“KITA MARAH JIKA ADA YANG MENYEBUT MARHAEN ITU KOMUNIS ! “

“KITA MARAH JIKA ADA YANG MENYEBUT MARHAEN ITU KOMUNIS ! “

Koranjokowi.com, OPIni:

Kita bukan kader atau struktur PDI Perjuangan, iya. Namun para orang tua dan leluhur kita adalah Marhaen, ini tidak bisa kita hilangkan dari sejarah dan darah kita. Jatuh – bangun PDIP adalah kita. Khususnya saat terjadi Kudeta 27 Juli 1996 (Kudatuli), Pilgub DKI Jakarta 2012, Pilpres 2014 & Pilpres 2019, dsb. Ada kita bersama ‘Lenguhan Banteng Merah yang marah.

Kita adalah yang diberikan warisan ‘Marhaen, Marhaenisme, ideologi yang menentang penindasan manusia atas manusia dan bangsa atas bangsa. Ideologi ini dikembangkan oleh Presiden, Ir. Soekarno, dari pemikiran Marxisme yang diterapkan sesuai dengan karakteristik Indonesia. Beliau mencetuskan Marhaenisme untuk mewakili semangat  seluruh golongan rakyat kecil ; petani dan buruh (proletar) yang hidupnya selalu dalam cengkeraman orang-orang kaya dan penguasa, Borjuis dan Kapitalis.

Soekarno sedang berdialog dengan petani. Foto: Dokumen Setneg

Bung Karno diantara Petani Jawa Barat

Presiden Jokowi didampingi Ibu Iriana berdialog dengan petani di Desa Luwung Gede, Kecamatan Larangan, Brebes, Jawa Tengah, Senin (11/4) (Foto: BPMI/Cahyo)

Dalam banyak kesempatan hal ini ditegaskan oleh Hj. Megawati Sukarnoputri, “Ketika Bung Karno sedang kuliah di Bandung, beliau bertemu dengan Pak Marhaen. Beliau (Bung Karno) bertanya begini; ‘Bapak seorang petani, tanah ini punya siapa,?,  punya abdi (saya). Kalau tanaman padi ini punya siapa?, punya abdi. Alat- alat cangkulnya dan sebagainya punya siapa?, punya abdi. Kalau sudah dipanen, dijual, uangnya untuk siapa?. Uangnya untuk abdi,” begitu Megawati mengenang percakapan Bung Karno dengan Pak Marhaen.

Dari percakapan itu, Bung Karno pun menurut Megawati kemudian berkontemplasi panjang. Menurut Megawati, semua sudah dimiliki Marhaen,  lahan dan alat produksi, akan tetapi hidupnya tetap sederhana dan ala sekadarnya.

Tanam Padi di Tuban, Presiden Jokowi Apresiasi Petani Gunakan Pupuk Organik

Makam Marhaen di Kampung Cipagalo, Kelurahan Mengger, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Selasa (20/9/2022). Makam ini dijaga Mak Ayit, cucu Marhaen. (Foto: Reza Khoerul Iman/BandungBergerak.id)

Makam pak Marhaen

Ditambahkan Hj.Megawati, Bung Karno merasa bahwa perjuangan ini harus seperti apa yang dimiliki Pak Marhaen. Di dalam meng-ekstraksi cara berpikirnya, maka Bung Karno melahirkan Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945. Pada waktu yang lalu pun, Pancasila itu sepertinya diredupkan, diplesetkan. Makanya, harus semua yang namanya pengagum/penganut Bung Karno khususnya anggota PDI Perjuangan tetap menjaga  Pancasila.

Megawati sempat risau tentang konsep pemikiran dan ideologi Marhaen yang kemudian oleh segelintir pihak kerap dikaitkan dengan ide-ide paham komunis. Megawati lalu meminta mereka yang terpengaruh mengenai pandangan seperti itu terhadap Marhaen untuk belajar sejarah. 

Megawati kerap marah disaat ada pihak yang mengatakan jika ‘sosok Marhaen’ itu hanyalah bualan ayahnya, bahkan menyebut Marhaen itu adalah komunis yang disamarkan. “Padahal saya sebut Bapak Marhaen dan itu ada, nyata, bukan fiksi , bukan karangan” Tegas  Megawati. 

Mengenal Sosok Marhaen, Megawati Sebut Dia Bukan Komunis Melainkan Petani yang Ditemui Soekarno

Ibu Ait, Cucu Marhaen, di Kampung Cipagalo, Kelurahan Mengger, Bandung Kidul, Kota Bandung

Masih kata Megawati,  selama 77 tahun Indonesia merdeka, terjadi reduksi atau penurunan rasa kebangsaan yang dikhawatirkan akan menyeret Indonesia dalam arus dunia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Oleh karena itu ia meminta kepada kita selaku ‘pewaris Marhaen untuk terus mengawal &  membumikan Pancasila melalui pengajaran nilai-nilai Pancasila bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pak Marhaen adalah orang desa, yang lugu, sederhana sebagaimana petani lainnya. Kita teringat kemudian banyak orang mengatakan bahwa Kata ‘Petani berasal dari kata tani, yang merupakan bahasa sanskerta. yang berarti tanah yang ditanami, namun sebagian orang juga meyakini bahwa karena Pak Marhaen itu kemudian Bung Karno  mengatakan bahwa PETANI  adalah singkatan dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia

Marhaen adalah Petani

Petani adalah Marhaen

Gambar

Makam pak Marhaen

Para petani berusaha di atas tanah yang sangat kecil. mereka korban feodalisme, diperas para bangsawan selama berabad-abad. Rakyat dipaksa mengikuti pola ekonomi imperialisme dimana hanya bisa memenuhi kebutuhannya sekadar untuk makan.

“Seorang Marhaen adalah orang yang memiliki alat-alat yang sedikit, orang kecil dengan milik kecil, dengan alat-alat kecil, sekadar cukup untuk dirinya sendiri. Bangsa kita yang puluhan juta jiwa, yang sudah dimelaratkan, bekerja bukan untuk orang lain dan tidak ada orang bekerja untuk dia. Tidak ada pengisapan tenaga seorang oleh orang lain. Marhaenisme adalah Sosialisme Indonesia dalam praktik,” Soekarno – Thn.1943.

Bandung, tgl. 23 Juli 2023.

Arief P. Suwendi

KordNas Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013

Dan.Brigade Nasional Ganjar Pranowo Center (GRAN Center)

(Foto.ist)

Lainnya,

MEGAWATI PEREMPUAN PETARUNG 1986 – 2023 : DIANTARA  JOKOWI, PUAN & GANJAR.

” 18 TAHUN TSUNAMI ACEH & SADISNYA KORUPSI ATASNAMA TSUNAMI ? “

Tentang RedaksiKJ 3870 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan