Gusmar,A. #SahabatKPK!, “INI SI PENYEBAB BANJIR SOLOK!?”

Gusmar,A. #SahabatKPK!,
“INI SI PENYEBAB BANJIR SOLOK!?”
Mari kita gunakan akal sehat dan sedikit ilmu bumi sebelum kita latah ikut-ikutan menyalahkan hujan atas banjir besar yang merendam Kab/Kota  Solok belakangan ini. Secara geografis, wilayah Solok—baik Kota maupun Kabupaten—bukanlah daerah dataran rendah murni yang pasrah menerima takdir genangan air. Ke-duanya  bahkan  didominasi oleh dataran tinggi, perbukitan, dan pegunungan yang merupakan bagian dari rangkaian Bukit Barisan. Logikanya, air hujan seharusnya mengalir lancar dari ketinggian menuju sungai-sungai utama seperti Batang Lembang, Batang Gawan, hingga bermuara ke jajaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.
Di tingkat akar rumput, sistem drainase desa dan kelurahan sebenarnya sudah dirancang untuk saling terhubung. Budaya gotong royong dan kerja bakti warga lokal dalam membersihkan parit, mengeruk selokan, serta menjaga tali air di sekitar permukiman secara berkala sudah berjalan dengan sangat baik. Secara teori, jika hulu aman dan hilir dirawat, banjir bandang setinggi 2 meter di Pantai Cermin atau tenggelamnya ratusan rumah di Lubuk Sikarah tidak akan pernah terjadi! Air seharusnya hanya “lewat” dengan tertib menuju muara.
“Senyum Lebar di Atas Penderitaan Hilir: Di saat warga satwa Solok basah kuyup mengungsi menyelamatkan nyawa dan harta benda, sang ‘BOSS PETI’ justru asyik berjemur di bawah payung pantai, dikelilingi kemewahan dari uang haram hasil pengerukan hulu. Mungkin mereka sedang wisata di LN, atau tersenyum saat media lokal memberitakan musibah ini.
Lalu, mengapa logika geografi ini bisa jungkir balik? Mengapa air yang seharusnya mengalir ramah justru berubah menjadi monster lumpur yang menyapu bersih sarang satwa dan rumah manusia?
Jawabannya: Kita tidak bisa terus-terusan menjadi pengecut dengan menyalahkan alam dan mengambinghitamkan curah hujan!,Mari berpikir dewasa.
“RAMALAN UDA SIMA YANG JADI KENYATAAN PAHIT”
Apa yang disampaika Uda Sima – Simakobu Mentawai, M.Eng (Master of Engineering), di edisi 21 Juli lalu terasa benar semua. Ada celah kelalaian dan  kelemahan pengawasan di kota khususnya di Kabupaten Solok, khususnya Nagari Sungai Abu dan Sangir Batanghari.
Uda Sima telah menyampaikan tegas banjir besar ini bukan takdir, melainkan “dosa ekologis” buatan manusia serakah. Ketika virus Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dibiarkan membabat hutan lindung di Gunung Rasan dan mengeruk DAS menggunakan ekskavator raksasa demi perputaran uang gelap Rp1 Triliun per tahun, benteng alam Solok runtuh. Struktur tanah dikorek, pori-pori bumi tersumbat lumpur sisa galian, dan vegetasi penahan air lenyap. Saat hujan deras turun, air kehilangan kompas alaminya. Aliran air dari hulu tidak lagi mengalir perlahan, melainkan terjun bebas menjadi air bah bandang yang membawa petaka bagi warga di hilir yang tak berdosa.
“FORMULA KONKRET: JANGAN CUMA OMON-OMON!”
Sebagai monyet berijazah Master of Engineering lulusan Jepang, Uda Sima tidak hanya pandai mengkritik. Sambil berteduh di bawah daun pisang, ia membeberkan 3 Solusi Cerdas (Solcer) teknokratis untuk menyembuhkan hulu Solok:
1.Gilas Cukong dengan Radar ‘Mata Elang Digital’:
Pemerintah daerah jangan memelihara alasan ‘medan yang sulit’ untuk memaklumi PETI. Uda Sima menawarkan integrasi data geospasial miliknya. Jika satelit Republik Fabeliano saja  mampu mendeteksi pergerakan ekskavator di dalam hutan lindung dalam hitungan detik, aparat hukum manusia harusnya bisa lebih galak. Masa tidak bisa?, atau Pasang sensor getar di pintu masuk hutan; jika ada alat berat lewat tanpa izin resmi, alarm di kantor penegak hukum harus berdering. Jika tidak berdering, jangan jangan petugasnya tidur?
2.Sita Ekskavator untuk Infrastruktur Desa:
Hentikan bisnis big fish ini sekarang juga. Jangan cuma buruh lokal yang ditangkap, tapi seret pemodal raksasanya ke meja hijau. Sita seluruh alat berat yang digunakan untuk merusak hutan, lalu lebur atau alihkan fungsinya untuk membangun jembatan desa, memperbaiki drainase yang hancur, serta memperkuat tanggul sungai Batang Lembang.Kalau mau!
3.Reboisasi Massal Lewat ‘Diplomasi Satwa’:
Karena manusia lambat dan korup dalam proyek penghijauan, biarkan alam menyembuhkan dirinya sendiri. Hentikan pemburuan liar dan berikan jaminan keamanan bagi pasukan monyet, tupai, serta burung untuk menyebarkan biji-bijian pohon alami secara masif di hulu Solok. Akar pohon-pohon ini yang nantinya akan mengunci air di atas bukit, sehingga warga di bawah tidak perlu lagi kebanjiran.Atau segera lakukan penghijauan kembali dengan serius bukan mengejar anggarannya!.
“alu tataruang patah tigo” ,
ketegasan menghadapi masalah atau rintangan berat demi hal yang benar.
Ikan hiu muter-muter, See U Later!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Minggu, Tgl. 9   Agustus   2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

================

Tentang Koran Jokowi 4410 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan