PKS DIANTARA IWAN FALS & DAHLAN ISKAN TENTANG RUU CIPTA KERJA – (2)

PKS DIANTARA IWAN FALS & DAHLAN ISKAN TENTANG RUU CIPTA KERJA – (2)

KoranJokowi.com, Bandung : Beredar viral ‘curhat’ Dahlan Iskan tentang RUU Cipta Kerja, jika ini salah saya mohon maaf. Namun publik ‘kadung yakin jika ini karya beliau, termasuk saya, ahahah. Ini saya ‘Re-share disini karena isinya ‘gue bangetz, Check it dot !

Kepingin Tau Apa Itu OMNI BUS LAW 9

Sy berdoa keras. Agar prog Omnibus Law sukses. Agar Presiden Jokowi tdk hanya dikenang di bidang jalan tol –yg mmg hebat itu.

Itulah konsolidasi terbesar di saat sulit melakukan ekspansi ekonomi. Yg mmg lagi sulit. Kata kuncinya: di saat tidak bisa melakukan ekspansi, lakukanlah konsolidasi.

Omnibus Law adlh konsolidasi besar2an.

Sy tahu program Omnibus Law itu brt sekali. Bhkn berani memulainya sj sdh hebat. Aplg bisa melakukannya — dan siapa tahu sukses.

“Bus Omni” mmg mengagetkan. Saat itu. Th 1820. Saat pertama kali dipakai di Paris. Kok ada kendaraan yg bisa dipakai mengangkut org bgt bnyk — pun dg berbagai jenis barang milik penumpang. Apa sj bisa msk. Semua bisa dimuat. Paris pula yg pertama kali menggunakan istilah Omnibus. Bus jenis Omni.

????????????????????????????????????????????????????????? +_+

Tp baru mjd istilah generik ktk dipakai di Amerika Latin. Di sana sgl sesuatu yg bs dimasuki apa sj disebut Omnibus. Seorang yg sgt rakus makan disebut pny perut Omnibus.

Bus Omni lantas sangat populer. Itulah kendaraan besar ‘pengangkut berbagai jenis’ keperluan.

Omnibuspun dipakai sbg istilah generik. Apapun yg bisa dipakai ramai2 disebut Omnibus.

Pun di bidang hukum.

Omnibus Law adlh 1 paket hukum yg isinya berbagai jenis hukum. Atau, satu UU yg di dlmnya melingkupi bnyk UU terkait. Mk UU spt itu disebut Omnibus Law.

Misalnya UU Investasi. Yg, katakanlah, isinya sdh sgt bagus. Tapi bisa jadi UU Investasi itu sulit mencapai tujuan: meningkatkan modal masuk ke Indonesia.

Bisa saja investasi terhambat oleh UU yg lain. Misalnya UU Otonomi Daerah, UU Ketenagakerjaan, UU Lingkungan Hidup/Amdal, UU Bangunan/IMB. Dan bnyk lagi.

Mengubah salah satu UU itu saja tidak menyelesaikan mslh. Bhkn bisa saja isinya bertabrakan lagi dg UU lain.

Repotnya sama. Hasilnya tidak tuntas.

Mk dilakukanlah paket Omnibus Law. Semua UU yang terkait akan dijadikan satu. Akan diangkut dlm 1 bus besar Omni: Omnibus Law.

Betapa besar pekerjaan itu. Betapa mendasarnya. Belum pernah yang spt ini bisa dilakukan presiden siapa pun.

Di Amerika sudah lama pemerintah mengajukan paket RUU Omnibus Law: menyempurnakan bnyk UU dalam satu payung. Mslnya saat Amerika kesulitan mengatasi meningkatnya kriminalitas.

Saya bisa membayangkan betapa rumitnya pengajuan 1 RUU Omnibus Law. Terutama menyusun RUU-nya.
Mslnya 1 Omnibus Law itu akan diberi nama ‘Cipta Lapangan Kerja’. Lebih dari 7 UU berada dalam satu bus itu. Total berisi lebih dari 1. 000 pasal.

Apalagi, saya dengar, pemerintah sekarang ini tidak hanya mengerjakan satu bus Omni.

Sy dengar pemerintah sdg menyiapkn pemberangkatan sklgs 11 bus Omni.
Tiap bus akan ada namanya sendiri. Msg2 bus mengangkut banyak UU terkait.

Dramatik.

Msg2 bus punya sopir sendiri2 — para Menko. Punya kernetnya sendiri –para menteri terkait. Punya ahli2 tekniknya sendiri — para Dirjen.

Juragan bus Omni tinggal memberi komando: kapan bus harus brgkt ke terminal. Apakah hrs brgkt satu persatu atau ke terminal ramai2 –konvoi 11 bus.

Kabarnya sang juragan bus, Presiden Jokowi, tegas: bus itu sudah harus tiba di terminal bulan depan.

Betapa banyak pekerjaan di kandang bus msg2 skrg ini. Betapa rumitnya menyingkronkan 1.000 pasal. Bisa jadi mrk tdk punya kesempatan libur akhir tahun. Aplg jenis penumpang bus itu bgt beragam. Pny keinginan sendiri2. Ada yg ingin bawa kopi. Ada juga yang ingin bawa rendang. Bhkn ada yg tdk ingin brgkt — dgn alasan masuk angin.

Semua penumpang adlh jenis UU yg rewel-rewel.

Saya menunggu dg berdebar: bus apa yg akan duluan berangkat ke terminal. Sy ingin memberikan handuk putih kpd Menko-nya. Untuk lap keringatnya yg berlelehan. Agar selamat sampai ke terminal. Terminalnya ada di Senayan –di gedung yg atapnya seperti pantat wanita cantik sdg telungkup itu: DPR.

Msk terminalnya mudah. Tinggal bayar karcis retribusi masuk terminal. Tapi kita belum tahu: diapakan bus Omni itu di dalam terminal.

Sy jg tdk tahu apakah bnyk preman di terminal itu. Apakah preman2 itu pny bos msg2: preman besar. Misalnya preman khusus yg tugasnya mencopet penumpang. Yg menyedot bensin. Yg memalak sopir. Dan seterusnya.

Atau terminal itu skrg sdh bersih dari preman. Shg bus Omni yg msk ke situ sgr diijinkan brgkt antar penumpang sesuai tujuan.

Koalisi besar di Senayan trnyt diperlukan. Agar ban bus Omni tidak digembosi di situ.

Blm depan terminal itu akan sibuk skl. Bayangkan: membahas satu UU saja ruwet. Apalagi ini akan membahas UU induk yg di dalamnya bnyk UU bidang msg2.

Apalagi kalau 11 Omnibus Law benar2 tiba di terminal dlm waktu berdekatan.

Periode kedua kepresidenan Jokowi trnyt benar2 utk membenahi hukum.

Dan membangun terminal.

(Dahlan Iskan)

Before, —-

JILID-1

PKS  DIANTARA IWAN FALS & DAHLAN ISKAN TENTANG RUU CIPTA KERJA – (1)

Tentang RedaksiKJ 1421 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan