#SahabatKPK!, “MENGHINDARI KORUPSI HUJAN BUATAN DI KEC.AIR SUGIHAN?”

#SahabatKPK!,
“MENGHINDARI KORUPSI HUJAN BUATAN DI KEC.AIR SUGIHAN?”
Minggu, Tgl. 12 Juli 2026, Pkl. 1922 relawan dari Kab. Ogan Komering Ilir (OKI), Prov. Sumatera Selatan – Samidi dalam teleponnya menyampaikan 2 (dua) hal krusial yang tengah dihadapi masyarakat khususnya petani di Kec. Air Sugihan. “Kemarau panjang dan Masa Penyemprotan Lahan”, semoga tulisan ini merupakan bagian dari solusi, Aamiin YRA.
1. Sinyal Waspada Kemarau Ekstrem 2026
Tahun 2026 ini, kita sedang diuji oleh fenomena iklim El Niño dan Monsun Australia yang memicu musim kemarau lebih panjang dan lebih kering dari biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak kemarau ekstrem ini akan mendominasi hingga akhir September 2026. Wilayah Sumatra Selatan, khususnya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi salah satu area yang mengalami hari tanpa hujan paling panjang.
2.Pestisida VS Gulma

Masa penyemprotan sebelum tanam padi (sering disebut penyemprotan pra-tanam atau olah lahan) adalah proses menyemprotkan cairan tertentu ke atas tanah atau lahan sawah sebelum bibit padi ditanam. Jadi, posisinya sawah masih kosong, baru selesai dibajak atau digenangi air.
Di lahan rawa pasang surut seperti di Air Sugihan, penyemprotan sebelum tanam ini memiliki 3 fungsi utama:
(1). Mematikan Gulma dan Sisa Rumput (Herbisida Pra-Tumbuh),  (2). Sterilisasi Tanah dari Hama dan Jamur dan yang ke-3  Pemberian Dekomposer (Penyubur Lahan)

3.Ancaman Nyata Bagi Sektor Pertanian & Marwah Air Sugihan
Kondisi ini membawa dampak dilematis yang luar biasa bagi sektor pertanian kita. Di satu sisi, lahan rawa dan gambut di sekeliling sawah sudah sangat kering dan rawan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sisi lain, tanaman padi tetap membutuhkan perawatan dan penyemprotan agar terhindar dari serangan hama seperti wereng dan walang sangit yang justru masif berkembang biak di cuaca panas.

Situasi ini tidak boleh dianggap remeh. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Selatan, sepanjang tahun 2025 lalu Sumsel berhasil memproduksi hingga 3,63 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Dari capaian besar tersebut, Kecamatan Air Sugihan tercatat secara historis menyumbang hingga sepertiga (33%) dari total produksi padi di Kabupaten OKI, dengan produktivitas andalan mencapai 5 hingga 7 ton GKG per hektare.
Jika kita gagal menjaga pertanaman di musim kemarau ekstrem ini, stabilitas pasokan beras di Sumatra Selatan akan ikut pincang. Marwah Air Sugihan sebagai salah satu pilar penyokong pangan nasional sedang dipertaruhkan di sini.
4. Solusi Cerdas dan Aman: Beralih ke Pestisida Nabati
Menghadapi cuaca panas menyengat, penggunaan pestisida kimia secara berlebihan justru berisiko membuat daun padi hangus (terbakar) akibat residu kimia yang terpapar matahari ekstrem. Selain itu, kimia yang hanyut bisa mencemari sisa-sisa air di rawa gambut. Sebagai solusinya, kelompok tani Air Sugihan diimbau untuk mengoptimalkan penggunaan Pestisida Nabati (Alami); (1).Formula Daun Pepaya (Untuk Ulat & Hama Penghisap): 1 kg daun pepaya ditumbuk, dicampur 10 liter air, 2 sdm minyak goreng, dan 30 gram sabun colek. Rendam semalam, saring, lalu gunakan dosis 500 ml saringan per tangki semprot. (2). Formula Bawang Putih & Cabai Rawit (Pengusir Wereng & Walang Sangit): 85 gram bawang putih dan 50 gram cabai dirajang halus, direndam dalam 50 ml minyak goreng selama 24 jam. Tambahkan 1 liter air dan 1 sdm sabun cair, lalu saring. Gunakan dosis 50 ml pekatan per 1 liter air tangki semprot.
Aturan Main di Lapangan:
Lakukan penyemprotan hanya pada pagi hari (sebelum jam 07.00) atau sore hari (setelah jam 16.00) secara rutin 4–7 hari sekali. Jika ada rencana operasi Hujan Buatan (Teknologi Modifikasi Cuaca) dari pemerintah, pastikan jarak waktu menyemprot minimal 4–6 jam sebelum hujan, atau idealnya dilakukan 1–2 hari setelah hujan turun agar penyerapan tanaman maksimal.
Saya sampaikan juga kepada Samidi jika ada rencana membuat hujan buatan, jangan lupa disektor ini pun ada ‘wilayah’ empuk’ korupsi misalnya; transparansi anggaran, potensi manipulasi laporan penyerbangan (fiktif), serta prosedur penunjukan langsung tanpa lelang. Kelompok tani boleh menjadi pengusul hujan buatan, dengan cara  berkoordinasi dengan Dinas Pertanian kabupaten, kemudian akan dilanjutkan  ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Kementerian Pertanian. Kemudian mengikut sertakan  Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BMKG, dan TNI AU untuk menerbangkan pesawat penyemai awan guna menyelamatkan lahan pertanian warga.
Jika saja kami, Koranjokowi.com dan #SahabatKPK mempunyai uang kas sekitar > Rp.150 juta sepertinya pun belum cukup untuk melakukan spraying / penyemprotan / sorti untuk >259.382 hektar lahan pertanian di Kec. Air Sugihan karena sekali ‘terbang’ biayanya sekitar Rp.150-200 juta. Idealnya diperlukan 4 kali/hari selama 5 hari berturut turut ‘hanya’ butuh biaya Rp. 3 miliar.
Semoga Bupati OKI membaca tulisan ini, karena kita masih punya Dana Siap Pakai (DSP) atau Belanja Tidak Terduga (BTT) yang dialokasikan dalam APBD Kabupaten. Sehingga produksi GKG nya mampu diatas 7 ton/hektar di tahun 2026 ini, Ehehehe.
Aamiin YRA.
(Red-01/Foto.ist)

 

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu Tgl.12  Juli  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===============

“PRABOWO YANG MINTA GIBRAN JADI WAPRES”

https://koranjokowi.com/2026/07/08/sahabatkpk-press-release-paling-aneh-didunia/
Tentang Koran Jokowi 4353 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan