#Sahabat KPK!,
” BAPAK RAKYAT YANG SELALU DIKHIANATI TIKUS APBN! ! “
Koranjokowi.com, #Sahabat KPK! :
Teman teman relawan dimana saja berada, Indonesia Emas 2045 adalah cita-cita besar yang ditetapkan hukum negara, agar 20 tahun lagi kita menjadi bangsa yang makmur, adil, dan sejahtera. Namun jalan menuju cita-cita itu terasa berat, karena “Keranjang negara” yang dititipkan rakyat melalui APBN selalu dan selalu ‘bocor, …… disengaja atau tidak. Inilah Indonesia yang akan ‘Menuju Indonesia Emas 2045’
DASAR HUKUM & TUJUAN INDONESIA EMAS 2045
Dasar Hukum:
– UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005–2025
– Perpres No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2025–2045
– Diperkuat dalam Visi Indonesia 2045: menuju negara maju dengan pendapatan per kapita setara negara maju, berdaulat, mandiri, dan berkeadilan.

Tujuan Utama:
Mewujudkan Indonesia sebagai negara maju pada usia 100 tahun kemerdekaan, dengan target:
✅ PDB per kapita mencapai ±US$ 23.000–25.000
✅ Tingkat kemiskinan di bawah 1%
✅ Kesenjangan ekonomi menurun tajam
✅ Infrastruktur, pendidikan, kesehatan merata ke seluruh wilayah
✅ Kedaulatan pangan & energi terjamin
KETERKAITAN DENGAN KEBOCORAN APBN
Rencana mulia ini hanya bisa tercapai jika dana negara dikelola bersih. Namun kenyataannya:
– Total APBN 2025: Rp3.451 triliun
– Potensi kebocoran/penyimpangan: ±Rp300 triliun/tahun (sekitar 8,7%), 99% terjadi secara sengaja untuk keuntungan pribadi/kelompok
– Sebaran kebocoran:
1. Pengadaan barang & jasa: 38% = Rp.114 T
2. Subsidi & Bansos (termasuk Pupuk, BBM, MBG): 32% = Rp.96 T
3. SDA & Energi: 15% = Rp.45 T
4. Transfer ke Daerah: 10% = Rp.30 T
5. Operasional: 5% = Rp.15 T

Catatan Penegakan Hukum (KPK 2020–2026):
✔️ Lebih dari 800 orang pelaku & penerima hasil korupsi ditangkap
✔️ Nilai kerugian negara yang terungkap lebih dari Rp.25 triliun
✔️ 70–80% di antaranya adalah ASN/PNS — mereka yang bersumpah menjaga amanah jabatan di atas kitab suci, justru menjadi sumber kebocoran terbesar
Foto ini bukan sekadar gambar hiasan, melainkan satir visual:
– Bapak tua yang mengayuh sepeda namanya ‘Bapak Rakyat’ — kita semua, para pembayar pajak, penopang setiap rupiah yang masuk ke kas negara.
– Karung bertuliskan APBN berisi ratusan triliun rupiah /tahunnya seharusnya akan jadi pupuk, sekolah, rumah sakit, jalan, dan bantuan bagi yang membutuhkan.
– Tikus yang menggerogoti karung & menyebar di jalan adalah simbol pelaku korupsi — kebocoran yang terjadi bukan karena kesalahan teknis, tapi murni kesengajaan untuk mengambil keuntungan pribadi. Ada yang mengawal kebocoran itu dan membagikannya saat dijalan

Teman teman relawan dimana saja berada,
Data KPK membuktikan: sejak Tahun 2020 – 2026, lebih dari 800 orang terlibat penyimpangan dana negara ditangkap, dengan nilai kerugian lebih dari Rp.25 triliun. Yang paling memilukan: mayoritasnya adalah ASN/PNS — orang yang bersumpah setia menjaga amanah, justru menjadi “tikus” yang menggerogoti hak rakyatnya sendiri.
Setiap tahun, sekitar Rp.300 triliun lebih berpotensi hilang atau menyimpang sebelum sampai ke tujuan. Jika kebocoran ini bisa ditutup rapat, dana itu cukup untuk membangun ribuan sekolah, rumah sakit, infrastruktur, dan menjamin kesejahteraan jutaan warga.
Maka pertanyaannya sederhana tapi tajam:
“YAKIN KITA SAMPAI KE INDONESIA EMAS 2045?”

Selama karung APBN masih dibiarkan BOCOR / BERLUBANG BAIK SENGAJA ATAU TIDAK , selama amanah jabatan masih dianggap komoditas dan formalitas dan selama MANUSIA INDONESIA TIDAK TAKUT TUHAN … jangan berharap karung itu tidak bocor.
Dan dengan segala cara kami, relawan #Sahabat KPK! .… akan bersama kerja KPK. Anda mau bergabung?, kirimkan CV mu ke email; aliskpk2026@gmail.com.
Sekian terima gaji !
(Red-01/Foto.ist)










Be the first to comment