#Sahabat KPK!, Imajiner: “BUNG KARNO & GUSRIZAL DEWAS KPK”

#Sahabat KPK!, Imajiner:

“BUNG KARNO & GUSRIZAL DEWAS KPK”

Kemarin, Minggu Tgl. 21/6 pkl.16.15 saya sudah tiba dengan Sekjend – Ari Kurniawan menghadap Paduka Yang Mulia Ir.H. Sukarno Bin Raden Soekemi Sosrodihardjo di halaman belakang Istana Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat. Mas Arie yang langsung terbang dari Kab. Rejang Lebong , Prov. Bengkulu merasa penting untuk hadir apalagi hadir  juga Gusrizal – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Thn.2024-2029.Yang akrab kami panggil ‘Pak Dewas , putra Jambi pada 22 Mei 1958. Pemilik gelar Doktor Hukum Perdata dari Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 2013 dan mantan Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin, Kalimantan Selatan Thn.2022 lalu.

Hampir 10 menit kami menanti, tidak lama Paduka menemui kami disertai Pak Dewas , “Arie , kamu dari Bengkulu, ya?, sudah pernah kerumah pengasingan saya dan ibu Inggit thn.1938-1942  “, tanya Paduka sambil duduk disebelah saya dan pak Dewas disebelah mas Arie. “Siap Paduka, merupakan kehormatan saya dapat bertemu kembali dengan Paduka dan Pak Dewas KPK”, jawab mas Arie sambil mempersiapkan alat rekamnya.

Tiba tiba datang Aspri Paduka, membawa cemilan cepuluh seperti biasa. Teh panas bau jahe, singkong rebus dan kacang polong rebus. Ini namanya Zazo ,Kolonel TNI AD dari India yang sedang magang disini”, Zazo tersenyum, memberi hormat, menyalami kami semua namun saat bersalaman dengan sayanya melotot. ‘Lagh..!

Masih kata Paduka, jumlah TNI AD-nya India lebih dari 1,2 juta personel aktif. Tentara wanitanya sekitar 8.000-9.000 orang dan yang berpangkat kolonel sekitar 145 termasuk Zazo. Angkatan Darat (AD) India tidak hanya menggunakan satu jenis senjata sniper, melainkan beberapa senapan penembak jitu (sniper rifle). Diantara 4 jenis senjata sniper, ada yang produk sendiri yaitu ‘Vidhwansak;  senapan anti-materiel berskala besar,  diproduksi oleh Ordnance Factory Tiruchirappalli dan memiliki kemampuan menghancurkan bunker serta menyasar target jarak jauh. “Begitu kan Zazo?”, tanya Paduka,Zazo mengangguk.

“Oh ya Arief, tadi didalam Zazo bilang minta ijin mau bicara sama kamu sebentar. Silahkan”, saya pun bangkit dimenyelinap kebalik teras. Zazo yang sudah fasih bahasa Indonesia lansgung berbisik, “Heh, nama kamu Arief yang dari Bandung itu kan?, saya banyak dengar dari aspri – aspri bapak yang lain. Kamu ini sok ganteng ya?, jangan coba-coba ganggu saya , apalagi kamu sudah punya istri, anak 3 dan cucu satu, sekian!”, Zazo pun kembali kembali ke teras. ‘Lagh!, Dari jauh terdengar, Paduka, Pak Dewas KPK dan mas Arie tertawa terbahak-bahak. Duh, rupanya mereka mendengar.

Pukul. 17.32, diskusi dimulai beberapa hal yang telah mas Arie catat saya sampaikan disini semoga bermanfaat, yaitu :

1.Kasus korupsi terbesar pada era Presiden Soekarno adalah Skandal Korupsi Devisa dan Dana Revolusi yang menjerat Jusuf Muda Dalam (JMD). Beliau saat itu menjabat sebagai Menteri Urusan Bank Sentral (setingkat Gubernur Bank Indonesia) pada periode 1963–1966. Saat itu kurs sekitar Rp.250
Kasus ini menjadi sorotan sejarah karena beberapa hal krusial berikut:

2. Jusuf Muda Dalam terbukti menyelewengkan uang negara serta mengelola dana devisa secara ilegal dengan nilai mencapai Rp.97 miliar. Nilai ini sangat masif untuk ukuran ekonomi Indonesia pada dekade 1960-an. 

3. Modus Operandi: Menggunakan wewenangnya di Bank Sentral untuk memberikan fasilitas alokasi devisa (kurs khusus) kepada para importir secara tebang pilih, memungut upeti ilegal, kepemilikan senjata api tanpa izin, hingga menyalahgunakan dana taktis kedinasan.

4.Satu-satunya yang Divonis Mati: Setelah runtuhnya kekuasaan Orde Lama pasca-G30S, JMD diadili pada September 1966. Pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati serta menyita seluruh hartanya. Eksekusi ini menjadikannya pejabat pertama sekaligus satu-satunya koruptor dalam sejarah hukum Indonesia yang menerima vonis mati resmi, meski ia akhirnya meninggal di penjara karena sakit sebelum eksekusi dilaksanakan.

——– Diskusi terhenti karena mulai hujan, kami pun pindah keruang dalam. Zazo kembali ikut membereskan meja , dia melirik saya dan berbisik. “Sok ganteng kamu!”, Lagh, apa – apaan sih ini. Didalam Paduka, pak Dewas KPK dan mas Arie tertawa terbahak-bahak lagi. Mereka pasti denger lagi, itu pikir saya. ——————

5.Ini catatan garis besar dari penyampaian pak Dewas KPK saat ditanya tentang wewenang dalam kasus yang ditangani KPK. Kata Gusrizal,”Dalam sebuah kasus korupsi yang sedang berjalan, Dewan Pengawas (Dewas) KPK bertindak sebagai penjaga etik dan pengawas internal, bukan sebagai penyidik hukum. Ini sebagaimana amanah  UU Nomor 19 Tahun 2019 dan putusan Mahkamah Konstitusi, Dewas tidak lagi memegang fungsi eksekutif seperti memberikan izin penyadapan atau penggeledahan, melainkan murni fokus pada pengawasan perilaku insan KPK”, mas Arief minta break akan men-charge HP

Jadi saya pikir dalam kasus dugaan korupsi MBG, mengapa  KPK memutuskan menunda penyelidikannya,  karena kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan oleh Kejaksaan Agung. “Iya itu salah satu alasannya, kang”, jawab Pak Dewas. Ditambahkannya juga Dewas KPK berfungsi sebagai majelis hakim dalam Sidang Etik Internal. Jika seorang pimpinan atau pegawai KPK terbukti melanggar kode etik, Dewas dapat menjatuhkan tiga kategori sanksi sesuai aturan internal KPK, yaitu; Sanksi Ringan: Teguran lisan atau tertulis. Sanksi Sedang: Pemotongan gaji pokok atau penundaan kenaikan pangkat. dan Sanksi Berat: Diminta mengajukan pengunduran diri dari jabatan/instansi.
Oh ya, Susunan Dewan Pengawas (Dewas) KPK masa jabatan 2024–2029 , yaitu: Ketua merangkap Anggota: Gusrizal, Anggota: Benny Jozua Mamoto , Chisca Mirawati, Sumpeno dan  Wisnu Baroto [Kelima anggota Dewas KPK tersebut dilantik oleh Presiden berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 161/P Tahun 2024, Senin, 16 Desember 2024.
Menjelang adzan magrib istri saya, Rahma datang sambil membawa Pallumara (Sup Ikan Asam Segar) pesanan paduka, “Pallumara adalah sup ikan kuah kuning bening yang rasanya sangat segar. Saya suka makanan ini. Biasanya menggunakan ikan bandeng (di sana disebut ikan bolu) atau ikan laut lainnya. Kuahnya kaya akan rempah seperti kunyit, asam jawa, serai, dan cabai, yang memberikan perpaduan rasa asam dan pedas yang menggugah selera.
Almarhum istri saya, Ibu Inggit Garnasih kalaupun orang sunda, beliau jago kalau membuat ini, terima kasih ya Rahma”, kata Paduka, Rahma menggangguk. Tidak lama Zazo datang mengambil bungkusan ikan itu sambil melirik saya tajam. ‘Lagh…!
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)

============

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Selasa, Tgl.23   Juni  2026 sejak hari Jumat, tgl. 1 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan PT. QCI –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

===============

Imajiner, “HAHH, GEDUNG KPK DIJUAL !?”

Tentang Koran Jokowi 4327 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan