Tarzuki ‘i’o’,#SahabatKPK!,
“KORUPSI DI CIREBON ERA JENDERAL DAENDELS!?”
Kota dan Kabupaten Cirebon sejak dahulu kala identik dengan nafas religi yang kental, sejarah para wali, serta warisan budaya sakral yang dijaga turun-temurun. Di tanah para wali ini, keluhuran budi pekerti dan integritas adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Namun, di tengah kesakralan adat tersebut, riak-riak keserakahan oknum birokrasi yang gemar melakukan pungli dan korupsi anggaran kerap mencoreng nama baik daerah. Baik itu anggaran infrastruktur, dana desa, MBG, Kopdes MP, dsb. Di kota atau kabupaten Cirebon. Demikian KordNas Koranjokowi.com, #SahabatKPK!, siang tadi (13/7) melalui telepon. Dan saya diminta untuk ‘diam “biarkan saja nanti ada waktunya”, saya nggak paham apa maskudnya, kebetulan ini sedang jam rehat kerja saya termenung didepan gelas kopi yang sisa setengah dan dingin. Kalimat “biarkan saja nanti ada waktunya” buat saya itu misteri, angin berhembus sepoi membuat mata 5 watt.

Tiba tiba saya dikejutkan suara musik reggae klasik yang memekakan telinga dari arah belakang saya, “Yo, yo, yooo…….Assalamualaikum bang i’o”, oh ya nama saya Tarzuki hanya ‘orang orang dekat’ yang memanggil ‘i’o’, dan saat saya menoleh, Ya Allah … telah berdiri tegak dihadapan saya ‘Mbah Rebon’, leluhur Udang Rebon khas daerah kami (Cirebon) hanya saya pangling saja biasanya outfitnya ‘nyantri’ sekarang kok malah kaya Gen Z, Reggae style. Kami pun berpelukan maklum hampir 2 tahun tidak bertemu.

Catatan sejarah by AURC
“Korupsi Pertama di Jalur Daendels Cirebon”
1.Tahun Kejadian Kelam: Praktik haram ini terjadi pada Tahun 1808-1809, saat Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels ngebut membangun Jalan Raya Pos (De Grote Postweg) sepanjang 1.000 Kilometer dari Anyer sampai Panarukan.

2.Proyek Jalur Cirebon: Khusus di wilayah Cirebon, jalurnya menyisir dari Kandanghaur (Indramayu), membelah Kota Cirebon, hingga tembus ke Losari. Sesuai perintah Daendels, jalanan ini dipatok harus lebar dan kokoh berukuran 7,5 meter.
3.Anggaran yang Disiapkan: Daendels sebenarnya tidak modal dengkul. Pemerintah pusat saat itu mengucurkan dana total 30.000 ringgit perak. Untuk para pekerja pribumi (rakyat jelata), sudah dijatah upah resmi sebesar 10 sen/ minggu, ditambah logistik 1,5 pon beras dan 5 pon garam setiap bulannya.
4.Siapa yang Memotong? (Manusia Serakah): Uang dan logistik ini dikirim resmi dari Batavia lewat birokrasi tradisional, yaitu diserahkan ke tangan para Bupati dan Adipati elit lokal pribumi saat itu.
5.Modus Korupsi Purba: Di sinilah mentalitas celeng bermain. Para penguasa lokal menerima utuh uang, beras, dan garam dari Belanda, tapi tidak pernah membayarkannya kepada rakyat jelata yang bermandikan keringat dan darah membelah hutan jati. Dalam arsip kolonial, ada bukti serah terima uang ke bupati, tapi tidak dibayarkan kepada rakyatnya. “Jadi sebetulnya tidak ada istilah kerja-paksa/kerja rodi saat itu, karena Belanda membayar kok,Mbah. Wajar jika kemudian banyak rakyat yang kabur bahkan kelaparan dan meninggal di sepanjang jalur Cirebon. Iya kan gitu Mbah!”, tanya saya






CATATAN REDAKSI :
Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Senin, Tgl.13 Juli 2026 sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI – yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf ya atas segala ketidak-nyamanannya.
Ikan Hiu muter – muter, See U Later!


https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/


===============
- Jumadi, #SahabatKPK!, “Bupati Langkat Ditangkap, Kita bisa apa!”
- #SahabatKPK!, “KOKI & KIKI DALAM KASUS BERAS MBG HARAM!?”
- Sonny ,I. #SahabatKPK!, “Soal Pajak. Rakyat Ditekan, Elite Diistimewakan?.”
- #SahabatKPK!, “Nasib Pussy & Bruno, Karena Mr.Smile Kena OTT-KPK!?”
- #SahabatKPK!, “SULASTRI SURGANYA WAHYU!”
- #SahabatKPK!, “FLASHDISK RUSAK LEBIH MULIA DARI KORUPTOR !”
- #SahabatKPK!, “CARA KORUPSI “AMAN” DARI HIDUNG KPK! ?”
- #SahabatKPK!, “KABINET KARUNG BOCOR !?”
- Sonny Irwansyah, #SahabatKPK!, “Sensus Ekonomi 2026, Formalitas!?”
- PRESS RELEASE “KORANJOKOWI.COM GAGAL MENDONGKRAK KORANPRABOWO.ID !?”
S. Yusup,S. #SahabatKPK!, “KPK JANGAN DATANG KE JOMBANG ,YA!”





Be the first to comment