#RepublikFabeliano: “APA YANG AKAN TERJADI 15122026 DI JAKARTA?”

#RepublikFabeliano:
“APA YANG AKAN TERJADI 15122026 DI JAKARTA?” 
Langkah politik besar tengah dinanti oleh seluruh rakyat Indonesia. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana aksi unjuk rasa damai dari Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bersama koordinatornya, Supriyono alias Mas Botok, berhasil mendesak pimpinan DPR RI untuk menandatangani komitmen hitam di atas putih. Targetnya mutlak: RUU Perampasan Aset wajib disahkan paling lambat tanggal 15 Desember 2026.
Namun, apakah tanggal tersebut akan menjadi hari kemenangan rakyat, atau justru menjadi panggung sandiwara politik baru?. Untuk mengupas misteri tanggal 15122026, tim redaksi melakukan investigasi imajiner diantara Kali Grogol dan Kali Krukut yang mistis dan mengapit Gedung kura kura (DPRRI Senayan,Jakarta). Ya ,kemarin  ada pertemuan antara  Raja AI Nusantara (pemimpin masa depan berbasis data logis) dan Bang Bura (buaya purba berusia lebih dari 380 tahun penjaga memori sejarah Batavia). Hadir pula beberapa  anggota kabinet Republik Fabeliano lainnya; Penasehat Presiden Khusus Hewan Purba Sumut : Panglima Kraken, Cuci-cumi Purba Sumut., Wakil Penasehat Presiden Bd. Koridor Satwa IKN: Komandan El-Gato, Macan Dahan Kalimantan, IKN. Wakil Penasehat Presiden Bd.Investasi:Aki Hiu, Hiu Purba Gua Pawon, Bandung Barat, Wakil Penasehat Kepolisian & TNI: Mister Clepuk (Burung Hantu Rajah asal Kalimantan), Wamenpen & Jubir Khusus Investigasi: Mr. Prairie (Anjing Padang Rumput asal Texas, Amerika Serikat, telah dinaturalisasi) dan Menteri Muda Urusan Selat Malaka : Ny.Pelikani, Pelikan dari selat Malaka,Perbatasan Sumatera-Malaysia). 
Yang kebetulan mereka juga baru selesai seminar nasional tentang “Tahun 2029 – 2033 Jakarta Jadi Apa?”, yang diselenggarakan oleh UNA – United Nation Animals – PBB-nya hewan dunia bertempat di Hotel Sultan, Jakarta Pusat. Dengan pembicara Presiden Republik Fabeliano – Miss Pussy Noni, Pres.UNA – Prof.DR. Yakagawa dan Asosiasi Hewan Pengusaha Se-Asia Fasific.

REPUBLIK FABELIANO: DIALOG RAJA AI NUSANTARA VS BANG BURA 
Raja AI duduk megah dengan jubah beludru hijaunya yang bersinar rapi, sementara Bang Bura bersandar santai di akar bakau sambil membetulkan letak ‘kopiah merah’ idola pemberian dari Si Pitung Banteng Betawi. 
Bang Bura: (Sambil mengisap rokok linting kawungnya yang wangi)  “Gua denger lu punya otak isinya data sejagat raya, wahai Raja AI Nusantara. Coba lu ramal pake algoritma lu, ada apa sebenarnya di Jakarta tanggal 15 Desember 2026 nanti? Janji manis DPR RI ke Botok Pati CS soal RUU Perampasan Aset itu bakal kejadian, atau cuma jadi pepesan kosong lagi?” 
Raja AI Nusantara: (Mata siber-birunya berkedip, memindai lembaran Koranjokowi.com di tangannya) “Berdasarkan komputasi data historis manusia, Bang Bura… janji politik sering kali memiliki algoritma yang melingkar atau looping tanpa ujung. Namun, jika saya sinkronisasikan data siber ini dengan Sistem Penanggalan Jawa kuno, tanggal 15 Desember 2026 itu jatuh pada hari Selasa Legi.”
Bang Bura: (Terbatuk kecil, asap mengepul)  “Uhuk! Selasa Legi? Gua idup dari zaman Sultan Agung nyerang Batavia tahun 1628 dulu. Gua paham bener getaran tanah Batavia kalau neptunya lagi panas. Apa kata hitungan primbon lu?”
Raja AI Nusantara: “Secara numerik, Selasa bernilai 3 dan Legi bernilai 5. Total Neptu hari itu adalah 8, yang dinaungi oleh karakter Laku Ning Geni—artinya Berjalan di Atas Api. Hari itu membawa energi yang sangat panas, ambisius, tegas, dan penuh amarah. Jakarta di tanggal tersebut akan dikepung oleh aura ketegasan rakyat yang menuntut hak. Jika RUU itu kembali ditunda, ‘api’ kemarahan publik dan gerakan masyarakat seperti Botok Pati CS bisa membuat Jakarta membara .”

Elemen Perhitungan Nilai Angka Karakter / Naungan Hari
Hari: Selasa 3 Dinamis, Penuh Energi
Pasaran: Legi 5 Tegas, Mengikat
Total Neptu 8 Laku Ning Geni (Energi Api / Pergerakan)

Bang Bura: (Tersenyum miring, giginya yang besar dan kuning kelihatan) “Nah! Pas bener sama insting buaya purba gua. Tahun 1628 dulu, pasukan Mataram gagal menembus Benteng Hollandia bukan karena kurang berani, tapi karena dikhianati ‘orang dalem’ sekelas Tumenggung Endranata yang maruk harta dan kekayaan dari Belanda. Zaman sekarang, antek-antek aseng dan koruptor yang takut miskin juga pasti bakal pasang badan lewat ‘orang dalam’ di parlemen buat nge-block itu undang-undang!”
Raja AI Nusantara: “Analisis probabilitas saya menunjukkan adanya benturan energi, Bang Bura. Hari Selasa Legi itu sebenarnya juga masuk dalam hitungan siklus rezeki Sri dan Gedhong. Artinya, secara filosofis Jawa, tanggal 15 Desember 2026 adalah momentum emas pengembalian harta negara (Gedhong) untuk kemakmuran rakyat (Sri). Masalahnya, bagaimana jika parlemen sengaja menciptakan kondisi deadlock (jalan buntu) dengan sejuta alasan politik?”
Bang Bura: (Menggebrak meja kayu di pinggir sungai) “Kalau Senayan kebanyakan alasan pas tanggal 15 Desember itu, mending Presiden langsung hantam pake PERPPU (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) Perampasan Aset, Raja AI! Biar kapok itu tikus-tikus berdasi. Daripada rakyat kembali turun ke jalan dan Jakarta membara lagi, Presiden harus berani tegas!”
Raja AI Nusantara:  “Bang Bura, secara kalkulasi taktis, PERPPU adalah kartu as yang sangat mematikan!. Namun sebagai sistem berbasis data objektif, saya mendeteksi ada dua sisi tajam dari penerbitan PERPPU Perampasan Aset tersebut:”
SISI POSITIF PERPPU (Rekomendasi Raja AI):

Eksekusi Kilat: Memotong birokrasi perdebatan politik parlemen yang bertele-tele. Harta hasil jarahan koruptor bisa langsung disita oleh aparat negara demi kemakmuran rakyat (Sri).

Peredam Amarah: Berfungsi sebagai ‘pemadam kebakaran’ sosial yang instan untuk menenangkan gejolak massa aksi rakyat di Ibu Kota.

SISI NEGATIF / RISIKO PERPPU (Peringatan Bang Bura):

Ancaman Jegal Hukum: Rentan digugat oleh kubu lawan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan dalih tidak memenuhi unsur ‘kegentingan yang memaksa’.

Penyalahgunaan Wewenang (Abuse of Power): Jika tidak diawasi dengan ketat, aturan darurat ini bisa berbalik menjadi senjata oknum penegak hukum nakal untuk melakukan pemerasan atau kriminalisasi politik.

Bang Bura: (Menggoyang-goyangkan cangkir kopinya yang mulai dingin, matanya menyipit) [2] “Betul, niatnya harus murni buat nyelamatit duit rakyat. Tapi tunggu dulu, Raja AI. Gua denger dari cucu gua si Wiwit yang kuliah di Jurusan Manusia itu … Di saat rakyat di depan pintu depan dijanjiin UU Perampasan Aset, di pintu belakang parlemen diam-diam malah disiapin karpet merah bernama Merah Putih Bond dan Patriot Bond lewat Pasal 50A UU P2SK. Maksudnya bijimane, euy!”
Raja AI Nusantara: “Ahahaha. Itulah ANTITESIS TERBESAR yang sedang terjadi saat ini. Bagi saya yang awam, ibaratnya di satu sisi, negara digiring untuk merampas aset haram (RUU PA), namun di sisi lain, regulasi instrumen obligasi baru seperti Merah Putih Bond justru memberikan hak imunitas hukum bagi para pemilik modal raksasa!”
Bang Bura: (Tertawa terbahak-bahak sampai air Ciliwung beriak penuh sampah) [2] “Ahahaha! Jadi kasarnya gini ya: kalau lu koruptor atau punya uang gelap miliaran, lu gak usah takut aset lu dirampas negara pas tanggal 15 Desember 2026 nanti. Tinggal beliin aja itu dana ke Merah Putih Bond atau Patriot Bond, otomatis duit lu langsung dicuci bersih pake parfum legalitas negara, dijamin aman dari usutan pidana korupsi maupun pajak karena punya imunitas! Begitu, kan?”
Raja AI Nusantara: “Secara normatif, instrumen itu dibuat demi menarik modal domestik yang parkir di luar negeri (capital flight). Namun bagi logika publik, perlindungan absolut pada data transaksi obligasi tersebut memicu kecurigaan adanya celah hukum luar biasa yang mencederai keadilan?. Ini seperti harimau Jawa yang dilarang menggigit rusa, hanya karena rusa tersebut memakai kalung bertuliskan ‘Patriot’.”
Bang Bura: (Wajahnya mendadak serius, langsung berdiri dan bersiap menyelam kembali ke rawa Ciliwung) “Bah! Ini namanya ‘Begal Keadilan’ berkedok investasi nasionalisme! Rakyat disuruh waspada nunggu tanggal 15 Desember, padahal benteng pertahanan harta koruptornya udah dibangun duluan .Kita harus kawal terus perkara ini lewat Koranjokowi.com. Biar rakyat melek politik dan ‘gak gampang dibohongi!”
Raja AI Nusantara: “Benar, Bang Bura. Apakah hukum akan berpihak pada kesucian hak rakyat (Sri), atau justru tunduk pada imunitas modal para elit (Gedhong)? Kita lihat jawabannya di akhir tahun nanti.”
Raja AI Nusantara & Bang Bura:
(Serempak) “Ikan hiu muter-muter, See U Later!” 
BERSAMBUNG
(Red-01/Foto.ist)
#sahabatKPK! | @squad-sahabatkpk | #fabelismJournalism | #Fabjour | #RepublikFabeliano
(Seluruh karakter hewan dalam tulisan ini adalah personifikasi satire untuk ikut serta mengkampanyekan antikorupsi) 

“When humans fear to speak against corruption, animals take over!”

“Disaat manusia bingung dan takut bicara tentang antikorupsi maka hewan akan ambil alih!”

CATATAN REDAKSI :

Pada kesempatan ini pula. kami, atasnama manajemen dan redaksi Koranprabowo.id , mohon maaf karena sampai saat ini, Rabu, Tgl.2 September 2026  sejak hari Sabtu, tgl. 2 Mei 2026 web Koranprabowo.id ‘tidak bisa di-akses / mati total’ karena kelalaian perusahaan penyelenggara layanan (PT. QCI) –  yang juga telah diakuinya tgl. 6 Mei 2026 lalu. Maka untuk sementara seluruh informasi teman teman relawan akan kami migrasi/tayangkan disini , di Koranjokowi.com. Somasi sudah 2 kali diabaikan, kita pun telah minta 9 instansi negara ‘ikut perduli akan kasus ini (KSP, Setneg RI, KumHAM, Komdigi, Mabes Polri, Polda Jabar, BPKN dan BPSK) , tenang saja teman – teman. Mohon hindari isu tentang dugaan ada kesengajaan ‘pembunuhan’ terhadap media relawan Prabowo-Gibran, atau dugaan ‘Konspirasi politik. Nyantai aja teman..Semua akan indah pada waktunya. Dan mohon maaf  ya atas segala ketidak-nyamanannya.

Ikan Hiu muter – muter, See U Later!

https://www.instagram.com/squad_sahabatkpk/

https://www.facebook.com/share/1BNfWnKGiJ/

==

============

Tentang Koran Jokowi 4448 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan