#SahabatKPK!, “MONYET SIMAKOBU, MEMBIDIK TAMBANG LIAR DI SUMBAR!”

#SahabatKPK!,
“MONYET SIMAKOBU, MEMBIDIK TAMBANG LIAR DI SUMBAR!”
Saat saya sedang zoom dengan Kabinet Republik Fabeliano (21/7), saya mendapat telepon dari sdr. Gusmar Adnan Relawan Prov. Sumatera Barat yang berdomisili di Jakarta Timur , dari Gusmar yang juga teman putih abu – abu disampaikan ada surat lamaran kerja. “Dari siapa.Bro?”, “Gua kagak ngerti bro, bahasa hewan soalnya”, jawab Gusmar wiraswata Bawang hitam menjawab. “Oke, bagaimana bisnis bawang hitamnya, bro”, “Alhamdulillah aman bro. kalau ada yang mau pesan kasih no.telepon gua aja,bro”, “nomor yang mana soalnya nomor Hp lu kan ada 6”, “Ahaha, yang nomor 0877.8891.4948 aja bro”, “Oke ,insyaallah bro”, “Sip, salam ya untuk semua teman teman hewan”, “Sipp”, setelah telepone ditutup saya lihat di WA suratnya seperti ini. Mudah mudahan teman teman relawan dimana saja berada paham bahasa hewan ya.
“SUMATERA BARAT  SURGANYA PENAMBANG LIAR!?”
Mentawai, Sumbar. Tgl. 21 Juli 2026.
Perihal :
Lamaran Kerja Menjadi Menteri ESDM Kabinet Republik Fabeliano
Kepada Yth.
KordNas Koranjokowi.com &  #SahabatKPK
Di Tempat.
Bismillahirahmanirahii,
Assalamualaikum wrwb.
Tarraaaaa…!!!
Halo Kak KordNas! Kenalkan, nama lengkap saya Simakobu Mentawai, M.Eng. (Master of Engineering), atau banyak yang memanggil saya dengan nama ‘Uda Sima‘.  Saya memang Monyet simakobu (Simias concolor)  yang banyak disebut manusia sebagai monyet ekor babi ( pig-tailed langur). Sebetulnya kami tidak ikhlas dan tersinggung dengan julukan itu , hanya gegara ekor kami pendek, tegak dan tidak berbulu maka manusia menyebut dengan ‘monyet ekor babi?’. Ini juga menjadi gosip murahan dikalangan kami disaat banyak hewan lain menyebut leluhur kami pernah ‘slingkuh dengan babi. Tolong suatau waktu kalian buat semacam simposium atau apalah yang intinya ‘leluhur kami tidak pernah berslingkuh dengan babi, ini adalah mutlak ciptaan Tuhan. ‘Sakitnya tuh disini!
Oh ya, Saya adalah lulusan salah satu kampus top di Jepang, namun hati dan jiwa saya tetap 100%  cinta pada kearifan lokal Mentawai, Sumatera Barat. Maka, lewat surat terbuka ini, mohon dipertimbangkan agar saya dapat menempati posisi strategis di Kabinet FABELISM JOURNALISM (FABJOUR) – Republik Fabeliano.
Berikut adalah profil singkat saya:
  • Nama Lengkap: Simakobu Mentawai , M.Eng (Monyet ekor Babi).
  • Asal Wilayah: Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
  • Vibe / Karakter: Pendiam, tenang, namun Tegas.
  • Keahlian Khusus: Analisis data geospasial, pemetaan digital radar, dan investigasi lapangan tingkat tinggi.

Latar Belakang Pribadi:
Saya adalah sebatang kara, yatim piatu sejak orang tua saya dibunuh secara keji oleh pemburu liar pada tahun 2025 lalu. Papi dan mami saya ditembak karena menolak keras dipasok dan dijual ke negeri jiran seharga Rp25 juta/ekor. Karena harga kami di mata manusia serakah sangat mahal, kami menjadi satwa langka yang wajib dilindungi undang-undang!
Agar kalian paham, berikut data miris dari International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan Balai Taman Nasional Siberut (TNS): Total populasi kami secara global diperkirakan kurang dari 10.000 ekor yang tersebar di seluruh dunia. Adapun populasi terbesar berada di Pulau Siberut, Kep. Mentawai, Sumbar – Indonesia, dengan estimasi berkisar antara 6.000 – 14.112  ekor itu pun yang ‘ber-KTP’  di dalam kawasan zona inti Taman Nasional Siberut. 
Jika saya diterima masuk ke dalam jajaran elit kabinet FABJOUR pimpinan Presiden Miss Pussy Noni, berikut adalah Rencana Kerja 90 hari menjabat , yaitu : 
  1. Gilas Virus Tambang Emas Ilegal (PETI): Sebagai Sarjana Level 2 (S2) di bidang pemetaan digital, fokus utama saya adalah menggilas habis Praktik Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang saat ini menjadi virus perusak di Provinsi Sumatera Barat.
  2. Operasi Skala “Sapu Jagat”: Berdasarkan database geospasial yang saya miliki, program prioritas semester pertama adalah mengevaluasi total kelemahan pengawasan pemerintah setempat. Akibat kelalaian tersebut, kini telah muncul lebih dari 10.000 Hektare tambang ilegal yang tersebar masif di 9 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
  3. Bongkar Perputaran Uang Gelap Rp1 Triliun: Ini adalah bisnis big fish (kakap)! Para pelaku menggunakan alat berat sekelas ekskavator dengan estimasi perputaran uang gelap mencapai Rp1 Triliun per tahun. Di balik layar, diduga kuat ada keterlibatan pemodal raksasa (cukong) hingga aparat penegak hukum dan oknum pemerintah pun diduga ikut ‘dikendalikan’.
  4. Hentikan Ekosida Sungai Batanghari: Dampak lingkungannya sudah berada di level bencana (ekosida). Daerah Aliran Sungai (DAS) rusak dan hutan lindung dibabat habis. Riset membuktikan pencemaran merkuri di Sungai Batanghari sudah melampaui baku mutu air minum secara drastis! Warga dipaksa meminum racun pelan-pelan. Saya akan menyusuri dan membersihkan jalur ini mulai dari Gunung Rasan (Pesisir Selatan), Kabupaten Solok, Dharmasraya, hingga perbatasan Jambi. Saya sedih sekaligus marah atas kerusakan ini yang kerap dianggap remeh oleh manusia Indonesia. Padahal di sisi lain, data nasional mencatat kerugian negara akibat tambang ilegal di Indonesia menembus angka fantastis hingga Rp40 Triliun per tahun!
  5. Stop Korban Jiwa & Konflik Sosial: Nyawa masyarakat lokal seolah tiada harganya. Sering kali timbul korban jiwa akibat longsor di lubang galian, seperti insiden maut di Sijunjung. Belum lagi konflik horizontal dan tindak kekerasan terhadap warga lokal yang berani menolak tambang demi mempertahankan mata air mereka yang rusak.
Rincian Peta “Zona Merah” hingga Tgl. 21 Juli 2026 versi saya dan tim:
  • 6.a. Kluster Konflik & Korban Jiwa (Zona Merah)
    • Kabupaten Solok (Nagari Sungai Abu): Wilayah ini menjadi perhatian khusus setelah insiden longsor besar di lubang tambang ilegal yang memakan belasan korban jiwa.
    • Kabupaten Solok Selatan (Kecamatan Sangir Batanghari): Aktivitas pengerukan di sepanjang aliran sungai sangat masif dan sering kali memicu petaka longsor struktur tanah.
    • Kabupaten Sijunjung (Kawasan Guguak & Geopark Silokek): Analisis citra satelit menunjukkan kerusakan bentang alam yang sangat kritis. Konflik horizontal sering terjadi akibat rusaknya mata air warga.
  • 6.b. Kluster Ekosida & Pencemaran DAS (Zona Oranye)
    • Kabupaten Dharmasraya: Titik krusial di mana pencemaran kimia berbahaya (merkuri) dibuang langsung ke aliran air. Berdasarkan riset, kandungan merkuri di hilir Sungai Batanghari ini sudah melonjak hingga 5.198 kali lipat melampaui baku mutu air minum!
    • Kabupaten Pasaman & Pasaman Barat (Koto Balingka): Target utama pemberantasan karena jaringan mafia menggunakan alat berat sekelas ekskavator untuk membabat kawasan hutan lindung secara terang-terangan.
Saya mohon bantuan saudara KordNas untuk menyampaikan lamaran ini langsung kepada Presiden FABJOUR, Miss Pussy Noni, agar gagasan ini bisa segera disuarakan kepada publik melalui web koranjokowi.com yang telah memiliki lebih dari 471.000 viewers di dalam dan luar negeri. Sebagai penutup, leluhur saya menitipkan amanah berupa petatah-petitih luhur Minang:
“Mambasuah Muko jo Aia Janiah”
(Membasuh muka dengan air jernih. Maknanya: Siapapun pemimpin atau pemegang kebijakan harus memiliki moral dan hati nurani yang bersih. Segala tindakan harus didasari niat suci tanpa menodai diri dengan perbuatan culas mengambil yang bukan haknya).
Demikian surat lamaran ini saya sampaikan.
Wassalamualaikum wrwb, Ikan hiu muter muter, see you later!
Salam keadilan Untuk Satwa di Sumatera Barat!
TTD
Uda Sima – Simakobu Mentawai , M.Eng
BERSAMBUNG
(Catatan: Narasi ini adalah bagian dari satire fiksi Republik Fabeliano, di mana hewan digambarkan layaknya manusia, sebagai bentuk sindiran sosial. Mohon maaf jika ada yang tersinggung, Egp!)

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“DISAAT MANUSIA BINGUNG DAN TAKUT BICARA TENTANG ANTIKORUPSI MAKA HEWAN AKAN AMBIL ALIH!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Tgl. 21   Juli  2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran (koranprabowo.id), atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===============

Tentang Koran Jokowi 4372 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan