uang ini adalah bonus dari perusahaan karena saya  berhasil menyelesaikan tugas hitungan pembangunan jembatan klien boss lebih cepat”, DEA mendekatkan wajahnya kepada IRWAN. “Ada yang kamu sembunyikan dari saya kan, bang?, ini uang apa dan darimana?”, suara DEA semakin meninggi. IRWAN tidak menjawab bahkan menuju ruang tamu  dengan handuk dipundaknya.


INT. KAMAR TAMU  – BERKELANJUTAN
[Kamera Vertikal – Tight Close-Up pada wajah Dea dan Irwan]
DEA  mengejar (Suara tegas, menahan tangis), “Bang, boss kamu itu terkenal pelit beberapa kali kita mau pinjam uang untuk kebutuhan mendesak selama ini saja tidak pernah diberi, saya tidak percaya boss memberikan uang sebesar ini, jujur bang!”, hardik DEA, IRWAN terdiam sambil berbisik mengatakan, “Saya terpaksa, karena kita butuh uang banyak. Bos minta saya  merubah spesifikasi konstruksi jembatan itu.Dikurangi agar ada uang lebih dari sini, boss dapat tujuh puluh lima juta . Dan saya dapat dua puluh lima juta”,

DEA bangkit dari kursi dan menuju kamar , tidak lama sudah keluar dengan tas berisi pakaiannya. “SILAHKAN KAMU MELAKUKAN ITU, TAPI MAAF SAYA TIDAK IKHLAS BIAYA PERSALINAN BAYI KITA DARI UANG KORUPSI. SAYA MINTA KAMU KEMBALIKAN ITU BESOK PAGI. SAYA AKAN KERUMAH IBU  NAIK OJEK. KECEWA SAYA ABANG!”, dengan tergesa DEA keluar rumah dengan menenteng HP untuk order ojek.

IRWAN  diam, badannya seperti kaku tidak bisa bergerak. Air matanya turun, bibirnya bergetar dan mengucap lirih. “Astagfirullahal ‘adzim”. Diluar terdengar suara  knalpot ojek datang , DEA dibalik pintu berkata. “JIKA TIDAK KAMU KEMBALIKAN BESOK, JANGAN HARAP SAYA AKAN KEMBALI KERUMAH INI !”, Tidak lama ojek pun berlalu keluar gang, gerimis tba tiba menjadi lebat.

IRWAN mengusap wajahnya dan berbisik, “Astagfirullahhal’adziim”. Diluar terdengar adzan isha dari mushola gang.

[TEKS DI LAYAR MUNCUL / GRAPHIC ANIMATION LOGO KPK]
“BERANI JUJUR, HEBAT!”
(Sub-teks di bawahnya: “Integritas dimulai dari rumah dan demi masa depan orang-orang tercinta.”)
FADE OUT.

Tidak lama hujan mulai membesar, crew merapihkan semua alat produksi. Tidak lama Kang Agus menelepon, “Sebagai pemula, semua rangkaian produksinya sudah cukup kang.  Ide tema, narasi dan para tokoh terlihat tidak canggung dengan produksi versi Vertikal kalau pun mereka terbiasa untuk layar lebar.  Pilihan konflik korupsi struktural (mengurangi spek jembatan) yang berbenturan dengan nilai moral keluarga sangat cocok untuk target kampanye KPK, karena menyentuh sisi kemanusiaan dan integritas paling dasar. Dan sedkit koreksi, karena ini film pendek vertikal, kedepan akang  harus memfokuskan visual pada ekspresi wajah (close-up) para pemainnya. Tapi okelah selamat dan sukses kang”, seluler pun ditutup. ‘Alhamdulillah.

(Red-01/Foto.ist)

  • ============

    CATATAN REDAKSI :

    Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Sabtu, Tgl.20  Juni  2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

    Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

    https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

    https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

    ===============

    ” POTENSI SINEMATOGRAFI THN.2026-2029 “

     

 

Tentang Koran Jokowi 4320 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan