Kabar Kalimantan (35),  Surat Terbuka : ” ANAK DAYAK KALBAR KEPADA PRESIDEN JOKOWI “

Kabar Kalimantan (35),

Surat Terbuka :

” ANAK DAYAK KALBAR KEPADA PRESIDEN JOKOWI “

Koranjokowi,com, Kalbar,  Istana :

Kepada Yth:
Bapak Presiden Indonesia
Bapak Joko Widodo
Di. Istana Negara

Dengan Sangat Hormat,

Saya, Tito Fratno, seorang anak Dayak yang bermukim di Ketungau Hulu, Kalimantan Barat.

Nenek moyang kami telah ada di pulau Kalimantan entah berapa abad lalu. Kami orang-orang Dayak adalah penduduk pertama atau asli di pulau Kalimantan. Secara turun temurun nenek moyang kami hidup dari hutan, dari sumber daya hutan, dan bercocok tanam.

Hutan Kalimantan kami yang kaya telah dirampas berbagai pihak puluhan tahun. Dulu kaya akan rotan, dan sekarang sulit untuk mendapatkannya lagi. Nenek moyang kami dulu makan pucuk rotan yang enak, sekarang kami hanya dengar ceritanya. Dulu ada pohon tengkawang sekarang sulit melihatnya lagi. Hutan kami yang adalah sumber kehidupan kami telah dirampas di depan mata kami. Dulu kalau anak Dayak perlu sayur, hanya perlu bawa parang masuk hutan, dan pulang akan ada makanan untuk anak-anak, tetapi sekarang hampir tidak ada hutan lagi.

Ber Bagai perkebunan menurut pengamatan saya adalah penyebab paling utama hilangnya hutan kami. Para konglomerat yang sudah kaya, dan tak pernah puas dengan kekayaan mereka, telah menyebabkan hutan kami digantikan berbagai tanaman lain. Hutan kami ditebang habis, dan tentu kayunya mereka jual dan beli alat berat, kemudian mereka menanam kembali pohon sawit, akasi dll.

Semua perkebunan, dan yang namanya hutan industri, tidak ada manfaatnya bagi anak Dayak. Mereka menanam kemudian menebangnya, ribu hektar hanya mempekerjakan beberapa orng Dayak. Bapak Presiden pasti mengerti bahwa segala macam perkebunan itu ada manfaatnya, tetapi hanya bagi segelintir orang yang membubuhkan tanda tangan mereka di surat ijin.

Sampai saat saya tulis surat ini, jalan menuju ke Ketungau Hulu, tanah kelahiran saya, jalannya masih lebih parah dari kubangan babi. Harga minyak yang merata hingga Papua, saya dengar melalui TV membuat kami iri pada saudara di Papua. Terlebih ketika melihat di TV jalan mulus di tanah Papua.

Kepada siapa lagi Bapak Jokowi, kami berharap jika bukan kepada Bapak, karena pemimpin kami terlalu gampang dibeli. Para menteri, dengan sangat gampang hanya memakai pen dan penggaris menarik garis dari satu titik ke titik lain menetapkan wilayah HTI, ini perkebunan, tanpa ingat bahwa itu tanah orang Dayak.

Melihat semua itu terjadi, sebagai anak Dayak, hanya air mata yang berderai. Mengangkat mandau sudah bukan opsi, atau mengusir mereka dengan mangkok merah, juga bukan pilihan. Satu-satunya yang paling beradab, ialah menulis kepada Bapak Presiden. Semua perkebunan yang tidak menguntungkan orang Dayak tolong Bapak hentikan. Tolonglah Bapak Presiden yang menjadi harapan orang Dayak, para konglomerat itu sudah sangat kaya, sementara anak-anak Dayak hanya perlu semangkok nasi dengan lauk-pauk dari hutan mereka.

Dengan penuh harap dan penuh hormat kepada Bapak Presiden Joko Widodo.

Ketungau Hulu, Kalimantan Barat, 2 November 2022
Tito Fratno.
Desa Suak Medang Kec. Ketungau Hulu Kab. Sintang.
No Wa. 085394311622

Lainnya,

Kabar Kalimantan (33), ” RELAWAN JOKOWI BERTANYA APA SANGSI BAGI PARA PEJABAT YANG GEMAR PRODUK IMPOR ?” – KORAN JOKOWI

Kabar Kalimantan (25), “KONFLIK DI BLOK F23-27 KAPUAS HULU KAPAN BERAKHIR ?” – KORAN JOKOWI

Kabar Kalimantan (32),  ” INI BUDI, INI BAPAK BUDI & ITU PROFESOR BUDI YANG DIANGGAP RASISME ? ” – KORAN JOKOWI

Kabar Kalimantan – (24), PRESIDEN JOKOWI , BANJIR SINTANG KALBAR & PEMBIARAN PERMANEN ? – KORAN JOKOWI

Diary, Guntur Sukarnoputra 1944 – 2022 (16), MENGAPA SUKU DAYAK KALIMANTAN DI HUJAT !? – KORAN JOKOWI

DR.Yulianus Henock Sumual, ” Untuk IKN Presiden Jokowi Tidak Mungkin Lupakan SDM Lokal ” – KORAN JOKOWI

Melawan Lupa (100), ” LIM BAK MENG, SPIONASE DAYAK KALBAR YANG TERLUPAKAN ? ” – KORAN JOKOWI

Kabar Kalimantan (34), ” PAK KAPOLDA KALBAR, KASUS PENGEROYOKAN KEPADA RELAWAN JOKOWI DI KAB.KAPUAS HULU KALBAR, APA KABARNYA ?” – KORAN JOKOWI

Melawan Lupa (100), ” LIM BAK MENG, SPIONASE DAYAK KALBAR YANG TERLUPAKAN ? “

Tentang RedaksiKJ 3833 Articles
MEDIA INDEPENDEN RELAWAN JOKOWI : *Alumni Kongres Relawan Jokowi 2013 (AkarJokowi2013), *Aliansi Wartawan Non-mainstream Indonesia (Alwanmi) & Para Relawan Jokowi Garis Lurus lainnya.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan