Diary, GUNTUR SUKARNOPUTRA 1944 – 2021 – (13), ” SIAPA HAMMURABI INDONESIA ? “

Diary, GUNTUR SUKARNOPUTRA 1944 – 2021 – (13), ” SIAPA HAMMURABI INDONESIA ? “

KoranJokowi.com, Jakarta :“By the grace of Ahuramazda, I am Hammurabi king of kings make the river flow over the fields” (Prasasti Batu Bertulis di Irak). Artinya dengan restu Ahuramazda, saya Hammurabi Raja dari segala Raja membuat sungai mengalir ke ladang-ladang.

Apa yang dilakukan Hammurabi ribuan tahun yang lalu sebenarnya adalah teknik pengairan yang membuat aliran sungai dapat mengairi ladang-ladang sehingga tumbuhan dapat tumbuh subur. Sedemikian suburnya ladang-ladang di era Hammurabi membuat rakyat di Irak dan sekitarnya dapat hidup berkecukupan khususnya di bidang pangan, sehingga di dalam Kitab Injil dinyatakan bahwa negaranya Hammurabi adalah sebuah negara atau kawasan yang terdiri dari madu dan susu.

See the source image

Apakah dalam sejarah Indonesia mempunyai seorang Raja yang layaknya Hammurabi dalam sepak terjangnya? Jawabnya adalah ada yaitu Raja Airlangga dari Majapahit. Ia bernama Airlangga karena berkemampuan “melangga air” atau menciduk air yakni air dari sungai Brantas di Jawa Timur yang bila musim hujan tiba selalu meluap banjir menggenangi seluruh kawasan aliran sungai tersebut yang membuat penduduk menderita.

See the source image

Namun sejak banjir sungai Brantas di langga atau “di ciduk” dialirkan ke ladang-ladang seperti apa yang dilakukan oleh Hammurabi ribuan tahun sebelumnya banjir dapat dikendalikan dan kawasan aliran sungai Brantas menjadi tanah yang subur untuk pertanian. Hingga saat ini nama Airlangga masih tetap dikenang terutama oleh penduduk Bali di mana jenazah Airlangga dimakamkan di sebuah tebing cadas.

Bersama Bung Karno dan Ibu Fatmawati beberapa puluh tahun yang lalu  penulis mengunjungi makam tersebut dengan berjalan kaki beberapa  kilometer dari Istana Tampak Siring. Bung Karno dan Ibu Fatmawati tidak berjalan kaki namun di tandu melalui jalan setapak yang penuh dengan semak belukar dan Ilalang. Ketika tiba di makam penulis terkagum-kagum melihat relief batu-batu makam megah yang berada di lereng bukit cadas. Terbayang betapa sulitnya para seniman-seniman di zaman itu membuat makam yang luar biasa itu karena peralatan-peralatan canggih serta modern seperti saat ini pastinya belum ada.

See the source image

Konon juga sistem pengairan Subak di Bali adalah realisasi dari pemikirannya Airlangga walaupun secara ilmiah hal tersebut belum dapat dibuktikan.  Alangkah baiknya bila saat ini ke makam tersebut dapat dibangun infrastruktur berupa jalan bebas hambatan agar makam tersebut dapat menjadi salah satu tujuan wisata di Bali.

Selain Airlangga saat ini adakah tokoh yang dapat melakukan hal-hal seperti tersebut di atas?

Jawabnya adalah ada bahkan dengan bantuan teknologi modern jauh lebih spektakuler bila dibandingkan dengan yang dilakukan oleh Hammurabi ataupun Airlangga.

Food Estate (Lumbung pangan) Jokowi

Walaupun berlatar belakang seorang sarjana teknik kehutanan namun Jokowi tak pelak  melaksanakan idenya yaitu membuat sebuah food estate atau lumbung pangan yang luasnya ribuan hektar dan menelan biaya jutaan dolar Amerika. Lumbung pangan tersebut akan menghasilkan ribuan ton beras yang akan membuat Indonesia dapat berdikari dalam bidang pangan, khususnya beras.

Lumbung tersebut dilengkapi dengan peralatan-peralatan tanam dan panen modern yang dilaksanakan menggunakan mesin-mesin canggih modern. Boleh dikatakan tenaga manusia sangat minim digunakan.

Disanalah arti penting dibangunnya juga bendungan-bendungan, saluran- saluran air sehingga air dapat “flow over the fields” alias mengalir ke ladang-ladang di lumbung pangan tadi.

See the source image

Sejauh ini dapatkah proyek fantastis dari Jokowi sebagai Presiden RI dikategorikan sebagai proyek “mercusuar” layaknya Bung Karno di era orde lama? (Soekarno: Orde Dasar/Ordas).

Bagi kita-kita kaum Patriotik silakan saja proyek-proyek tersebut dikategorikan sebagai proyek mercusuar, yang terpenting bagi kita adalah hasilnya yang nyata-nyata berguna bagi bangsa dan rakyat Indonesia. Seperti juga seluruh proyek-proyek mercusuar nya Bung Karno yang terbukti dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara terutama bagi pendidikan nation and character building, pembangunan watak dan jiwa bangsa sedemikian rupa sehingga watak “Inlander”, watak rendah diri dari bangsa ini akibat penjajahan kolonialisme yang berlangsung beratus-ratus tahun dapat berangsur-angsur hilang.

Seperti apa yang diharapkan oleh Presiden Jokowi hendaknya bangsa ini jangan lagi bermental Inlander yang merasa rendah diri bila berhadapan dengan bangsa kulit putih (“orang bule” istilah Jokowi).

See the source image

Jadi bila kita menengok  alur sejarah maka ribuan tahun yang lalu lahir seorang besar bernama Hammurabi di Irak, beberapa abad kemudian di Indonesia lahir seorang jenius Airlangga kemudian Sukarno dan saat ini di Indonesia ada Joko Widodo. Pertanyaannya adalah di hari kemudian siapakah yang akan menjadi orang besar bagi bangsa ini?  Wallahualam, namun yang pasti sejarah akan melahirkan lagi seorang besar bagi bangsa Indonesia yang besar ini. Saat ini Ia masih berada dalam kandungannya Ibu Pertiwi!

Hal ini adalah pasti karena matahari terbit bukan karena ayam jantan berkokok melainkan ayam jantan berkokok karena matahari terbit!!

Jakarta, Tgl. 22 November 2021

Guntur Soekarno

Pemerhati sosial

www.istananews.com

Sebelumnya,

Diary, GUNTUR SUKARNOPUTRA 1944- 2021 – (12),”JOKOWI UNJUK GIGI ” – KORAN JOKOWI

CATATAN MERAH GUNTUR SUKARNOPUTRA SARAT PESAN KEMANUSIAAN & POLITIK – KORAN JOKOWI

Tentang RedaksiKJ 3088 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.