Marzuki Darusman, Mei 1998 : “KEEP UP THE GOOD FIGHT,MISTER. GOD BE WITH YOU!”

Marzuki Darusman, Mei 1998 :

“KEEP UP THE GOOD FIGHT,MISTER.

GOD BE WITH YOU!”

SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK MARZUKI DARUSMAN

[Pejuang Kebenaran dan Hukum Indonesia],

Jakarta, Kamis tgl. 28  Mei 2026

Bapak yang kami hormati,

Kami telah lama mengenal bapak , yang lahir: 26 Januari 1945, Bogor, Jawa Barat. Mantan Jaksa Agung RI (1999–2001) di era Gus Dur, tokoh HAM & anti-korupsi yang sangat tegas. Anggota DPR 15 tahun (dari Golkar), Komisi I & Anggaran.  Dan bapaklah yang BERANI selidiki & tuntut Alm.H. Soeharto, keluarganya, Bob Hasan, Syahril Sabirin. Juga dorong kasus pelanggaran HAM Timor Timur/Aceh, tarik Wiranto ke meja hijau. Ini langkah paling berani pasca-Orde Baru . Bapak juga mantan Ketua Komnas HAM, Dipercaya PBB: sebagai  Penyelidik pembunuhan PM Pakistan Benazir Bhutto, sebagai Pelapor Khusus HAM Korea Utara,sebagai  Ketua Tim Penyelidikan Fakta PBB di Myanmar

Nama bapak MARZUKI DARUSMAN : Marzuq,yang dikaruniai”, atau “yang diberkahi”.Darusman:  Dar – Salam, membawa kedamaian, ketenangan, dan kesejahteraan. Ini melekat dengan pribadi Bapak  , yang tidak takut kekuasaan, pejuang integritas, dan pembenah aturan.  Lawan korupsi tanpa pandang bulu . Kata bapak Negara bersih itu bisa, kalau ada pemimpin yang berani & jujur. Dan kami memahami kejengkelan bapak selama ini kepada mereka yang mengkhianati kebenaran.


Bapak Marzuki Darusman yang kami hormati,

Saya menulis ini bukan sebagai warga biasa, bukan pula sekadar pendengar sejarah. Saya menulis ini mewakili keluarga dari korban kekerasan, perkosaan, dan pembunuhan kejam yang terjadi di bulan Mei 1998 silam. Darah itu masih terasa basah di ingatan, tangisan keluarga dan korban masih menggema, dan  takkan pernah terhapus sampai kapan pun. Kami menulis ini karena kami tahu, hanya ada sedikit orang seperti Bapak yang berani menatap mata kebenaran, yang berani membuka tabir gelap yang berusaha ditutupi oleh banyak pihak demi kepentingan kekuasaan.

Bapak, kami mohon, teruslah berjuang dan katakan kepada seluruh rakyat Indonesia, bahkan kepada dunia: Bahwa di Mei 1998 itu, BENAR TERJADI PERKOSAAN, BENAR TERJADI KEJAHATAN YANG TERENCANA.


Data yang Bapak dan Tim Pencari Fakta (TPF) susun pada 23 Oktober 1998 itu, bukan sekadar tumpukan kertas kosong, bukan rekayasa, bukan isu yang dibuat-buat. Data itu SAH, VALID, dan BERLAKU SECARA HUKUM. Laporan itu pernah diserahkan, pernah dibacakan, dan TELAH DIBENARKAN serta DITERIMA secara resmi oleh Presiden saat itu, Bapak BJ Habibie. Fakta itu tertulis hitam di atas putih, diakui oleh pemegang kekuasaan tertinggi negara saat itu.

Namun Bapak, Bapak pasti ingat betul bagaimana kebenaran itu kemudian dicoreng dan diinjak-injak. Disaat seorang Menteri yang dengan berani dan lancang memutarbalikkan fakta di depan umum. Dia berkata lantang: “Perkosaan itu tidak ada, itu hanya rekayasa, itu isu buatan.” Dia merendahkan penderitaan keluarga korban, apapun alasannya. Mencemoohkan jeritan hati, seolah nyawa dan kehormatan anak bangsa ini tidak berharga sama sekali. Dia membuat kami  semua seolah-olah pembohong.

Dan lihatlah Bapak, betapa rendahnya sikap itu: dia baru mau diam, baru mau mengakui kekeliruannya, dan baru mau meminta maaf—itu pun dengan terpaksa—SETELAH para Aktifis HAM dan para pendamping hukum menggugatnya lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)  kalau pun kemudian banding. Ini ibarat aksi agar pejabat publik mampu menjaga sikap, lisan dan prilaku diruang publik. Kata maaf yang diberikan ‘bersayap, bapak. Dan bukan karena hati nuraninya tersentuh.

Itulah kenyataan pahit yang kami hadapi, Bapak.

Karena itulah, kami memohon kepada Bapak, pejuang yang tidak pernah takut pada kekuasaan: Jangan pernah diam, jangan pernah biarkan sejarah diputarbalikkan lagi.


Tegaskan terus kepada siapa saja yang mau mendengar:

1. Bahwa PERKOSAAN BENAR TERJADI dan itu bagian dari pola kekerasan terstruktur, bukan kebetulan. (2). Bahwa DATA TPF ADALAH VALID SECARA HUKUM dan sah diakui negara saat itu oleh Presiden BJ Habibie. (3). Bahwa ada pihak pejabat negara yang sengaja MEMUTARBALIKAN FAKTA, mencemooh korban dan keluarga. 

Kami mewakili keluarga korban, kami  atasnama penjunjung HAM di negara besar bernama Indonesia yang kehilangan asa dan harapan  menaruh harapan terakhir pada suara-suara lantang seperti Bapak. Jangan biarkan kejahatan itu dilupakan, jangan biarkan tragedi perkosaan dan pembunuhan perempuan Indonesia itu disebut BOHONG dan bualan belaka.

Kebenaran itu ada, buktinya ada, dan sejarah takkan bisa dihapus selamanya.

Terima kasih Bapak, karena sudah berani berjalan di jalan curam dan  berliku ini. Kami akan selalu mendampingi perjuangan Bapak sampai keadilan benar-benar ditegakkan di bumi ini.
Apapun terima kasih atas kebenaran dan keadilan yang bapak terus perjuangkan untuk kami,

“KEEP UP THE GOOD FIGHT,MISTER.

GOD BE WITH YOU!”

Bandung, tgl. 27 Mei 2026.

Hormat kami,
Mewakili Keluarga Korban Tragedi Mei 1998, dan ..

Mewakili Penjunjung HAM di negara besar bernama Indonesia .

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id kami mohon maaf karena sampai saat ini, Kamis,  tgl.28 Mei 2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id tidak bisa di-akses karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  maka untuk sementara seluruh informasi akan kami tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Tenang saja, semua sedang kita urus ‘baik – baik, eheheh. Dan mohon maaf atas segala ketidak-nyamanannya.

https://koranjokowi.com/2026/05/15/kepuasan-publik-atas-kerja-pemerintah-untuk-siapa-gedung-ksp-kumham-menlh-kita-gembok-saja/

Pecat FADLI ZON ! (3)

“Yusril & Fadli Zon, 11:12 !”

 

Tentang Koran Jokowi 4282 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan