PAK PRESIDEN, PAK MENTERI PUPR, “JIKA ADA KADES YANG TIDAK PERDULI PROGRAM BEDAH RUMAH, APA HARUS DI BENTUK SATGAS BEDAH RUMAH DESA ?”

PAK PRESIDEN, PAK MENTERI PUPR, “JIKA ADA KADES YANG TIDAK PERDULI PROGRAM BEDAH RUMAH, APA HARUS DI BENTUK SATGAS BEDAH RUMAH DESA ?”

KoranJokowi.com, Lamteng : Melanjuutkan artikel redaksi pusat (21/12) lalu, maka kami selaku Kordkab. KoranJokowi.com Lampung Tengah menyampaikan ‘kepersetujuan’ atas itu. Program ‘Bedah Rumah’ atau Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)  yang diprogramkan oleh Presiden Jokowi melalui KemenPUPR.RI pemerintah pusat memang kurang direspon oleh sejumlah kepala desa juga di Kab. Lamteng.

Kendati sudah diimformasikan sepertinya para kepala desa enggan untuk membantu masyarakatnya untuk mendapatkan bantuan rumah dari pemerintah pusat.Padahal Presiden Jokowi telah jelas  mengintruksikan kepada menteriPUPR sejak tahun 2015 lalu, jika baru tercapai sekitar 666.000 unit rumah dari target 1,5 juta unit rumah di tahun 2015-2019 ini menandakan ada yang ‘macet ditingkat pemerintahan desa.

Kami selaku KoranJokowi.com Lamteng telah maksimal melakukan diskusi dengan beberapa kepala desa untuk segera mengajukan program itu akan tetapi banyak kades yg kurang minat entah kenapa ? , bukankah dengan program Bedah Rumah ini pengabdian dan perjuangan Kades untuk masyarakat yang membutuhkan Rumah Layak Huni malah terbantu?

Beberapa masyarakat yang sempat bertemu dengan wartawan KoranJokowi.com sangat berharap mengikuti program Bedah Rumah itu, namun kami sampaikan bahwa pengajuan harus terlebih dahulu diketahui oleh Kadesnya sebagaimana persyaratan utama pengajuan program itu.

“Jika sampai saat ini ada Kades tidak juga melakukan itu, apakah boleh secara perorangan atau melalui wadah lain mengajukan program Bedah Rumah itu, bang ?”, tanya beberapa warga. Saya terdiam, kalau pun tahu bahwa ini tidak mungkin, namun saya tidak mau memberikan tambahan ‘kekecewaan kepada mereka lagi.

Saya juga tahu bahwa di Kab. Lamteng yang mengajukan Bedah Rumah baru satu desa di Kecamatan Trimurjo saja, sebagaimana disampaikan redaksi pusat KoranJokowi.com hingga tgl.21 Desember lalu Padahal, jumlah kecamatan di Lamteng ada 28 dengan sekitar 314 desa. Berarti masih banyak yang bisa kita lakukan khususnya dalam mendukung program Bedah Rumah Presiden Jokowi.

Jika ‘kemalasan’ para Kades ini terjadi kembali di tahun 2021 maka selayaknya KoranJokowi.com, Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) dan Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013) mengusulkan kepada Presiden Jokowi agar segera memerintahkan KemenPUPR khususnya Dirjen Perumahan Swadaya untuk mmembuat SATGAS BEDAH RUMAH DESA yang bertugas melakukan pendataan langsung kesejumlah desa dan mengirimkan tim untuk mendata rumah-rumah yang tidak layak huni yang ada disejumlah desa termasuk dikabupaten Lampung Tengah. Kalau perlu Para Relawan Jokowi yang tersebar di hampir 74.000 desa ikut didalamnya. Tapi apa memang harus demikian ?,

BERSAMBUNG

(Farizal/Foto.ist)

Bagaimana laporan dari Kabupaten Pringsewu,Bengkulu, Sumut, Jatim, Jateng, Bali, dsb?, Tunggu edisi selanjutnya. Ahahah.

Sebelumnya, plese re-check;

https://koranjokowi.com/2020/12/21/banyak-kepala-desa-yang-tidak-perduli-program-bedah-rumah-presiden-jokowi-ada-apa-ini/

 

Tentang RedaksiKJ 1431 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.